
Seperti biasa, saat keduanya larut dalam ciuman yang panjang, tak ada yang mau mengahirinya lebih dulu. Caleb akan terus menyesap manisnya bibir Grace demikian juga Grace akan membalas ciuman itu dengan gerakan yang sama.
"Kak...!" Perlahan Grace melepaskan pelukannya. Napasnya jadi terengah-engah. Ia menyandarkan kepalanya di dinding sementara kepala Caleb ada di bahu gadis itu. Bersandar di sana sambil menghirup harum tubuh Grace.
"Kita harus bicara, Grace!"
"Besok, kak. Kita akan bicara besok."
"Kenapa harus besok, Grace?" Caleb mengangkat wajahnya dan menatap Grace dengan bingung.
"Kita harus kembali ke pesta, kak. Kakak pasti dibutuhkan di sana."
"Aku ingin kita bicara sekarang. Lagi pula pestanya hampir selesai. Grace aku men..."
"Ada Zelina, kak." Grace menutup mulut Caleb dengan satu tangannya. Ia menggelengkan kepalanya.
"Kenapa memangnya kalau ada Zelina?" tanya Caleb sambil menarik tangan Grace yang menutup mulutnya.
"Dia akan sedih melihat kita seperti ini."
"Zelina kan bersama Mark? Dia sudah punya hubungan dengan cowok itu."
"Mereka tidak pacaran."
"Dari mana kamu tahu?"
"Aku mendengar mereka berdua bicara. Zelina lakukan itu agar kakak tak lagi mendekatinya."
Caleb mengerutkan dahinya."Maksudnya?"
"Karena Zelina..." Grace bingung. Haruskah ia mengatakan tentang sakitnya Zelina? Apakah pantas ia mengatakan ini pada Caleb?
"Kakak tanyakan saja sendiri pada Zelina. Apa alasannya sampai dia harus pura-pura berpacaran dengan Mark." Grace akan melangkah namun tangan Caleb memegang pinggangnya.
"Grace...!"
Grace melepaskan tangan Caleb dari pingangnya. "Kak, bicaralah dulu dengan Zelina sebelum kakak mencium aku lagi." Lalu gadis itu melangkah dengan cepat meninggalkan Caleb yang masih bingung dengan kata-kata Grace.
10 menit sebelum itu.....
Zelina menyusul Grace ke toilet karena dia ingin memperbaiki rambutnya yang dirasanya agak berantakan. Mark secara tiba-tiba harus meninggalkan pesta karena ayahnya mendapat serangan jantung dan dilarikan ke rumah sakit. Langkah Zelina terhenti saat melihat ada pria dan wanita yang berciuman tak jauh dari situ. Sekalipun tak melihat wajah prianya karena membelakangi Zelina, namun dari pakaian yang mereka kenakan, Zelina tahu kalau itu adalah Grace dan Caleb.
Hati Zelina bagaikan ditusuk seribu pisau yang tajam. Lututnya gemetar dan hampir tak bisa menahan berat tubuhnya. Caleb memang pernah menciumnya namun tak seperti ciuman Caleb pada Grace. Ciuman diantara keduanya terlihat begitu saling mendamba dan penuh hasrat. Tangan Caleb begitu kuat menekan tengkuk Grace sementara tangannya yang satu begitu posesif memeluk pinggang Grace.
Air mata Zelina jatuh tanpa bisa ditahannya. Ia langsung membalikkan badannya karena ciuman itu tak juga berhenti. Ia berlari keluar dari ballroom hotel itu sambil terisak dengan keras.
__ADS_1
Di depan pintu, ia justru berpapasan dengan Keegan.
"Hei manis...., kamu kenapa?" Keegan mengikuti langkah Zelina yang keluar dari pintu belakang ballroom hotel ini. Tangannya langsung memegang lengan Zelina dengan lembut.
Zelina menangis sekeras-kerasnya. Ia butuh sesuatu untuk mengeluarkan sesak di dadanya. Selama ini Zelina sudah memantapkan hatinya kalau memang Caleb akan memilih Grace maka Zelina akan menerimanya dengan lapang dada. Namun ternyata saat melihat mereka berciuman, Zelina tak bisa menahan rasa sakit di hatinya.
Keegan tak tahan melihat Zelina menangis seperti itu. Hati Keegan jadi ikut terluka. Ia menarik tubuh mungil Zelina dan membungkusnya dalam pelukan hangat tubuh kekarnya. Tangannya secara alami bergerak membelai punggung Zelina yang polos karena gaun yang dipakainya memang agak terbuka di bagian belakangnya.
Seakan mendapat kekuatan dari pelukan Keegan, Zelina semakin erat memeluk pinggang Keegan. Kepalanya bersandar di dada keras Keegan.
"Menangislah jika itu bisa membuatmu lega."
Agak lama Zelina menangis dalam pelukan Keegan. Sampai akhirnya gadis itu sadar. Keegan tak begitu akrab dengannya. Walaupun Keegan beberapa kali ikut Caleb liburan ke Manado, namun Zelina tak pernah dekat dengan Keegan karena pembawaan cowok itu sangat kalem dan lebih suka melihat dan tak banyak bicara.
Sebenarnya sifat Keegan hampir sama dengan Caleb. Namun Caleb pada Zelina selalu penuh perhatian. Caleb pendiam namun tatapannya tajam sementara Keegan pendiam namun tatapannya lembut.
"Maafkan, aku. Bajumu jadi kotor." Zelina melepaskan pelukannya dan menatap kemeja Keegan yang basah karena air matanya.
Keegan tersenyum. Ia menatap mata Zelina. Mata yang sedikit bengkak dan sembab itu sangat jelas terluka. Tangan Keegan terulur, membersihkan sisa air mata di wajah cantik Zelina.
"Ayo kita duduk sebentar !" Ajak Keegan sambil menarik tangan Zelina ke bangku taman. Zelina tak menolak. Keegan pun menghubungi anak buahnya untuk membawakan air mineral. Tak sampai 5 menit, salah satu anak buah Keegan sudah membawakan 2 botol air mineral.
"Minumlah! Air putih akan membuat pikiran kita menjadi sedikit tenang." Kata Keegan. Ia membuka tutup botolnya dan memberikannya pada Zelina.
Zelina meminum air itu sampai habis. Ia merasa haus karena terlalu banyak menangis. "Sudah sedikit lega?" Tanya Keegan.
Zelina mengangguk.
Zelina hanya terkekeh. "Wajahku kelihatan menakutkan ya?"
"Sedikit menakutkan, sih. Hanya saja tetap kelihatan cantik di mataku."
Air mata Zelina kembali mengalir. Namun gadis itu tertawa juga. "Aku seharusnya tak boleh menangis. Aku kan sudah tahu bahwa suatu saat nanti bukan aku yang akan dipilih olehnya." Zelina menghapus air matanya dengan kasar. "Tapi tetap saja rasanya sakit."
"Boleh aku memelukmu lagi?" Tanya Keegan dengan lembut.
Zelina mengangguk. Ia membiarkan Keegan memeluk tubuhnya. Tangis Zelina kembali pecah.
Bahunya bahkan terguncang sangat kuat. "Keegan, bajumu akan bertambah kotor."
"I dont care, baby. Cry until you feel relieved."
Zelina pun menumpahkan seluruh rasa sedih dalam hatinya. Setelah ia kembali lega, Keegan menelepon asistennya yang bernama Zee agar membawa peralatan make up nya yang memang selalu ia bawa kemana-mana. Zee ternyata seorang lelaki bertubuh gemulai dengan gaya seperti seorang perempuan.
"Tolong dandani dia lagi supaya kelihatan segar." Kata Keegan.
__ADS_1
Hanya 10 menit saja, Zee kembali menyulap wajah Zelina menjadi cantik. Walaupun tak bisa menghilangkan matanya yang sembab dan hidungnya yang merah karena terlalu banyak menangis.
"Makasi, Zee." Kata zelina.
"Its ok, baby." Zee langsung pergi sambil mengedipkan matanya ke arah Keegan.
"Cantik, bos!" ucapnya sebelum menghilang dibalik pintu samping.
"Kita masuk ke dalam lagi?" Tanya Keegan.
"Ok."
"Boleh kita berdansa jika sudah di dalam?"
"Boleh." Jawab Zelina sambil tersenyum.
Saat mereka masuk, ruang pesta kini tertinggal para kawula muda. Tamu-tamu Elite yang usianya sudah lansia, sepertinya sudah meninggalkan ruang pesta.
"Lagunya tepat. Kita dansa sekarang ya?" Ujar Keegan sambil menarik tangan Zelina menuju ke lantai dansa dimana si pengantin dan beberapa pasangan lainnya sudah berdansa.
"Ok. Tapi aku bukan pedansa yang baik." Kata Zelina sedikit malu.
"Aku akan mengajarimu." Kata Keegan sambil meletakan tangan kanan Zelina dipundaknya dan tangan kiri Zelina digenggamannya sambil ditarik ke atas.
Keduanya berdansa sambil saling tersenyum. Bwberapa pasang mata terlihat menatap Zelina dengan rasa iri. Keegan sejak tadi menolak setiap ajakan untuk berdansa. Sekarang ia justru dengan mesranya berdansa dengan seorang gadis.
Tak jauh dari situ, Arnold tersenyum menatap putranya. Sementara Caleb menatap Zelina dengan sedikit bingung. "Mengapa gadis itu bisa berdansa dengan Keegan? Bukankah tadi ia datang bersama Mark?
*********
Suasana pesta dan segala bentuk kemeriahannya sudah selesai.Chloe bahkan sudah tertidur dalam pelukan Erhan saat keduanya sukses melewati malam pengantin dengan sedikit panas karena sudah hampir 2 bulan tak saling menyentuh. Untunglah kamar Chloe kedap suara, karena suara desahan keduanya seakan memenuhi seluruh bagian kamar Chloe.
Sementara Caleb, dikamarnya sama sekali belum bisa memejamkan matanya. Kata-kata Grace masih terngiang-ngiang di telinganya.
"Kak, bicaralah dulu dengan Zelina sebelum kakak mencium aku lagi."
Caleb mencoba mencari tahu apa maksud perkataan Grace. Sebenarnya ada apa dengan Zelina? Apakah ada sesuatu yang Grace sembunyikan? Apakah ini tentang sakitnya Zelina?
Caleb menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ia hampir saja mengucapkan perasaannya pada Grace. Namun gadis itu berusaha menceganya .Ada apa? Apakah Grace sudah tak mencintainya dan sudah membuka hati untuk Howie? Ataukah karena sesuatu yabg berhubungan dengan sakitnya Zelina?
******
Di kamar apartemennya, Keegan Manola memandang foto seorang gadis yang sejak dulu sudah disukainya. Zelina, adalah gadis yang sudah disukai oleh Keegan semenjak mereka ketemu di Bali untuk pertama kali. Keegan suka dengan wajah cantik Zelina yang selalu tersenyum. Keegan suka rambut sebahu Zelina dan cara gadis itu berjalan.
Namun semua itu hanya Keegan simpan dalam hatinya saja. Caleb, saudara sepupunya, seolah sudah menandakan kepemilikannya pada Zelina. Tadi saat melihat Zelina menangis, hati Keegan memberontak. Dia langsung memeluk Zelina. Dia ingin Zelina merasa tenang. Keegan menarik napas panjang sambil.menatap foto Zelina yang secara diam-diam diambilnya saat makan siang untuk merayakan kelulusan Caleb.
__ADS_1
Akankah Zelina membalas perasaan Keegan dan melupakan Caleb? Bagaimana Caleb akan tahu penyakitnya Zelina???
like, komen dan vote ya