3 HATI 1 CINTA

3 HATI 1 CINTA
Chloe & Erhan


__ADS_3

"Sudah kau berikan tespack nya pada Chloe?" Tanya Ezekiel saat Faith memasuki kamar tidur.


"Aku belum berani, Eze. Chloe masih terlihat lemah karena keseringan muntah." Faith berdiri di depan jendela. Menatap butiran salju yang turun.


"Tapi kita harus segera mengetahui tentang kehamilannya itu."


"Bagaimana jika lelaki itu tak ada? Bagaimana jika itu hanya kisah satu malam saja dengan seorang pria? Kita tak pernah tahu siapa pacarnya. Kita juga tak tahu pergaulan Chloe saat dia ada di Paris. Ah, Eze, aku benar-benar pusing memikirkannya."


Ezekiel memelul istrinya dari belakang. "Aku yakin pergaulan Chloe tak seburuk itu, sayang. Pasti dia punya seseorang yang disukainya. Mungkin mereka sedang bertengkar sampai Chloe mabuk bersama Caleb"


Faith menyandarkan kepalanya di dada Ezekiel. "Kalau benar Chloe hamil, aku akan segera menjadi oma dan kau menjadi opa."


"Kau oma yang cantik."


"Dan kau opa yang ganteng."


"Daddy...bunda..., kalau mau bermesraan, ditutup dulu pintunya." Erland brrkacak pinggang di depan pintu.


Ezekiel dan Faith tertawa. "Ada apa, sayang?" Tanya Faith sambil melepaskan diri dari pelukan suaminya.


"Kak Chloe mencari bunda." Jawab Erland.


Faith dan Ezekiel bergegas ke kamar Chloe yang ada di lantai 2. Ini memang sudah hari keempat sejak si kembar pulang dalam keadaan mabuk.


"Chloe sayang....!" Panggil Faith saat memasuki kamar Chloe. Di lihatnya Chloe sedang duduk di depan meja riasnya sambil menyisir rambut panjangnya.


"Bunda, aku ingin sekali makan bubur Manado. Di mana ya bisa mendapatkannya?" Ujar Chloe membuat hati Faith semakin yakin kalau anaknya ini sedang hamil. Setiap kali mereka pulang ke Manado, Chloe hanya selalu makan bakso atau nasi goreng. Ia tak terlalu suka dengan bubur Manado.


"Bunda akan mencari bahan-bahannya di toko Asia. Sayang, kau temani Chloe ya, biar aku dan Erland yang pergi ke toko." Kata Faith sambil memberi isyarat dengan matanya agar Ezekiel berbicara dengan Chloe.


"Daddy, aku mau berbaring sebentar. Kepalaku sakit lagi." Kata Chloe.


Ezekiel membantu Chloe kembali ke tempat tidurnya.


"Daddy jangan pergi." Chloe menahan tangan papanya yang akan pergi.


"Ok. sayang." Ezekiel duduk di tepi tempat tidur. Dia pikir ini kesempatannya untuk berbicara dengan Chloe.


Chloe tidur sambil memegang tangan papanya. Ezekiel jadi ingat kebiasaan Chloe yang tidur seperti ini mengingatkan Ezekiel akan masa kecil Chloe. setiap kali ia sedih, ia akan meminta Ezekiel untuk menemaninya tidur sambil berpegangan tangan.


"Sayang, ada sesuatu yang ingin kau ceritakan pada daddy?"


Chloe diam. Ia sebenarnya tahu ada sesuatu yang terjadi pada tubuhnya. Apa yang ditanyakan oleh bibi Helena terus bermain di kepala Chloe. Apakah kamu sudah dapat haid bulan ini???


Sesungguhnya Chloe belum mendapatkan tamu bulanannya itu. Itu. Kedatangan Erhan di hari ulang tahunnya secara mendadak membuat Chloe lupa meminum pil anti hamilnya. Erhan juga tak memakai pengaman.


"Dad....!" Panggil.Chloe sambil membuka matanya.


"Yes baby."


Air mata Chloe perlahan mengalir. Ia begitu takut mengutarakan isi hatinya. Ia sudah lama tak bercerita dengan daddynya.


"Nothing!" Chloe menutup matanya kembali. Ia memegang tangan Ezekiel begitu erat.


"Siapa pria itu, Chloe?"


Chloe semakin keras menangis. Ia yakin kalau kedua orang tuanya pasti sudah curiga bahwa Chloe mungkin hamil.


"Dad...!" Chloe perlahan bangun. Ia duduk dan menyandarkan kepalanya di bahu daddynya.


"Dad ingin kau jujur, Chloe. Selama ini dad tak pernah mengenal pacarmu.


"Tapi ini belum tentu benar, dad."

__ADS_1


"Tunggu sebentar." Ezekiel keluar dan menuju ke kamarnya. Ia mengambil tespack yang sudah disiapkan oleh istrinya. Ia kembali ke kamar putrinya dan memberikan tespack itu pada Chloe.


"Tes dulu. Apapun hasilnya kita tetap akan bicara."


"Dad....!"


"Daddy tahu kalau kamu juga merasakan ada yang lain pada tubuhmu kan? Jadi sekarang, lakukan tes ini." Suara Ezekiel terdengar tegas dan tak ingin dibantah. Chloe pun segera turun dari tempat tidur dan segera ke kamar mandi.


5 menit kemudian.....


Tangis Chloe semakin dalam melihat dua garis berwarna merah itu. Ia memegang perutnya. Ia gembira saat tahu kalau diperutnya ada mahluk kecil yang sementara tumbuh. Namun apakah Erhan akan senang sementara di sana ada Amora yang mungkin juga sedang hamil?


Saat pintu kamar mandi terbuka, Chloe keluar perlahan. Tangannya memegang tespack. Ia mendekati daddynya yang sedang duduk di sofa. Menunggu dengan wajah yang terlihat kurang sabar. Chloe mengenal daddynya. 80 % sifat daddynya menurun pada Caleb.


"Bagaimana?" Tanya Ezekiel.


"Positif, dad." Jawab Chloe dengan bibir yang sedikit bergetar.


"Ambil hp mu."


Chloe mengambil hp nya yang memang ada di atas meja. Ia duduk di depan daddynya.


"Telepon laki-laki itu dan suruh dia datang ke sini. Dunia boleh modern dengan segala kecanggihannya yang mengikis moralitas. Namun daddy tak ingin anak ini lahir tanpa ayah."


"Kami sudah putus, dad."


"What?"


"Aku akan membesarkannya sendiri."


"Chole, apakah kamu sudah gila?"


"Maafkan aku, daddy."


Air mara Chloe jatuh. "Ini hanya kisah satu malam saja, dad. Maafkan aku..." Chloe segera berdiri Ia naik ke atas tempat tidur. Menutup tubuhnya dengan selimut.


"Aku ingin sendiri, dad." Kata Chloe saat Ezekiel memegang bahunya.


Ezekiel langsung keluar. Ia membiarkan Chloe sendiri.


Di dalam kamarnya Chloe masih terus menangis. Ia takut mengatakan siapa ayah dari anaknya karena ia tahu daddynya pasti akan sangat marah. Dan Chloe tahu hal terburuk yang akan di lakukan oleh Ezekiel Thomson dengan semua pengawalnya itu.


*********


Erhan menggu hasil tes DNA. Sudah 3 hari dia menantikan ini dengan hati yang dilingkupi kerinduan pada Chloe. Baru kali ini Erhan merasakan kerinduan yang sangat dalam pada seorang gadis.


Dokter Ikham masuk ke ruangannya dengan sebuah sampul di tangannya.


"Bagaimana hasilnya?" Tanya Erhan dengan nada tak sabar.


Dokter Ikham adalah dokter terpercaya di Turki ini. Erhan sengaja memilihnya karena tak ingin kalau mamanya memanipulasi hasilnya nanti. Makanya Erhan tak mengatakan siapa dokter yang akan memeriksa DNA anak itu.


"Bagaimana hasilnya?"


Dokter Ikham membuka amplop itu. "Hasilnya negatif. Anak itu bukan anakmu."


Erhan bernapas lega. Ia menjabat tangan dokter Ikham, menerima amplop itu dan segera pulang ke rumahnya.


Dalam perjalanan, Erhan menelepon Chloe. Berulang kali dicoba namun Chloe tak menjawab panggilan Erhan.


Sesampai di rumahnya, terlihat mama, papa dan Amora sedang duduk di ruang tamu. Arnold segera melempar amplop coklat yang ada di tangannya ke depan Amora.


"Baca!"

__ADS_1


Amora membuka amplop itu dengan tergesa-gesa. Matanya membulat tak percaya membaca hasilnya.


"Tidak mungkin! Kamu pasti merekayasa hasilnya. ini adalah anakmu." Kata Amora dengan sangat yakin. Tepat disaat itu ponselnya berbunyi. Amora terkejut melihat kalau itu dari Veily pasangan lesbiannya.


"Hallo...!" Sapa Amora setelah menjauh.


"Apa kabar, sayang? Apakah suamimu sudah membawa hasil tesnya?"


"Ya. Tapi mengapa hasilnya ini bukan anak Erhan?"


Veily tertawa. "Tentu saja. Karena malam itu yang tidur denganmu bukanlah Erhan. Tapi salah satu sekurity yang ada di apartemen itu. Aku menyewanya setelah kamu tertidur karena obat itu dan dia menikmati tubuhmu sayang."


"Apa maksudmu? Kamu jangan gila, Veily!"


"Aku benci padamu karena menikah dengan Erhan. Makanya aku membalaskan dendamku padamu. Selamat menikmati masa-masa kehamilanmu, sayang. Bye....!"


"Veily...!" Teriak Amora frustasi. Ia memukul-mukul perutnya sendiri. Ia berteriak histeris membuat Erhan dan orang tuanya mendekati dia.


"Ada apa Veily?"


"Aku benci anak ini. Aku benci...! Aku tidak mau melahirkannya.....!" Amora menjadi frustasi. Ia berteriak semakin keras.


Erhan memandang mamanya."Mommy, saatnya minta maaf pada Chloe."


********


2 hari kemudian....


"Chloe, apa benar anak ini adalah kisah satu malammu dengan seorang lelaki? Apakah pergaulanmu sudah seliar itu?" Tanya Faith ssdikit emosi. Dia sudah menunggu selama 2 hari namun Chloe tak juga mengatakan siapa ayah dari anak yang di kandungnya.


Chloe yang sedang duduk di ruang tamu hanya tertunduk dengan jari tangannya yang saling bertautan. "Maafkan aku, bunda."


"Kalau sudah begini harus bagaimana?" Air mata Faith jatuh.


"Aku akan ke Swiss. Keegan sudah meminjamkan vila keluarganya di sana. Aku akan melahirkan di sana saja."


"Itu bukan solusi, Chloe." Kata Ezekiel.


"Dad, aku akan memalukan keluarga Thomson jika melahirlan tanpa suami di sini. Makanya lebih baik aku pergi." Kata Chloe sambil terus menunduk.


"Aku setuju dengan daddy. Itu bukan solusi, Chloe." ujar Caleb. "Kalau memang kau tak mengingat siapa lelaki itu, aku akan tetap mendampingimu, menemanimu dan menjagamu bersama dengan anakmu itu. Kau jangan takut."


Chloe memeluk Caleb yang duduk di sampingnya.


"Aku juga akan menjagamu, kak." Kata Erland. "Aku akan menjadi paman yang baik bagi anakmu."


Tepat di saat itu, bel pintu berbunyi. Erland langsung berdiri dan membukakan pintu karena semua pelayan sedang makan malam di rumah belakang.


Faith dan Ezekiel terkejut melihat siapa yang datang. Shane Taylor dan istrinya Nolita Taylor, juga anak mereka Erhan Taylor.


"Ada apa ya keluarga Taylor datang ke sini?" sambut Ezekiel sambil berdiri dan memeluk hangat Erhan dan ayahnya secara bergantian.


Setelah semuanya duduk, Shane Taylor pun berbicara. "Kami ke sini untuk melamar Chloe buat anak kami Erhan."


"Apa? Jadi kamu yang membuat Chloe hamil?" teriak Ezekiel dan tanpa di duga ia.langsung melayangkan satu tamparan di wajah Erhan.


"Ezekiel...!" Teriak Faith kaget.


"Daddy!" seru Chloe, Caleb dan Erland bersamaan.


Wah....gimana ya...tanggapan Erhan saat tahu Chloe hamil......


Jangan lupa Like, Komen dan Vote ya

__ADS_1


__ADS_2