
Hai guys....sebelum membaca, pahami dulu kalau novel ini judulnya : 3 Hati 1 Cinta. Novel ini belum tamat. Masih ada sekitar 20 part lagi plus bonus2nya. Kalian boleh komentar apa saja. Tapi mohon jaga bahasanya. Jangan kasar apalagi menghina. Sebab aku tak bisa memaksa kalian untuk menyukai alur cerita ini. Karena sebelum muat di Mangatoon, Novel ini sudah tamat di laptopku.
Makasi atas perhatiannya. Maaf kalau alurnya nggak sesuai kemauan kalian.
************
Keegan sudah pergi dari ruangan Celeb 20 menit yang lalu. Namun caleb masih seperti posisinya yang semula. Duduk sambil bersedekap. Perasaan yang bercampur aduk antara ingin memenuhi keinginan Keegan dan mempertahankan hubungannya dengan Grace.
Apakah sakit Zelina begitu parah sehingga Keegan yang selama ini tak pernah ikut peduli dengan urusan orang lain kini melibatkan dirinya sendiri dalam persoalan antara dirinya dengan Zelina?
Bagaimana jika Caleb menolaknya? Dan bagaimana jika umur Zelina memang tak akan lama lagi? Bukankah Caleb akan menyesal seumur hidup karena tak memenuhi keinginan terakhir Zelina?
Caleb mengacak rambutnya kasar. Dulu, ia memang sangat sulit menentukan pilihan antara Zelina dan Grace. Sekarangkan pun ini Caleb kembali berada di situasi yang sulit. Bahkab lebih sulit dari sebelumnya.
Ia pun beranjak dari tempat duduknya, lalu mengambil ponselnya yang ada di atas meja kerjanya. Ia menghubungi Grace melalui sambungan Videocall. Ia tak tahu apakah kali ini Grace akan mengangkatnya atau tidak karena sudah beberapa kali Caleb menghubungi Grace, mengirim pesan padanya namun Grace sama sekali tak mengangkatnya.
Sambungan videocall terhubung. Namun bukan Grace yang mengangkatnya melainkan Howie. Cowok itu ssdang bertelanjang dada dan sepertinya ia berada di sebuah kamar.
"Hai Caleb!" Sapa Howie terdengar kurang suka Caleb menghubungi nomor Grace.
"Di mana Grace? Aku mau berbicara dengannya." Kata Caleb berusaha menahan dirinya agar tidak terbakar emosi saat menyaksikan kenyataan Howie sekamar dengan Grace.
"Grace masih mandi..Ada sesuatu yang ingin kau katakan? Katakan saja padaku. Grace kalau mandi sangat lama dan dia baru saja masuk."
Caleb menekan rasa sakit di hatinya. Tentu saja Grace mandi sangat lama. Caleb sendiri pernah mengetuk pintu kamar mandi apartemennya karena Grace tak kunjung keluar setelah 30 menit berada di kamar mandi.
"Aku ingin bicara langsung dengannya."
"Jangan ganggu Grace lagi, Caleb. Karena dia sudah bersamaku sekarang." Kata Howie tegas lalu segera mematikan sambungan telepon.
Caleb hampir saja membanting ponselnya ke lantai. Secepat itukah Grace melupakan aku? Semudah itukah ia jatuh ke pelukan Howie setelah menyerahkan diri padaku? Ah....ingin rasanya aku ke sana dan melihat langsung dengan mata kepalaku sendiri.
Pintu ruangan Caleb diketuk. Monica masuk sambil memegang dokumen ditangannya. "Cal, rapatnya akan dimulai. Para pemegang saham sudah terkumpul semuanya di sana."
Caleb hanya mengangguk. Ingin rasanya ia lari dari semua pekerjaannya ini. Namun papa dan bundanya sedang liburan, Chloe masih bulan madu, paman Joe dan bibi Rachel pun sedang pergi. Hanya ada dia dan Joel. Tak mungkin juga Joel yang mengantikannya dalam rapat 3 bulanan ini.
Sambil menarik napas panjang, Caleboun meninggalkan ruangannya.
**********
" Terima kasih, Howie."
Howie yang sedang memakai kaosnya kembali hanya tersenyum. "Caleb kelihatan sangat kecewa, Grace. Dia memang mencintaimu."
"Aku yakin kalau Caleb akan bisa mencintai Zelina. Ia pernah menyayangi Zelina sebagaimana ia menyayangiku dulu. Aku hanya ingin membahagiakan Zelina diakhir hidupnya."
"Pengobatannya kan belum selesai. Bagaimana jika dia sembuh? Apakah kau tak akan kecewa melepaskan cinta terbesar dalam hidupmu?"
Grace menarik napas panjang. "Kalau memang Zelina sembuh, itu berarti jodohku bukanlah Caleb."
"Pikirkan sekali lagi, Grace!" Kata Howie sebelum meninggalkan kamar Grace.
__ADS_1
Grace duduk di atas ranjang kamarnya tanpa bisa menahan air matanya. Tadi saat Caleb menghubunginya, Grace dan Howie baru saja selesai makan siang. Grace buru-buru mengajak Howie ke kamarnya, meminta cowok itu untuk membuka bajunya, dan mengatakan kalau Grace ada di dalam kamar. Grace tahu kalau Caleb paling anti dihianati.
Maafkan aku, kak. Kau boleh menganggapku menganggapku sebagai gadis murahan atau egois atau apalah yang ingin kau katakan tentang aku. Karena sesungguhnya, akan lebih menyakitkan bagiku dan juga bagimu, kak, jika Zelina meninggal tanpa bisa mewujudkan semua keinginannya.
Grace menatap foto Caleb yang ada di galeri ponselnya. Juga beberapa foto dirinya dan Zelina yang diambil pada beberapa kesempatan.
Berbahagialah, Zel. Aku tak akan pernah menyesal melepaskan Caleb untukmu. Percayalah!
***********
Rapat pemegang saham akhirnya selesai. Caleb kembali ke ruangannya dengan tubuh yang sangat lelah.
" Kau kelihatan kusut. Ada apa?" Tanya Joel saat keduanya sudah berada di ruangan Caleb.
"Joel, apakah menurutmu kalau aku harus menikahi Zelina dan melupakan Grace?"
Joel menatap sepupunya itu dengan wajah prihatin. "Apakah kau sudah siap melepaskan Grace untuk bisa bersama Zelina? Apakah kau sanggup kehilangan cinta masa kecilmu?"
"Zelina juga cinta masa kecilku. Walaupun akhirnya aku menyadari kalau Grace adalah cintaku."
"Aku hanya bisa bilang lakukan itu jika membuatmu bahagia dan jangan lakukan kalau kau tak bahagia." Lalu Joel meninggalkan Caleb sendiri.
Caleb meraih ponselnya merasakan benda itu bergetar di saku celananya. Ternyata sebuah pesan dari Grace.
Kak, aku mohon menikalah dengan Zelina.
Aku sama sekali tak keberatan karena memang
bersama Howie. Aku sudah melupakan
apa yang pernah terjadi diantara kita karena aku sudah mengijinkan Howie menyentuhku.
Maafkan aku, kak.
Caleb kembali merasakan dadanya sangat sesak. Baiklah Grace jika itu memang maumu, akan ku lakukan semua yang kau inginkan.
**********
Zelina memandang hasil belajarnya selama ini. Ia puas dengan semua nilainya. Sebentar lagi, ia akan melanjutkan kuliahnya S2 nya di Amerika.
Dengan wajah yang gembira, Zelina mendekap hasil ujiannya. Ia sudah menyelesaikan semua tugasnya. Amerika pasti akan membuatnya melupakan Caleb.
Langkah Zelina begitu ringan meninggalkan ruangan gedung administrasi. Ia akan menuju ke kantin karena memang perutnya sangat lapar. Beberapa menit yang lalu, Mark baru saja meneleponnya. Mereka akan ketemu di Amerika nanti. Mark masih terus mendampingi ayahnya yang melakukan pengobatan di sana. Dia juga yang akan membantu Zelina dalam mengurus pendaftarannya di sana.
Namun sebelum ia sampai di depan kantin, dilihatnya Grace yang baru turun dari mobil. Bukan bersama Caleb tapi bersama Howie. Grace dan Howie sepertinya akan menuju ke gedung administrasi. Keduanya bergandengan tangan seperti layaknya sepasang kekasih yang berbahagia. Zelina mengerutkan dahinya. Ia ingat dengan ciuman Grace dan Caleb di pesta pernikahan Chloe. Apakah Grace diam-diam menghianati Caleb? Zelina jadi bingung sendiri. Ia pun memutuskan untuk melanjutkan langkahnya ke kantin karena perutnya yang berbunyi kembali minta di isi.
Saat ia memasuki kantin, suasana nampak sepi. Zelina sedikit heran karena biasanya jam seperti ini kantin sangat ramai.
Yuri, salah satu pelayan yang ada di kantin ini menyapa Zelina saat gadis itu memasuki kantin.
"Selamat datang cantik!"
__ADS_1
Zelina mengerutkan dahinya. Tak biasanya Yuri akan menyapanya seperti itu.
"Kok sepi sih?" Tanya Zelina saat mulai memilih menu makanan yang ada.
Tiba-tiba terdengar suara petikan gitar. Di atas panggung ada Keegan yang sudah duduk di atas panggung sambil memetik gitarnya. Cowok itu tersenyum namun bukan dia yang menyanyi. Caleb ada di belakang Keegan. Memegang buket bunga ditangan kanannya dan tangan kirinya ia memegang microphone.
Dan Caleb menyanyikan lagu Indonesia yang memang sangat disukai Zelina. Lagu Yovi and Nuno. Janji Suci.
Dengarkanlah wanita pujaanku
malam ini akan kusampaikan
hasrat suci kepadamu dewiku
dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
tuk yang pertama dan yang terakhir
jangan kau tolak dan buatku hancur
ku tak akan mengulang tuk meminta
satu keyakinan hati ku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Dengarkanlah wanita impianku
malam ini akan kusampaikan
janji suci satu untuk selamanya
dengarkanlah kesungguhan ini
Air mata Zelina jatuh tanpa bisa ditahannya. Bagaimana mungkin lagu ini bisa dihafal Caleb. Bukanlah Caleb tak suka mendengar lagu Indonesia?
Caleb turun dari panggung dan mendekati Zelina. Ia memberikan buket bunga mawar merah itu pada Zelina. Lalu ia mengambil kotak cincin yang ada di dalam saku celananya. Membuka kotak cincin itu dan berlutut di depan Zelina.
"Will you marry me?" Tanya Caleb dengan penuh keyakinan dan wajah penuh permohonan.
"Caleb!" Zelina kehilangan kata-kata. Semua lamaran ini, lagu yang dinyanyikan sesuai dengan impiannya. Ia ingin dilamar dengan lagu ini, dengan bunga mawar dan cincin dengan batu permata berwarna biru.
Tiba-tiba suara tepuk tangan terdengar. Teman-teman sejurusan dengan Zelina entah dari mana sudah memenuhi kantin.
"Say yes! Say yes! Say yes!" Teriak mereka sambil terus bertepuk tangan.
Air mata Zelina semakin deras mengalir. Keegan mengambil piring yang sejak tadi dipegang oleh Zelina.
"Zelina...Will you marry me?" Tanya Caleb sekali lagi. Matanya bahkan sudah berkaca-kaca. Sangat takut jika Zelina menolaknya.
__ADS_1
"Yes!" Teriak Zelina dalam luapan kebahagiaan yang tak dapat dibendungnya. Caleb adalah pria yang sangat diinginkannya dalam kehidupannya ini.