
Grace memejamkan matanya saat Caleb membuka kebaya yang dikenakannya. Tubuhnya menjadi gemetar. Sentuhan tangan Caleb yang sesekali menyentuh kulit punggungnya membuat Grace merasakan senyar aneh yang membuat kulitnya bagaikan tersengat aliran listrik.
"Kak, aku mau membersihkan wajahku dulu." Grace menjauh dari Caleb lalu sedikit berlari ia ke kamar mandi.
Caleb tersenyum senang saat melihat istrinya yang nampak malu-malu. Caleb membuka jasnya, lalu kemejanya. Ia membuka sepatu dan kaos kakinya. Lalu sambil menunggu Grace, Caleb menuangkan anggur yang sudah tersedia di kamar itu.
15 menit kemudian, Grace keluar dari kamar mandi. Rambutnya nampak basah. Ia mengenakan jubah mandi.
"Kau mandi, sayang?" Tanya Caleb.
"Iya. Rambutku di sasak menggunakan banyak jelly pengeras rambut."
Caleb meletakan gelas yang dipegangnya di atas meja. Ia lalu mendekati Grace. "Aku mandi juga kalau begitu." Katanya sambil mengedipkan matanya. Di ciumnya dahi Grace sebelum akhirnya ia melangkah ke kamar mandi.
Hati Grace bergetar menerima ciuman itu. Ia bahkan merasakan kalau pipinya menjadi merah.
Grace membuka lemari pakaian. Matanya langsung terbelalak melihat hanya ada satu baju yang tergantung di sana. Bukankah tadi ia sudah meminta pelayan hotel untuk membawa kopernya?
"Ada apa,sayang?" Tanya Caleb yang sudah selesai mandi.
Grace menoleh. "Mengapa bajuku nggak ada di sini? "
"Baju? Memangnya kita perlu baju?"
Wajah Grace langsung menjadi merah. "Kak...!"
"Pakai lingrenya sayang,"
Grace menelan salivanya. Tangannya terulur, meraih lingre yang ada di gantungan itu.
"Aku ke kamar mandi dulu ya." Grace berlari ke kamar mandi. Jantungnya berdebar dengan sangat cepat.
Ya Tuhan, haruskah aku memakai baju ini? Mengapa aku sangat gugup? Bukankah kami sudah pernah melakukannya?
Grace menatap pantulan tubuhnya di kaca besar yang ada di dinding kamar mandi. Ia serasa tak memakai baju karena lingre berwarna hitam ini sangat transparan.
"Grace....!" Terdengar suara Caleb yang memanggilnya dari luar pintu kamar mandi.
Grace menarik napas panjang sebelum akhirnya ia membuka pintu kamar mandi. Grace terkejut melihat Caleb yang hanya menggunakan boxernya.
Tangan Grace menutup dadanya. Sungguh, ia merasa malu.
__ADS_1
"Kenapa sayang?" Tanya Caleb.
"Aku....!" Grace semakin gugup saat Caleb mendekatinya. Caleb menurunkan tangan Grace yang menutupi dadanya. "Kenapa harus malu? Bukankah kita sudah pernah melakukannya?" Tanya Caleb. Sebenarnya Caleb juga merasa gugup
Grace adalah satu-satunya wanita yang pernah disentuhnya. Dulu, ia dan Zelina hanya sebatas ciuman. Namun dengan Grace, ia sudah pernah melalukan hal yang lebih intim.
"Kita akan melewatinya bersama malam ini. Kau sudah menjadi milikku." Caleb membelai wajah Grace dengan sangat lembut. Tangannya yang satu melingkar dipinggang Grace, menarik istrinya untuk semakin mendekat kearahnya sehingga tak ada jarak lagi diantara mereka.
Ciuman yang sangat lembut diberikan Caleb di dahi Grace, lalu turun ke kedua pipinya secara bergantian. Lalu ia menyatuhkan bibir mereka dalam ciuman lembut, mengigit bibir bawa Grace perlahan sehingga wanitanya itu membuka mulutnya dan ciuman itu menjadi semakin dalam.
Napas keduanya mulai tak beraturan. Caleb langsung mengangkat tubuh Grace secara berhadapan, membuat Grace secara spontan langsung melingkar tangannya dileher Caleb dan kakinya melingkar di pinggang pria tampan itu. Keduanya menuju ke ranjang pengantin, untuk memulai malam yang penuh kehangatan dalam luapan cinta dan gairah.
*********
Grace menatap wajah tampan Caleb yang masih terlelap. Tak pernah terpikirkan olehnya, kalau akhirnya mereka bisa menyatu sebagai suami dan istri. Cobaan yang datang dalam hubungan mereka justru semakin menggeratkan ikatan kasih diantara mereka. Grace tak dapat melukiskan betapa bahagianya ia pagi ini, saat membuka mata dan menemukan kalau pria yang sudah dicintainya semenjak ia masih kecil, kini ada di hadapannya.
Tangan Grace terulur lalu membelai wajah suaminya. Ia sungguh mencintai pria arogan ini. Pria yang sangat posesif dengan apa yang dimiliinya.
"Good morning!"
Sapaan itu membuat Grace terkejut. Ia akan menarik tangannya namun tangan Caleb dengan cepat menahan tangan Grace agar tetap betada di pipinya. Mata Caleb masih terpejam.
"Tetaplah seperti ini agar aku tahu kalau kamu menemaniku." Kata Caleb dengan suara serak tanpa membuka matanya.
Caleb membuka matanya. "Sepertinya Zelina akan terlambat datang ke sini."
"Apakah Zelina mengatakannya padamu?" Tanya Grace antusias.
"Bukan Zelina. Tapi Keegan." Caleb bangun lalu mengambil ponselnya dari atas nakas. Ia membukanya dan menunjukan pesan dan foto yang dikirim 2 jam yang lalu pada Caleb.
Aku bahagia walaupun ini hanya sesaat
Rasanya tak ingin melepaskannya.
Ada foto Zelina yang sedang tertidur di dalam pelukan Keegan. Tangan Zelina nampak melinhkar di dada bidang Keegan yang polos tanpa menggunakan baju.
"Apakah mereka bercinta?" Tanya Grace dengan wajah senang. Ia bahagia saat tahu kalau Keegan ada bersama Zelina.
"Aku nggak tahu sayang. Zelina kayaknya masih memakai baju tuh."
"Bisa saja kan selesai bercinta ia memakai bajunya lagi. Tuh lihat, Keegannya masih bertelanjang dada." Kata Grace sambil menunjuk foto itu.
__ADS_1
Caleb memandang Grace. "Kenapa kamu nampaknya penasaran sekali?"
"Kita sudah bahagia, sayang. Membayangkan Zelina akhirnya juga bisa bahagia, tentu itu merupakan berita yang baik. Keegan pria yang sangat memcintainya. Bukankah itu adalah berita yang baik pula? Kita pernah ada dalam suasana 3 hati yang saling terikat dan membuat kita saling menyakiti. Membayangkan akhirnya masing-masing diantara kita akhirnya bisa menemukan cinta sejatinya merupakan hal yang sangat aku inginkan."
Caleb tersentuh mendengar perkataan istrinya. "Aku bangga padamu, Grace. Kau memiliki hati yang sangat tulus dan selalu memikirkan kebahagiaan orang lain. Aku janji padamu, aku tak akan pernah menyakiti dirimu, karena kau sudah memberikan aku kebahagiaan saat memimilikimu." Caleb menarik Grace dan langsung mencium bibir istrinya dengan penuh kasih. Lembut dan akhirnya berubah panas saat tangan Caleb sudah membelai punggung polos istrinya.
"Kak, bukankah kita seharusnya mandi dan sarapan dulu?" Kata Grace diantara napasnya yang tersendat-sendat karena ciuman panas mereka.
Caleb tersenyum menggoda lalu mendorong istrinya agar terlentang dan langsung memposisikan dirinya di atas Grace.
"Mandi dan sarapannya kita tunda dulu ya, ayo kita bercinta."
"Lagi?"
"Memangnya kamu sudah bosan?" mata Caleb memandang istrinya dengan lembut. Grace menggeleng. Ia langsung menarik tengkuk suaminya dan mendaratkan ciuman panas disana.
"Kau, tak akan pernah membuatku bosan, sayang." bisik Grace diujung bibir Caleb.
Keduanya pun bergumul dalam olahraga raga yang membawa kepuasan bersama. Grace mencintai Caleb dan Caleb mencintai Grace.
Indahnya bulan madu.....
**********
Di dalam pesawat, Meloddy tak henti-hentinya menangis. Ia sedih harus meninggalkan Erland.
"Hei...., jangan menangis. Kamu jelek kalau hidungmu merah begitu." Min Jun menggoda adiknya. Namun Meloddy justru semakin keras menangis.
"Ya ampun, Mel. Nanti mereka mengira kita pasangan suami istri yang sedang bertengkar." Kata Min Jun sambil menatap beberapa pasang mata yang duduk bersama mereka di firs class.
"Biarin!" Meloddy mengkerucutkan bibirnya. Untunglah keduanya menggunakan bahasa Indonesia.
Seorang pramugari mendekat. Ia memberikan sekotak tisue pada Meloddy.
"Cinta pasti akan menemukan jalannya jika berjodoh. Mba tenang saja." Katanya dalam dalam bahasa Indonesia sambil meletakan tisue itu dipangkuan Meloddy.
Min Jun terpana melihat gadis itu. Kulitnya sawo matang, dengan mata bulat yang sangat indah. Min Jun membaca name tag nya. IRAWATI. Min Jun mengeja nama itu dalam hati.
(Mau tahu kisah Min Jun dengan pramugari Irawati? Nantikan setelah ini.)
makasi sudah baca...
__ADS_1
maaf ya slow up date. Harap maklum, emak sibuk di dunia nyata. Tapi semua cerita emak pasti tamat. Nggak akan gantung seperti novel tetangga 🤣🤣🤣🤣