
Kedua anak muda yang sedang bergumul bersama di atas ranjang itu, sama-sama belum memiliki pengalaman apapun dalam bercinta. Keduanya hanya mengikuti kata hati saja dan gairah dalam diri yang membimbing mereka secara alami untuk menikmati penyatuan.
Grace meringis menahan sakit ketika sesuatu didalam inti tubuhnya seperti dirobek. Caleb sendiri bertindak hati-hati karena ia tahu saat pertama bagi seorang gadis akan menimbulkan rasa sakit.
Saat keduanya mendaki tangga kenikmatan bersama, Grace memeluk punggung Caleb yang sudah terdapat beberapan luka cakaran kuku Grace.
Mata keduanya sama-sama terpejam. Mencoba mengatur napas yang sedikit terengah-engah sambil akhirnya Caleb melepaskan penyatuan mereka dan tidur terlentang di samping Grace.
Perlahan, Caleb memutar tubuhnya agar menghadap Grace yang juga sedang menatap ke arahnya. Ada air mata disudut mata Grace membuat Caleb tak tahan untuk mengecup dahi gadis itu.
"Masih sakit?" Tanya Caleb sambil membelai wajah Grace.
"Sedikit, kak." Jawab Grace dengan wajah bersemu merah.
"Apakah kau menyesal?"
Grace menatap langsung ke mata Caleb."Apakah kakak menyesal melakukan ini padaku?"
Caleb menggeleng. "Aku mencintaimu, Grace. Maaf kalau aku tak bisa menunggu waktu yang tepat sehingga menyentuhmu sekarang. Tapi aku bahagia saat pertamaku bersamamu dan saat pertamamu adalah bersamaku." Caleb melingkarkan tangannya dipinggang polos Grace. "Kau kedinginan?"
Grace mengangguk. Caleb meraih selimut yang letaknya hampir jatuh ke lantai. Ia menyelimuti tubuh mereka lalu kembali mendekap Grace.
"Kak..."
"Ya, sayang..."
Grace ragu untuk bertanya tentang Zelina. "Kakak sudah bicara dengan Zelina?" Ia akhirnya bertanya.
"Ya."
"Lalu?"
"Lalu apa Grace? Aku pilih kamu karena aku cinta padamu. Jangan bicara lagi tentang Zelina. Sekarang ini hanya ada kamu dan aku." Caleb semakin erat mendekap Grace.
"Kak..."
"Ya."
"Mengapa tadi tahu kalau aku ada di basement?"
"Aku meminta anak buahku untuk memberitahukan padaku kalau kamu sudah pulang dari Medan. Kebetulan dia melihat kamu di sini. Sedang bersama Gionino."
"Sebenarnya aku nggak ke Medan. Selama beberapa hari ini aku hanya ke Scotlandia untuk menari di salah satu kegiatan festival di sana. Hanya Daddy, Mommy dan Gionino yang pergi."
"Astaga, Grace, aku hampir saja menyusulmu ke Medan. Kamu kenapa menghindari aku?"
"Aku pikir kakak akan bersama Zelina saat tahu kebenarannya."
"Aku mencintaimu, Grace. Itu yang ingin selalu kukatakan." Caleb mencium puncak kepala Grace.
"Tidurlah. Kamu pasti lelah."
"Aku tak mengantuk, kak."
"Kalau begitu kita bisa mulai lagi."
Grace mendongakkan kepalanya. "Mulai apa, kak?"
Caleb tersenyum menggoda. "Yang kita lakukan tadi."
"Kakak mesum!" Grace memukul dada Caleb dengan wajah merona merah.
"Jadi, tak mau mengulangnya lagi?"
"Kakak....!" Grace semakin malu namun ia tak menolak saat Caleb mulai mencium lehernya. Tak lama kemudian, mereka pun kembali menyatu dalam keintiman yang membawa kepuasan raga.
**********
Caleb mengantar Grace sampai di depan rumahnya sementara mobil Grace masih tetap ada di basement apartemen.
"Besok kita ketemu ya?" Ujar Caleb sambil membelai wajah Grace dengan penuh kasih.
"Besok aku kuliah sampai jam 3 sore, kak. Setelah itu ada pengambilan gambar untuk video clip terbaru Keegan. Kami menjadi penari latarnya."
__ADS_1
"Sampai jam berapa pengambilan gambarnya?"
"Itu yang tak ku tahu. Waktu yang lalu sekitar 4 jam baru selesai."
"Ya sudah. Kita ketemu jam 8 malam."
"Aku tak bisa janji, kak. Biasanya setelah pengambilan gambar, kami akan makan malam bersama."
Caleb cemberut. "Aku kan ingin ketemu kamu."
Grace tersenyum. "Biasanya juga nggak ketemu setiap hari. Kenapa sekarang berbeda?"
Tangan Caleb kembali membelai wajah Grace. Ibu jarinya bahkan menyapu bibir Grace yang sedikit terlihat bengkak karena baru saja selesai dicium Caleb tanpa henti. "Tentu saja berbeda. Sekarang kita sudah resmi menjadi pasangan."
"Sejak kapan aku bilang iya untuk menjadi pacar kakak?"
"Mulutmu memang tak mengatakan iya. Namun apa yang sudah kita lalui sepanjang hari ini, merupakan jawaban terbaik yang kuterima. Tidak ada lagi Howie. Kamu tahu kalau aku pria yang posesif."
Grace tersenyum. "Ok, kak. Aku hanya milikmu."
Keduanya kembali berciuman. Sangat mesra dan penuh rasa cinta yang mendalam.
"Kak, cukup. Nanti kita tak bisa berpisah malam ini karena ciuman terus." Grace mendorong tubuh Caleb.
"Mungkin sebaiknya kita kembali ke apartemen."
"Kakak...!" Grace kembali menepuk dada Caleb.
"Ah, sakit Grace!" Caleb pura-pura merintih kesakitan.
"Maaf kak!" Grace jadi panik. Caleb langsung tertawa.
"Aku bercanda, Grace!"
"Ih...kakak ini!" Grace mencubit pinggang Caleb.
"Ah..,kali ini sakit beneran Grace."
"Rasakan!" Grace langsung cemberut sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Kakak merahnya hanya satu sudah mengeluh. Nah, aku tanda merahnya begitu banyak di dadaku dan leherku namun tak mengeluh."
"Itu tak sakit, sayang. Kan rasanya enak." kata Caleb dengan tatapan menggoda.
"Aku turun saja ya? Nanti kakak jadi mesum lagi."
Grace melepaskan sabuk pengamannya. Caleb menahan tangan Grace yang akan membuka pintu mobil.
"Sayang, cium dulu ya.."
Grace akan bicara namun Caleb sudah menarik tengkuknya dan menyesap bibir manis Grace dengan lembut. "Selamat malam kekasihku." bisik Caleb setelah mengahiri ciumannya.
"Selamat malam kekasihku." balas Grace malu-malu lalu segera membuka pintu dan turun dari mobil
Ia melambaikan tangannya pada Caleb lalu segera masuk ke dalam secara perlahan karena ia tahu sekarang sudah lewat jam 12 malam.
"Baru pulang, Grace?"
Grace kaget melihat daddynya masih duduk di depan TV seolah sedang menunggunya.
"Daddy?"
"Biasanya kalau pulang larut kamu akan telepon."
Grace mendekat dan langsung mencium pipi daddynya. "Maaf, dad. Aku lupa waktu karena terlalu asyik dengan teman-temanku."
"Mommy sempat khwatir karena kamu tak mengangkat teleponmu. Saat daddy memeriksa gps mobilmu, ternyata masih ada di apartemennya Gionino."
"Aku naik mobil dengan temanku, dad. Oh ya, mana mommy?"
"Mommy sudah tidur."
"Aku ke kamar dulu ya?" pamit Grace lalu segera melangkah meninggalkan daddynya.
__ADS_1
"Grace!"
Grace menoleh."Ada apa, dad?"
"Mengapa jalannya seperti itu? Kakimu sakit?"
"Eh.." Grace jadi gugup. "Tadi di rumah teman tak sengaja jatuh, dad. Tapi sudah diolesi minyak. Besok juga pasti sembuh." Kata Grace lalu kembali melangkah menaiki tangga. Ia berusaha berjalan sewajar mungkin sambil menahan rasa nyeri di inti tubuhnya. Hari ini ia dan Caleb bercinta sampai 3 kali.
Sesampainya di kamar, Grace langsung mengganti bajunya dengan piyama. Saat ia akan membaringkan tubuhnya, ada panggilan video call dari Caleb.
"Ada apa, kak?"
Caleb terlihat masih di mobil. "Tiba-tiba saja kangen kamu."
"Kak, kita belum juga 15 menit berpisah."
"Tetap saja kangen."
"Kak, aku ngantuk." Kata Grace sambil menguap. Ia memang merasa tubuhnya sangat lelah.
"Ya sudah. Tidur saja. Mimpikan aku ya?"
"Selalu, kak."
"I love you."
"Love you too."
Keduanya saling mengirimkan ciuman jarak jauh lalu mengahiri panggilan video callnya.
********
Pengambilan Video clip terbaru Keegan Manola berjalan dengan baik. Selama hampir 4 jam hari ini mereka habiskan untuk menyelesaikan pengambila gambar videoclip tahap pertama.
Keegan langsung menyeka keringat di wajahnya lalu ia meminta asistennya untuk membawa ponselnya. Ia segera menghubungi Zelina.
"Hallo, Keegan!" terdengar suara indah Zelina yang membuat hati Keegan bergetar.
"Kamu sudah tiba di London?"
"Ya. Tadi pagi jam 8. Ada apa?"
"Ada acara malam ini?"
"Memangnya ada apa?"
"Ingin mengajak kamu makan malam."
"Kayaknya aku tak bisa. Malam ini aku harus puasa untuk menjalani terapi pengobatan besok pagi."
"Kau ingin aku temani?"
"Tidak. Waktunya sangat lama. Memakan waktu sampai 6 jam. Aku tak mau menganggu pekerjaanmu."
"Besok aku free. Jadi boleh kan?"
"Baiklah. Terserah padamu saja."
"Aku akan menghubungimu besok pagi ya? Bye.." Keegan berdiri lalu mendekati sutradaranya.
"Jeff, besok belum ada syuting ya. Aku ada pekerjaan penting." kata Keegan.
"Terserah kamu saja."
Keegan tersenyum lalu ia menatap Julio, salah satu asistennya. "Aku tak ingin ada pekerjaan apapun besok hari."
"Tapi tuan, besok ada acara jumpa pers."
"Batalkan. Tunda 2 hari ke depan. Aku ada acara khusus besok."
"Baik, tuan." Julio menunduk hormat walaupun ia akhirnya menggaruk kepalanya karena banyak hal yang harus ia kerjakan jika jumpa pers dibatalkan.
Keegan segera menuju ke halaman parkir studio milik Jeff. Ia ingin pulang dengan mengendarai sendiri mobilnya. Saat ia melihat mobil Caleb, langkah Keegan terhenti. Ia melihat Caleb turun dan langsung memeluk Grace dan menciumnya dengan sangat mesra. Keegan menarik napas panjang. Inikah yang membuat Zelina menangis?
__ADS_1
Makasih sudah baca part ini
jangan lupa Like, komen dan vote ya