3 HATI 1 CINTA

3 HATI 1 CINTA
Rencana Punya Anak


__ADS_3

Keduanya baru saja selesai mandi, bel pintu berbunyi. Caleb segera membukanya sambil memakai jubah mandi, sementara Grace masih mengenakan jubah yang sama juga.


"Zelina?" Caleb terkejut saat melihat siapa yang berdiri di depan pintu.


"Apakah aku mengejutkanmu?"


Caleb tersenyum. Ia melebarkan daun pintu. "Masuklah. Aku mau ganti pakaian dulu."


Zelina duduk di sofa, sementara Caleb menuju ke kamar tidur.


"Siapa?" Tanya Grace.


"Zelina."


"Wah, aku nggak punya baju ganti. Masa harus pakai lingre."


Caleb tersenyum. Ia mengambil koper Zelina yang sebenarnya ia sembunyikan di bawa ranjang.


"Kakak, sejak semalam kamu mainin aku ya?" Grace jadi kesal.Namun mengingat ada Zelina di ruang tamu, ia segera membuka koper itu, mengambil baju dan segera memakainya. Ia pun menyisir rambutnya dan segera menemui Zelina.


"Hai...!" Grace terlihat agak kikuk berhadapan dengan Zelina. Entahlah, walaupun ia tahu kalau Zelina sudah tulus melepaskan Caleb, namun membayangkan dirinya bercinta dengan Caleb semalam, membuat ia menjadi malu.


"Kalian baru bangun ya?" tebak Zelina.


"Ya. Kak Caleb...." Grace tak dapat meneruskan kalimatnya. Haruskah ia katakan kalau Caleb mengajaknya bercinta pagi ini lagi?


"Aku mengerti." Zelina mengulum senyumnya. Ia melihat di leher Grace ada beberapa kissmark.


Caleb ikut bergabung bersama mereka. "Aku sudah memesan makanan. Entahlah apakah ini makan pagi atau makan siang." Caleb jadi bingung karena sekarang sudah jam 11 siang.


"Yang penting makanannya enak." Ujar Zelina sambil mengusap perutnya. "Aku memang sudah lapar."


"Di mana Keegan?" Tanya Grace spontan membuat Zelina heran.


"Kalian tahu?"


"Keegan mengirim fotonya padaku. Ia sedang memelukmu yang tertidur di dadanya." Kata Caleb membuat pipi Zelina agak memerah.


"Ya. Aku bersamanya semalam. Namun tak terjadi apa-apa. Kami hanya ingin membuat kenangan terakhir."


Grace jadi sedih. "Setelah ini, kau akan kemana?"


"Aku akan jalan-jalan sebentar di London ini sebelum akhirnya kembali ke Manado atau ke Cina. Ada beberapa pekerjaan yang akan kukerjakan di sana." Kata Zelina.

__ADS_1


"Keegan mencintaimu!" Ujar Grace.


"Aku juga mencintainya. Namun aku tahu, cinta tak selamanya harus memiliki. Putri Sofia adalah wanita terbaik untuknya. Kami memang tak berjodoh." Zelina terlihat sedih. Namun beberapa saat kemudian ia langsung tersenyum dan menatap Grace dan Caleb secara berhantian. "Kalian akan punya anak berapa?"


Grace dan Caleb saling berpandangan. "Belum tahu." jawab mereka kompak.


"Jangan lupa berikan nama Zelina jika dia perempuan ya?" Ujar Zelina dengan mata yang berbinar. "Aku tak bisa membayangkan betapa cantik dan gantengnya anak-anak kalian. Gabungan dari keluarga Thomson dan keluarga Aslon."


Makan siang pesanan Caleb pun datang. Mereka menikmatinya bersama sambil sesekali tertawa karena Zelina menceritakan pengalaman lucunya saat ada di Cina. Terutama tentang bahasa Cina yang akhirnya bisa Zelina kuasai.


Selesai makan siang, Zelina pamit untuk ke kamarnya.Ia pun tahu kalau pasangan itu membutuhkan waktu untuk berdua saja.


Setelah Zelina pergi, Grace dan Caleb masih duduk bersama di dekat kolam sambil menikmati siang di akhir musim semi. Setelah Grace terlihat menguap beberapa kali, keduanya kembali masuk ke dalam kamar dan membaringkan tubuh mereka di atas ranjang.


"Sayang, apakah Keegan nantinya akan bahagia jika bersama Sofia?" Tanya Grace sambil menyandarkan kepalanya di dada Caleb.


"Pasti tidak! Keegan mencintainya Zelina. Namun harus bagaimana lagi? Ia adalah seorang pangeran yang punya tanggungjawab besar untuk kerajaannya. Sofia dianggap sebagai pasangan terbaik untuk Keegan."


Grace tidur tertelungkup sambil menopang pada kedua siku tangannya sehingga bisa menatap wajah suaminya. "Apakah Zelina akan bertemu laki-laki lain dalam hidupnya?"


Caleb membelai wajah Grace. "Aku yakin, Tuhan akan memberikan jodoh terbaik padanya. Sekarang, mari kita pikirkan apa yang Zelina tanyakan tadi."


"Apa?"


"Ha?" Wajah Grace langsung menjadi merah.


"Mengapa malu?"


"Kak, bukankah aku masih ada beberapa kontrak kerja dengan Keegan dan juga acara stasiun TV?"


"Kau punya banyak penari. Aku ingin kau hanya menjadi koreonya saja. Jangan berlebih. Karena aku ingin agar kau hanya untukku. Papa ku dikenal sebagai pria yang posesif. Mungkin aku lebih posesif darinya."


Grace tersenyum. "Aku hanya untukmu, sayang." Lalu ia menunduk dan mencium bibir suaminya. Caleb membalas ciuman itu dengan gairah yang sama. Tangannya perlahan menarik reslating gaun Grace. Lalu ia membalikan tubuh istrinya. Setengah duduk, Caleb menarik gaun Grace. Lalu ia membuka kemeja dan celananya, menyisahkan boxer. Ia mendekatkan wajahnya pada Grace. "Mari kita buat anak, Grace!"


"Ok. Aku mau dua. Satu lelaki dan satu perempuan."


"Aku mau 4. 2 laki-laki dan dua perempuan."


Mata Grace membulat. "Sayang, itu banyak. Apakah aku mampu?"


"Bisa dong sayang. Tugasku adalah berusaha menanamkan benih di rahimmu. Tugasmu hanya mengandung dan melahirkan. Selebihnya, serahkan saja pada opa Ezekiel dan opa Ben. Aku yakin mereka nggak akan keberatan untuk menjaga cucu mereka."


Grace tertawa. Ia sudah membayangkan bagaimana hebohnya Ezekiel dan Ben akan berebut hak asuh untuk cucu mereka.

__ADS_1


"Sebaiknya serahkan saja sama oma Maura dan oma Faith. Aku takut nantinya anak kita akan sering berteriak-teriak karena kedua opa mereka akan saling berteriak untuk bilang, ini cucuku. Dan satunya lagi akan bilang, ini cucuku juga." Kata Grace diakhiri tawa bersama dengan Caleb.


Setelah tawa mereka redah, Caleb kembali menatap wajah cantik istrinya itu. "Aku bangga dilahirkan dari pasangan yang saling setia seperti bunda dan daddyku."


"Aku juga bangga dilahirkan dari si playboy insaf dan mamaku dan tomboy dan pemberontak. Mereka juga adalah pasangan yang saling setia sampai sekarang."


Caleb membelai wajah Grace kembali. "Aku yakin kalau kita akan saling setia, sayang. Aku janji, tak akan pernah menghianatimu seumur hidupku."


Grace tak dapat menahan rasa harunya. Ia langsung menarik tengkuk suaminya dan menghadiahkan ciuman panjang dan mesra. Keduanya kembali dalam balutan gairah yang ingin saling memuaskan satu sama lain. Namun bunyi bel pintu sungguh menganggu kemesraan mereka.


Caleb ingin mengabaikan namun bel itu berbunyi terus menerus. Sepertinya yang mengetuk sedang tak sabar.


"Sebentar sayang, jika itu pelayan hotel, maka aku akan memecatnya." Dengan geram Caleb turun dari tempat tidur. Grace pun ikut bangun. Ia mengenakan lagi baju dalamnya, kemudian memungut gaunnya. Ia sepertinya mendengar suara Keegan.


Keegan mencari keberadaan Zelina yang ternyata sudah cek out dari hotel.


Caleb meminta kepala keamanan keluarga Thomson untuk mencari Zelina. Keegan pun diminta untuk menunggunya di rumah.


"Kee, Putri Sofia bagaimana?" Tanya Caleb sebelum saudaranya itu pergi.


"Dia sudah bersama dengan kekasihnya." Kata Keegan sebelum menghilang di balik pintu.


Grace mendekati Caleb dan memeluknya dari belakang. "Honey, semoga Keegan dan Zelina bisa bahagia ya?"


"Aku juga harap demikian. Pengawalku akan menemukan Zelina. Ayo kita lanjutkan yang tadi."


Grace tertawa. "Ok."


Caleb kembali membuka baju Grace dan mendorong istrinya kembali berbaring di atas ranjang.


2 jam kemudian.....


Caleb baru saja akan memejamkan matanya, saat ponselnya berbunyi. Ia segera mengangkatnya setelah melihat kalau itu adalah kepala keamanannya.


"Tuan, nona Zelina sudah ada di bandara. Pesawatnya memang masih 2 jam lagi akan berangkat. Mungkin dia memilih beristirahat di bandara. Saya melihat dia sedang minum kopi sambil membaca."


"Baiklah. Tetap awasi dia sampai Keegan datang."


Caleb segera menghubungi Keegan. "Dia ada di bandara.Cepatlah susul Zelina. Awas ya kalau kau tak berhasil menjadikannya sebagai istrimu, aku akan mencabut sahammu di perusahaanku."


Terdengar tawa Keegan dari seberang. Caleb bernapas lega. Ia kembali melepaskan ponselnya di atas nakas. Ia kemudian kembali berbaring di samping Grace yang sudah terlelap. Di peluknya istrinya itu dari belakang. Perasaannya kembali damai. Ia percaya kebahagiaan sejati akan mereka miliki. Dan ia berharap, Zelina, wanita yang pernah ada dalam hatinya juga akan menemukan kebahagiaannya bersama Keegan. *Selamat berjuang, Kee.


Nah....untuk part2 selanjutnya, Caleb dan Grace mau bulan madu. Aku mau muat kisah Meloddy dan Erland ya*.....

__ADS_1


__ADS_2