3 HATI 1 CINTA

3 HATI 1 CINTA
Pernikahan Erhan Dan Chloe


__ADS_3

Grace tersenyum saat melihat Zelina yang baru saja keluar dari kelasnya. Ia ingin memberikan surprise bagi Zelina dengan memberikan gaun yang dirancang oleh mommy. Model dan jenis kainnya sama namun warnanya yang berbeda. Grace tahu kalau Zelina suka warna biru. Makanya ia memberikan Zelina warna biru dan baginya warna orange.


Langkah Zelina begitu cepat memasuki lorong antara kelasnya dan ruang dosen sehingga Grace sedikit berlari untuk mengejar Zelina. Langkahnya terhenti saat melihat Zelina ternyata sedang duduk dibangku yang ada di depan ruang dosen. Grace melangkah hendak menyapa mereka namun ia menghentikan langkahnya saat melihat Zelina yang sedang menangis di samping Mark.


"Aku rasanya tak ingin pergi ke pernikahan Chloe. Aku tak sanggup ketemu Caleb. Aku tak bisa bohong jika Caleb akan bertanya tentang penyakitku." Kata Zelina sambil sesekali menghapus air matanya.


"Kau jujur saja, Zel."


"Aku tak mau dia kasihan padaku."


"Bukankah kau masih mengharapkan cintanya?"


Zelina tersenyum kecut. "Aku memang mengharapkan cintanya. Namun aku tak ingin dia menyukaiku karena kasihan dengan sakitku. Aku ingin dia sungguh-sungguh mencintaiku. Namun aku sadar kalau dia sepertinya lebih mencintai Grace dari pada aku."


Mark menarik napas panjang. "Kalau memang Caleb lebih mencintai Grace, apa yang akan kau lakukan?"


"Aku merelakan Grace untuk Celeb. Lagi pula Grace gadis yang baik. Dia lebih cocok dengan Caleb dibandingkan aku. Aku akan menyelesaikan kuliahku dan pulang ke Indonesia."


Hati Grace tersentu mendengar pengakuan Zelina. YA Tuhan, aku sungguh jahat jika membiarkan Celab bersamaku. Zelina sangat membutuhkan Celeb. Caleb bisa menjadi penyemangat hidup bagi Zelina. Ternyata Mark dan Zelina tak pacaran.


Grace mundur beberapa langka. Ia meraih handphonenya dan menghubungi Zelina.


"Hallo Grace!"


"Zelina, aku di kampusmu, nih. Kamu ada di mana?"


"Di dekat ruangan dosen."


"Oh, aku ada di sekitar ruangan dosen. Kamu di sebelah mana ya?" Grace pura-pura mencari.


"Grace, sebelah kanan..!" Teriak Zelina saat melihat Grace.


Grace mendekat sambil melambaikan tangannya.


"Hai Mark, hai Zelina!"


"Ngapain kamu ke sini?" Tanya Zelina.


"Mommyku membuat gaun untuk kita pakai di pesta pernikahan Chloe." Grace meletakan paper bag yang dipegangnya dipangkuan Zelina.


"Benarkah?" Zelina langsung membuka paper bag itu dan mengeluarkan gaun itu. "Wah...ini cantik sekali. Aku suka."


"Punyaku juga modelnya sama tapi warnanya orange. Kamu mau kan pakai gaun yang modelnya mirip aku?"


"Tentu saja. Makasi ya..."


Grace bahagia melihat Zelina suka dengan gaun pemberiannya.


"Eh, besok kamu mau pergi dengan siapa?" Tanya Zelina sambil memasukan lagi gaun itu ke paper bag.


"Dengan Howie. Kalau kamu?" Tanya Zelina.


"Dengan Mark." Kata Zelina sambil menatap cowok itu. Mark hanya tersenyum.


"Baiklah. Sampai jumpa besok di pernikahan Chloe ya? Aku mau kembali ke kampus dulu. Masih ada jam kuliah." Grace berdiri. Ia memberi ciuman di pipi Zelina lalu melambaikan tangannya pada Mark. "Bye.."


"Bye...!" Zelina menatap Grace sampai gadis itu menghilang dari balik tembok.


"Dia memang lebih cocok untuk Celeb." Kata Zelina sambil tersenyum. Mark hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Zelina, andai saja aku bisa memenangkan hatimu


**********


Grace melangkah kembali ke kampusnya sambil menghubungi Howie.


"Hallo Howie, maukah besok kau pergi ke pesta denganku? Ya, jemput aku jam 4 sore ya? Bye.." Grace memutuskan untuk datang dengan Howie supaya Caleb tak akan terlalu dekat dengannya. Grace menjaga perasaan Zelina agar tak terluka.

__ADS_1


"Grace...!" Grace menoleh dengan kaget


Seraut wajah tampan menatapnya sambil bersandar di pintu mobilnya.


"Kak Caleb?" Hati Grace bergetar. Hampir 2 bulan tak bertemu Caleb membuat Grace sangat kangen.


Caleb mendekat dan langsung memeluk Grace dengan sangat erat. "Aku kangen padamu. Sangat kangen. Dari bandara aku langsung mencarimu ke sini." Kata Caleb sambil mencium puncak kepala Grace berulang-ulang. Sangat jelas terlihat kalau dia begitu merindukan Grace.


Grace menikmati pelukan Caleb. Harum tubuh cowok itu sangat memabukan untuk Grace. Ia hampir saja terbuai dengan pelukan Caleb sampai akhirnya ia mengingat Zelina. Grace buru-buru melepaskan pelukannya.


"Kak, aku ada kelas."


"Maaf kalau aku menganggumu. Jam berapa kelasnya selesai?"


"Jam 4 sore kak. Setelah itu aku ada janji hendak menemani Gionino untuk mendekorasi apartemennya." Grace beralasan. Sebenarnya kelasnya berakhir jam 3 sore. Dia dan Gionino janjiannya nanti senin.


"Aku ingin berdua saja denganmu. Kita harus bicara."


"Setelah pesta Kak Chloe saja."


"Baiklah. Kamu akan datang besok kan?"


"Tentu, kak."


Caleb mencium dahi Grace. "Baiklah. Sampai jumpa besok." Celeb masuk lagi ke dalam mobilnya. Ia segera pergi meninggalkan Grace.


Grace berjalan ke kelasnya dengan perasaan galau. Ia merasa kalau Celeb ingin bicara untuk memperjelas hubungan diantara mereka. Grace juga ingin agar Caleb dan dia resmi berpacaran sehingga ia punya alasan untuk menolak Howie. Grace sudah menantikan kejelasan hubungan ini sejak ia kecil.


**********


Semua orang yang hadir di pernikahan ini sepakat untuk mengatakan kalau Chloe dan Erhan adalah pasangan yang sangat serasi. Dibalut gaun pengantin rancangan Alicia Aslon, Chloe melangkah menuju ke altar ditemani papanya.


"Erhan, aku menyerahkan harta paling berhargaku kepadamu. Aku berharap agar kau jangan menyia-nyiakannya." Kata Ezekiel dengan tatapan tegasnya.


"Aku berjanji akan menjaganya seumur hidupku." Kata Erhan sangat yakin sambil menggengam tangan Chloe.


Acara pemberkatan nikah pun dimulai. Faith terlihat beberapa kali menitikan air mata. Ia tak menyangka putri satu-satunya di keluarga Thomson akan menikah diusia yang masih muda bahkan saat karirnya sebagai model sedang berada di puncak kejayaan.


Chloe tak dapat menahan air matanya ketika Erhan selesai menciumnya sebagai tanda resminya mereka menjadi pasangan suami dan istri.


"Hei...baby, kenapa menangis?" Erhan menghapus air mata Chloe.


"Aku bahagia sayang."


"Aku juga sangat bahagia. Kau milikku. Hanya milikku."


Keduanya saling berpelukan. Seakan tak peduli dengan yang ada di sekitar mereka. Chloe dan Erhan sangat bahagia.


Caleb pun mendekati mereka dan memeluk Erhan lalu saudara kembarnya itu.


"Selamat berbahagia, adikku."


"Kau, cepatlah menyusul."


"Eh, aku kan cowok. Pinginnya menikah di usia 30 tahun."


"Kelamaan, keburu disambar orang Grace atau Zelina. Kamu mau?"


Caleb memeluk Chloe sekali lagi. "Aku akan menentukan pilihan. Tenang saja."


Saat Caleb berbalik, dilihatnya Grace datang sambil menggandeng tangan Howie. Hati Caleb bagaikan ditusuk oleh ribuan pisau tajam. Rahang cowok itu mengeras menahan emosi dan cemburu yang datang bersamaan


"Kak Chloe, kak Erhan, selamat ya?" kata Grace sambil memeluk Chloe dengan erat. Howie pun memberikan ucapan selamat.


Caleb perlahan mundur untuk pergi ke toilet. Ia merasa perlu mendinginkan kepalanya sebentar. Bukankah saat ia akan pamit ke Bali, Grace terlihat sangat senang saat Caleb menciumnya? Celeb tahu kalau Grace menginginkannya. Caleb dapat merasakan saat tubuh mereka berdekatan dan detak jantung Grace yang cepat dapat dirasakannya.


Lalu mengapa di hari bahagia ini Grace justru datang dengan Howie? Pada hal Caleb ingin menunjukan pada semua orang kalau dia ingin memiliki Grace.

__ADS_1


"Aow...jalannya pakai mata...." Kalimat Zelina terhenti saat melihat siapa yang menabraknya di lorong menuju ke toilet. Zelina baru saja selesai buang air kecil. Memang efek obat yang diminumnya membuat ia sering merasa haus dan berimbas ke buang air kecil.


"Zelina?" Caleb menahan tangan Zelina sehingga gadis itu tak akan jatuh. "Maafkan, aku ya?"


"Tidak apa-apa, Caleb. Aku kembali ke depan ya. Mau memberi selamat untuk Erhan dan Chloe."


Zelina menarik tangannya namun Caleb masih menahannya.


"Sakit apa yang membuat badanmu kurus seperti ini? Apakah ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku? Kau sangat berbeda sekarang, Zelina. Kau jarang mengangkat teleponku apalagi membalas pesanku."


"Aku baik-baik saja, Caleb. Tahu kan menjelang akhir kuliah. Tugasnya banyak. Makanya aku mau pulang ke Manado dulu."


Caleb masih menahan tangan Zelina. "Kapan mau pulang ke Manado?"


"Lusa."


"Aku akan mengantarmu ke bandara."


"Tapi..."


"Jam berapa pesawatnya berangkat?"


"Jam 10 pagi."


"Jam 8 aku menjemputmu di apartemen."


"Tapi..."


"Tak ada bantahan. Aku ke toilet dulu!"


Zelina menatap punggung Caleb sampai menghilang dibalik dinding. Ia tahu Caleb peduli dengannya. Namun ia mengerti juga kalau kepedulian Celeb hanya sebagai kakak. Zelina dapat melihat cara Caleb memandangnya dan cara Caleb memandang Grace kini sangat berbeda. Gadis itu menghapus air matanya. Ia menguatkan hatinya lalu kembali ke tempat pelaksanaan pemberkatan.


*******


Erhan dan Chloe berdansa dengan begitu mesranya. Di atas panggung ada Keegan Manola. Menyanyikan lagu forever seperti yang diinginkan oleh Chloe.


Di bawa sana ada Arnold yang menggengam tangan istrinya dengan tatapan penuh cinta. Ia sesekali mencium mesra tangan istrinya yang terlihat cantik dan anggun malam ini.


"Dia digilai oleh banyak gadis. Sama sepertimu dulu." Kata istrinya.


"Dan dia juga sama seperti aku. Tak suka mempermainkan wanita. Dia hanya menyukai satu gadis."


"Keegan menyukai siapa?"


"Keegan menyukai gadis yang disukai juga oleh Caleb. Ah, aku sungguh pusing memikirkan cinta pertama Keegan pada gadis yang justru tak tertarik padanya." Kata Arnold sambil menatap putranya itu.


Tak jauh dari situ, Grace sedang duduk bersama Howie, Zelina, Mark, dan Meloddy.


"Aku ingin menikah seperti Chloe. Menikahi pria lebih dewasa itu sangat menyenangkan. Katanya pria dewasa itu penyayang." Kata Meloddy sambil terus memandang pasangan pengantin itu.


"Siapa pria dewasamu?" Tanya Grace penasaran.


"Ada. Sayangnya dia terlalu sulit ditembus." Kata Meloddy sedikit kecewa. Ia diam-diam menatap Joel yang sedang duduk bersama para pria tampan.


"Hallo, manis. Boleh kita berdansa?" Erland mengulurkan tangannya pada Meloddy.


"Aku ..." Meloddy bingung. Ia sebenarnya berharap kalau Joel akan mengajaknya berdansa. Namun cowok itu terlihat nyaman duduk diantara sahabat-sahabatnya. Makanya Meloddy pun menerina ajakan Erland.


Grace menatap sepupunya itu yang berdansa dengan wajah yang sedikit terpaksa. Dalam hati Grace hanya bisa tertawa. Meloddy selalu menghindari Erland namun cowok itu sepertinya pantang menyerah.


"Aku mau ke toilet dulu ya?" Pamit Grace. Ia berdiri dan melangka menuju ke toilet yang ada di bagian belakang ruangan pesta ini. Namun saat ia sudah berada di lorong menuju ke toilet , sebuah tangan yang kekar tiba-tiba menariknya dan menyeŕetnya ke bagian lain yang agak sepi.


"Kak Caleb?" Grace terkejut.


Caleb tak bicara. Ia mendorong tubuh Grace sampai akhirnya gadis itu bersandar di dinding.


"Kak..." Kalimat Grace terhenti karena Caleb langsung membungkam mulutnya dengan ciuman dan membuat Grace kembali terbuai tanpa bisa menolaknya.

__ADS_1


APA YANG AKAN TERJADI KEMUDIAN SAAT HOWIE AKAN MENYUSUL GRACE KE TOILET??


Jangan lupa like, komen dan vote ya...


__ADS_2