3 HATI 1 CINTA

3 HATI 1 CINTA
Perjuangan Erland untuk Meloddy


__ADS_3

Caleb dan Grace berbulan madu ke Indonesia. Mereka memulai perjalanannya dari kota Medan, lalu ke Manado, Lombok dan berakhir nantinya di Bali. Ezekiel bahkan memberikan mereka waktu 2 bulan untuk bulan madu sehingga saat pulang, Grace sudah harus hamil.


Kita tinggalkan kisah manis Grace dan Caleb yang sementara menikmati manisnya cinta. Sekarang kita menuju ke kediaman keluarga Kim di Jakarta. Tepatnya rumah peninggalan orang tua Lerina.


Rumah itu kini sudah direnovasi menjadi lebih besar. Min Jun memang sudah lebih banyak ada di Jakarta. Perusahaan keluarga Kim di Seoul dan perusahaan peninggalan papa Lerina di Jakarta yang awalnya di kelolah oleh Calvin, kini sudah di pimpin oleh Min Jun. Calvin sudah meninggal 2 tahun yang lalu. Sakitnya yang lalu kembali kambuh. Setelah kematian Calvin, Jien dan anak-anaknya memilih kembali ke Korea.


Meloddy sudah 1 bulan berada di Jakarta. Ia diundang di beberapa acara TV sekaligus juga berkolaborasi dengan beberapa penyanyi Indonesia. Ia sendiri merasa agak bosan. Meloddy merindukan Erland. Komunikasi diantara mereka memang terputus. Erland bagaikan hilang ditelan bumi. Bukan hanya nomornya yang tidak aktif, semua akun di mesia sosialpun sudah tak aktif lagi.


Pagi ini, Meloddy membantu Bi Surti untuk memasak. Pelayan yang dulu menjaga rumah ini, adalah pasangan suami istri. Bi Suni sudah meninggal 5 tahun lalu, suaminya langsung pulang ke kampung. Kali ini yang menggantikan bi suni adalah ponakannya. Mereka juga pasangan suami istri. Namanya bi Yuni dan paman Tarno. Anak-anak mereka sudah menikah. Salah satunya menjadi kariawan di perusahaannya Min Jun.


"Non, hari ini nggak keluar?" Tanya bi Yuni.


"Nggak, bi. Jakarta terlalu panas. Enaknya diam di rumah sambil belajar buat kue saja."


"Non mau menjadi calon pengantin ya?"


Wajah Meloddy langsung cemberut. "Maunya aku menikah sekarang, Bi. Tapi daddy nggak mengijinkannya."


"Kenapa?"


"Usianya di bawa aku."


"Bedanya berapa?"


"Hampir 2 tahun."


Bi yuni tertawa. "Itu sih nggak masalah. Bibi aja menikah dengan suami bibi saat usianya 22 tahun dan bibi 27 tahun. Namun kami bahagia sampai sekarang ini."


"Oh ya?" Meloddy jadi tertarik."Apakah orang tua bibi menentangnya?"


"Awalnya mereka menentang karena takutnya kalau mas Tarno akan mencari pengganti bibi. Namun sampai sekarang, kami tetap bersama. Justru mas Tarno yang dewasa."


Meloddy meletakan pisau yang sementara digunakannya. Ia sudah selesai mengiris sayuran.


"Pacar nona orang bule juga?"


Meloddy mengambil ponselnya dan menunjukan foto Erland. Mata bi Yuni langsung terbelalak. "Duh Gusti, tampan sekali. Kayak bintang film gitu. Anak orang kaya juga?"


"Ya. Salah satu keluarga bangsawan di London. Namun aku menyukainya bukan karena dia anak orang kaya. Aku menyukainya karena dia sangat mencintaiku. Dia bahkan sudah suka padaku saat usianya 14 tahun."


"Wah, non. Harus diperjuangkan kalau pria seperti itu."


Meloddy bahagia karena mendapat dukungan dari bi Yuni. Tak lama.kemudian, ponsel Meloddy berbunyi. Ternyata panggilan Videocall dari Grace.


"Hallo Grace....!" Meloddy melambaikan tangannya ke arah Grace.


"Meloddy....., kamu ada dimana?"


"Di Jakarta." Jawab Meloddy dengan wajah sedih.


"Ke Bali, yuk! Aku dan Caleb ada di Bali."


"Nanti aku menganggu kemesraan kalian. Nggak mau, ah."


"Kamu nggak akan menganggu. Ayolah. Aku sudah siapkan kamar untukmu."


"Nanti aku ingat Erland saat melihat kamu dan Caleb yang bermesraan."

__ADS_1


Grace tertawa. "Ayo dong ke sini! Masa kita ada di satu negara namun tak bisa bertemu. Aku sudah minta ijin sama kak Min Jun. Dia sudah mengijinkan. Tiketnya malahan sudah disiapkan. Kamu tinggal berangkat aja."


"Baiklah! Tiketnya kapan?"


"Hari ini jam 1 siang."


"What?" Meloddy melihat jam tangannya. Sekarang sudah hampir jam 11. "Aku siap-siap dulu."


*********


Seorang anak buah Caleb, menjemput Meloddy di bandara. Ia langsung di bawa ke hotel milik keluarga Thomson yang ada di dekat pantai Kuta.


Grace menyambut saudaranya itu dengan menggunakan celana pendek jeans dan tanktop berwarna putih.


"Perasaanku mengatakan kalau badanmu lebih berisi ya?" Ujar Meloddy.


"Iya, nih. Aku naik 2 kg. Soalnya kami bulan madu sambil menikmati semua jenis makanan di setiap daerah yang kami kunjungi."


"Tetap aja badannya naik walaupun setiap saat diajak Caleb olahraga ya?"


Grace tertawa. Ia melingkarkan tangannya di bahu Meloddy sambil mengajak sepupunya menuju ke kamar yang sudah tersedia untuknya.


"Caleb di mana?"


"Dia ada pekerjaan sedikit. Joel juga ada di sini."


"Oh ya?"


"Dia datang bersama pacarnya."


"Si janda itu?"


"Serafina?"


"Iya. Serafina Leolinsky."


"Maksudmu Serafina Leolinsky anaknya bibi Jien?"


"Iyalah. Siapa lagi."


"Sepupuku?"


"Iya."


"Kok bisa?"


"Tanya saja sendiri jika kita akan makan malam nanti."


Meloddy tersenyum mendengar kalau anak bibinya pacaran dengan Joel? Serafina cantik asli Indonesia. Kecantikannya menurun dari papanya Calvin yang adalah pria asli Indonesia. Hanya kulitnya saja yang putih bersih seperti layaknya kulit wanita Korea. Hubungan Meloddy dengan Serafina memang tak begitu dekat. Saat kecil, Serafina tinggal di Jakarta dan Meloddy di Seoul. Saat paman Calvin meninggal, Serafina pindah ke Seoul namun Meloddy menghabiskan banyak waktu di London. Mereka hanya ketemu jika ada liburan keluarga ataupun acara khusus keluarga Kim.


Meloddy beristirahat di kamarnya. Ia membayangkan betapa menyenangkan jika ada Erland di sini. Namun sayang, Erland masih sibuk dengan pekerjaannya. Komunikasi diantara mereka pun sudah terputus. Apakah Erland menyerah? Meloddy tak tahu.


*********


Di kamarnya, Grace merasa sedikit kelelahan. Makanya, setelah mengantarkan Meloddy ke kamarnya, Grace memilih untuk ke kamarnya juga dan beristirahat. Ia tertidur sangat pulas sampai tak menyadari kalau Caleb sudah masuk ke kamar dan memeluknya erat.


"Hei baby, kenapa tidur terus? Apakah semalam aku terlalu menguras tenagamu?" Tanya Caleb sambil membelai perut Grace.

__ADS_1


"Sayang, kau sudah kembali?" Grace berbalik dan menatap suaminya.


"Sudah lebih dari 1 jam. Aku bahkan ikut tertidur bersamamu."


Grace tersenyum. Ia mengecup pipi suaminya dengan sangat lembut. "Di mana Joel?"


"Sudah kembali ke kamarnya. Bentar lagi jam 7, apakah kamu nggak ingin bangun?"


"Entah kenapa tubuhku rasanya lelah sekali. Pinginnya bobo terus."


"Aku janji malam ini nggak akan mengajak kamu olahraga lagi."


"Kamunya kalau bercinta, nggak puas kalau hanya satu ronde."


Caleb tertawa. "Kan kita lagi bulan madu sayang. Wajarlah. Entah kenapa setiap kali memelukmu, menghirup aroma tubuhmu, inginnya langsung making love."


"Dasar mesum!"


"Ini bukan mesum sayang. Kitakan sudah menikah."


Grace menarik hidung Caleb dengan gemas. "Kita mandi, yuk. Setelah mandi kita akan makan malam dan memberi kejutan pada Meloddy."


Keduanya pun bangun dan mandi bersama secara cepat karena mereka sudah agak terlambat untuk makan malam.


Selesai mandi dan ganti pakaian, mereka segera menuju ke restoran. Meloddy sudah ada di sana. Sedang berbincang dengan Joel dan Serafina.


"Hai....!" Sapa Caleb dan Grace.


"Duh, yang sedang bulan madu...!" Kata Meloddy dengan nada menggoda.


Caleb dan Grace duduk bersama.


"Tuh kan, akhirnya aku yang jadi penonton di sini. Kalian pada asyik dengan pasangan masing-masing." Meloddy mengkerucutkan bibirnya.


Tiba-tiba sebuah tangan menutup matanya. Meloddy terlonjak kaget.


"Siapa ini?" Tanya Meloddy sambil memegang tangan yang menutup matanya.


"I miss you!" bisik seseorang tepat di telinga Meloddy.


"Erland?" Meloddy jadi sangat senang. Ia menarik tangan itu dan segera berdiri.


"Hallo sayang.....!"


"Erland.....!" Tak bisa dilukiskan bagaimana senangnya Meloddy. Ia langsung memeluk sosok yang sangat dirindukannya itu.


"Kenapa kamu nggak bilang akan datang ke sini?" Tanya Meloddy dengan suara manjanya. Air matanya sudah membasahi pipinya.


"Aku ingin membuat kejutan untukmu."


Meloddy memukul dada Erland dengan pelan. "Kamu sengaja ya tidak menghubungiku selama ini?"


"Aku ingin membuatmu menahan rindu yang banyak untukku. Sekarang kita sudah ada di sini. Kita menikah yuk!" Ajak Erland membuat Meloddy terkejut.


"Tapi daddy....!"


"Kita menikah saja, restunya nanti belakangan." Kata Erland dan langsung menarik tengkuk Meloddy dan mencium gadisnya dengan sangat mesra.

__ADS_1


Nah....nikah nggak ya....


__ADS_2