
Grace memarkir mobilnya di depan serambi depan. Ia baru saja mengantar Zelina ke apartemennya. Mereka memang memutuskan pergi untuk memberi ruang bagi Chloe bersama saudara kembarnya itu.
Hati Grace semakin sakit membayangkan Caleb yang memegang tangan Zelina sambil menunjukan kekhawatirannya karena kenekatan Zelina yang mencari Celeb.
Aku tak seberani Zelina yang mencari orang yang disukainya. Aku hanya bisa berdiam dalam ketakutanku. Aku memang tidak cocok untuk Caleb. Ah, Grace....mengapa kau tak sanggup juga melepaskan Caleb dalam hidupmu?
Grace turun dari mobilnya lalu melangkah masuk ke dalam mansion.
"Good morning!"
Grace menoleh dengan kaget. "Howie?"
Cowok berwajah lembut itu tersenyum.
"Kalian bicara berdua ya? Tante mau ke dalam dulu." Pamit Maura.
Grace menatap punggung mamanya yang menghilang di pembatas ruang tamu dan ruang keluarga.
"Bagaimana kau bisa ke sini? Bukankah kau bilang akan pergi selama 9 bulan?" Tanya Grace lalu mendekati Howie. Tanpa diduga, cowok itu menarik Grace untuk ada dalam pelukannya.
"I miss you!" bisiknya lembut.
Grace melepaskan pelukannya. Ia agak risih dipeluk oleh Howie.
"Ayo duduk!" Kata Grace sedikit malu.
Howie memilih duduk di samping Grace sambil terus memandang gadis cantik itu.
"Aku mendapatkan libur selama 1 minggu sebelum melanjutkan latihanku. Pesawatku tiba tadi malam. Dan paginya aku langsung ke sini. Bagaimana keadaan Caleb?" Tanya Howie melihat Grace hanya diam saja.
"Operasi di kakinya berjalan baik."
"Syukurlah."
"Kulitmu agak hitam."
Howie senang karena Grace memperhatikan kulitnya.
"Kami latihan di bawa terik matahari dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore." Kata Howie sambil tersenyum.
"Pasti melelahkan."
"Ya. Namun tiap kali melihat fotomu, rasa lelahku hilang."
Grace terkekeh. "Oh ya, kamu sudah dibuatkan minum?"
"Sudah. Mommy mu yang siapkan. Besok malam ada acara di istana. Maukah kau ikut denganku?"
"Acara apa?"
"Pesta dansa."
"Baiklah. Jam berapa?"
"Jam 7 malam aku akan menjemputmu." Kata Howie sambil mengeratkan genggaman tangannya. Grace ingin menariknya namun dia merasa tak enak. Biarlah Howie memegang tangannya.
Maura yang mengintip dari balik dinding dapat melihat ada sesuatu sesuatu yang disembunyikan putrinya.
"Sayang....!" Panggil Ben membuat Maura bergegas ke ruang makan.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Ben.
"Melihat Grace dan Howie."
__ADS_1
"Anak pacaran kenapa dijaga? Malu, ah."
Maura duduk di depan suaminya. "Mereka nggak pacaran, sayang. Aku justru melihat kalau Grace seperti terpaksa menerima Howie. "
"Dulu kamu juga terpaksa menerimaku. Namun dengan berjalannya waktu, kamu justru tergila-gila padaku."
"Cih, memangnya hanya aku saja yang tergila-gila padamu?" Maura mencibir.
Ben tersenyum. Ia meraih tangan Maura dan menggenggamnya erat. "Aku juga sangat tergila-gila padamu. Bahkan aku akan menjadi gila jika tidak bisa memilikimu."
"Mommy.., daddy..., seperti anak muda saja.!" Gionino menggelengkan kepalanya. Ia yang kini sudah berusia 18 tahun saja tak pernah melakukan sikap yang lebay pada pacarnya.
"Memangnya kamu dan pacarmu tidak pernah bermesraan?" Tanya Ben.
"Ada. Tapi tidak seperti sikap daddy ke mommy." Ujar Gionino lalu duduk di samping mommynya untuk sarapan.
Maura tersenyum. Putranya keduanya kini sudah berusia 18 tahun. Tampan karena dalam dirinya mengalir darah bule dan Indonesia. Terkenal, bukan karena ia cucu Bryan Aslon, melainkan karena aktingnya diakui oleh dunia internasional. Tahun lalu, Gionino mendapatkan oscar pertamanya sebagai pemain termuda.
"Ada kegiatan hari ini, sayang?" Tanya Maura lalu menyiapkan sarapan putranya itu.
"Hanya wawancara di salah satu stasiun TV saja." Kata Gionino lalu mulai memasukan makanannya ke mulut.
"Tawaran filmnya kamu terima?" Tanya Ben.
"Syutingnya ada di 3 negara, dad. Aku tolak saja. Masih ingin konsentrasi dulu dengan kuliahku. Nanti kebanyakan bolos kuliah."
"Baguslah kalau kau lebih mementingkan pendidikanmu. Dulu daddy juga begitu. Walaupun sudah mendapatkan banyak uang dari hasil foto namun daddy tetap menyelesaikan kuliah sampai S2. Lalu pacarmu si model itu, kenapa tidak pernah diajak ke sini?" Ben menatap putranya.
Gionino akan menjawab namun kalimatnya terhenti melihat Grace dan Howie yang memasuki ruang makan.
"Dad, mom, Howie mau pamit untuk pulang." Kata Grace.
Maura dan Ben sama-sama mengangguk.
"Tentu saja kami mengijinkan." Sahut Ben cepat.
"Terima kasih. Selamat pagi semua." Howie menunduk hormat dan segera melangka pergi diikuti oleh Grace yang hendak mengantarnya sampai ke pintu depan.
"Kak Grace dengan Howie? Aku pikir dia tidak akan melupakan Caleb seumur hidupnya." Ujar Gionino.
"Jangan bicara seperti itu. Daddy yakin kalau kakakmu sedang membuka hati untuk cowok lain. Grace harus tahu kalau di dunia ini banyak pria tampan yang menginginkannya."
Grace yang sudah kembali menatap papa, mama dan adiknya.
"Jangan salah duga, ya. Aku dan Howie hanya berteman." Kata Grace lalu segera menaiki tangga menuju ke kamarnya.
Ia membanting tubuhnya ke atas kasurnya. Matanya memandang langit-langit kamar sambil pikirannya menerawang entah kemana.
Apakah keputusannya untuk menerima tawaran Howie sudah tepat? Karena Zelinalah yang lebih cocok menemani Caleb. Zelina mampu berjuang untuk Caleb.
Grace mengacak rambutnya dengan hati yang galau. Apakah aku bisa melepaskan Caleb agar dia bersama Zelina?
***********
Caleb sudah tidur. Chloe menyeka keringat di dahi saudara kembarbya itu dengan penuh sayang.
"Chloe, sebaiknya kamu pulang ke mansion dan beristirahat. Sejak tiba tadi pagi, kamu belum istirahat." Kata Faith pada putrinya. Ezekiel dan Erland sudah pulang dan Erhan juga tak lama setelah Grace dan Zelina permisi pulang, dia pun ikut pulang.
"Bunda saja yang istirahat. Aku mau menjaga Caleb. Rasanya tak tenang jika harus di rumah saja." Kata Chloe lalu ia duduk di sofa yang tersedia di kamar itu.
Faith yang duduk di depan anaknya bertanya, " Chloe, mengapa kamu dan tuan Taylor bisa bersama?"
Deg!
__ADS_1
Chloe kehilangan kata-kata. Ia belum siap mengatakan tentang hubungannya dengan Erhan.
"Aku ketemu dengannya di Paris. Saat aku sedang cari pesawat untuk datang ke London, ia pun menawarkan naik di pesawat pribadinya." Chloe tak enak hati membohongi bundanya.
"Kalian tidak ada hubungan khususkan? Bunda harap kamu tahu kalau dia sudah menikah. Lagi pula usiannya jauh di atasmu."
Chloe menelan salivanya yang terasa pahit. Perkataan bundanya sangat menyayat hati.
"Bunda, yang aku dengar tuan Taylor dan istrinya sudah cerai."
"Walaupun dia sudah cerai namun bunda tak suka. Bagi bunda, pernikahan itu sekali seumur hidup."
Chloe menekan beban di hatinya. Ia sungguh sedih membayangkan orang tuanya akan menolak hubungannya dengan Erhan. Haruskah ia sembunyikan hubungan ini?
*********
Ruang pesta sudah ramai. Para bangsawan dan orang-orang terkenal hadir di sini. Ini adalah acara tahunan. Mereka melaksanakan acara pesta dansa untuk semua golongan usia.
Sejak mereka tiba di sini, pasangan Howie dan Grace sudah menjadi sorotan. Banyak gadis yang kelihatan kecewa karena Howie sama sekali tak mau mengganti pasangan dansanya.
Gerakan Grace yang begitu lembut dan terlihat ahli dalam mengikuti alunan musik, sangat cocok dengan Howie yang ternyata sangat pintar berdansa.
"Nona Aslon, kau memang secantik yang Howie katakan." Kata Putri Katty, ibunda Howie.
"Terima kasih nyonya."
"Panggil aku dengan sebutan mama Katty. Walaupun kau belum menerima lamaran anakku namun aku sudah suka padamu.." Katty memeluk Grace dengan hangat.
"Tapi..." Grace bingung.
"Mommy Katty."
"Bakklah momny katty."
"Nah, begitu lebih cantik kedengarannya. Mommy tinggal dulu ya.." Pamit Katty.
"Ayo kita ke balkon!" Ajak Howie sambil memegang tangan Grace.
Saat keduanya sudah di balkon, tiba-tiba terdengar suara ledakan kembang api.
"Cantiknya....!" Grace terpesona menatap kembang api itu, namun Howie justru sedang menatap gadis itu tanpa berkedip. Hatinya berbunga. Ia ingin sekali memiliki gadis itu.
"Grace...!" panggil Howie.
Grace menoleh.
Tangan Howie menangkup pipi Grace.
"Kau cantik!" puji Howie lalu segera mencium Grace.
Grace terkejut dicium oleh Howie. Ia sama sekali tak membalas ciuman itu. Namun ia juga tak menolaknya. Atau lebih tepat tak berani menolak dan membuat Howie tersinggung.
Tak jauh dari situ, ada 2 orang cewek yang sedang merekam ciuman itu. Keduanya tersenyum senang. Mereka adalah Holly dan Helena, adik kembar dari Howie. Mereka senang karena kakak mereka akhirnya punya pacar lagi.
********
Trending pagi ini pun menghebohkan satu kota
Pangeran Howie akhirnya punya pacar.
Bagaimana tanggapan Caleb saat melihat video itu?
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE
__ADS_1