3 HATI 1 CINTA

3 HATI 1 CINTA
Memenuhi Harapan


__ADS_3

Sudah 1 jam lebih Caleb duduk berhadapan dengan Grace di cafe rumah sakit tanpa bicara apapun. Matanya sedikit sembab karena tadi menangis saat mengetahui kebenarannya.


"Kak.....!" Grace akhirnya memberanikan diri menyentuh tangan Caleb.


"Ya? Ada apa?"


"Kakak tak ingin menjenguk zelina?"


Caleb menggeleng. "Aku tak bisa. Hatiku sedih saat mengetahui tentang penyakitnya."


"Kak, jika kakak ingin bersama Zelina, aku tak masalah."


Caleb menatap Grace dengan rasa terkejut. "Setelah semua yang kita lewati bersama, kamu ingin aku bersama Zelina? Kamu sudah gila ya? Aku mencintai kamu Grace. Dulu aku memang pernah bimbang dengan perasaanku antara kamu dan Zelina. Namun sekarang aku tak bimbang lagi. Aku hanya sedih saja saat mengetahui kalau Zelina sakit."


"Kak, Zelina membutuhkan kakak saat ini."


"Aku tahu. Namun bukan berarti hubungan kita berakhir."


Grace menarik napas panjang. Ia melepaskan tangannya yang menggenggam tangan Caleb. "Kak, bolehkah didepan Zelina kita bersikap biasa saja? Kita tak boleh mengatakan kalau kita sudah resmi pacaran. Aku tak ingin menyakitinya."


"Tapi Grace.."


"Please.....!"


"Baiklah, Grace." Agak berat Caleb menjawabnya.


"Sekarang, aku pulang dan kakak temui, Zelina. Bersikaplah seolah kakak tak tahu apapun tentang penyakitnya. Karena Zelina tak mau dikasihani."


Caleb mengangguk. Keduanya melangkah meninggalkan cafe rumah sakit. Di depan lift Grace memeluk Caleb. "Hibur Zelina, kak."


" Baiklah."


Caleb mencium dahi Grace sebelum masuk ke dalam lift. Hatinya sedikit tak rela Grace membiarkannya sendiri namun ia harus menemui Zelina seorang diri untuk menghibur gadis itu.


Saat ia tiba kembali di ruang perawatan Zelina, gadis itu terlihat sedang duduk sambil menikmati secangkir minuman hangat di tangannya. Sementara Keegan tak nampak di ruangan itu.


"Zelina?"


"Kak Caleb?"


"Kenapa kamu di sini? Kamu sakit ya?" Tanya Caleb sambil menekan rasa sakit didadanya karena harus pura-pura berbohong.


"Eh...aku sakit perut. Biasalah masalah lambung. Tapi sudah baikkan. Sebentar lagi pulang."


"Oh...begitu ya? Kamu sendiri?"


"Mengapa bisa tahu aku di sini?" Tanya Zelina tanpa menjawab pertanyaan dari Caleb.


"Kebetulan aku ada perlu sama bibi Helena, terus aku melihat Keegan membawa tasmu tadi. Sebenarnya aku mau langsung ke sini tapi nggak jadi karena nggak mau menganggu kamu dan Keegan."


"Oh...gitu ya? Keegan dan aku juga ketemu nggak sengaja dan dia yang mengantar aku ke sini." Kata Zelina bersamaan dengan Keegan yang baru keluar dari kamar mandi.


"Hai, Caleb!" Sapa Keegan. Ia sudah mendengar apa yang dikatakan oleh Zelina dan membuatnya yakin kalau Zelina memilih untuk tetap menyembunyikan sakitnya dari Caleb.


"Hai, Keegan."

__ADS_1


Keegan tersenyum. "Kebetulan kamu datang..Aku harus pergi karena ada panggilan tugas mendadak. Tolong antarkan Zelina pulang ya?"


Zelina mengirim protes pada Keegan lewat tatapan matanya. Namun Keegan seakan tak menanggapi. Ia tahu kalau Zelina lebih baik bersama Caleb.


"Zel, aku pergi dulu ya.." Pamit Keegan.


"Terima kasih, Keegan." Kata Zelina walaupun ia merasa tak rela cowok itu meninggalkannya bersama Caleb.


Keegan hanya mengangguk sambil tesenyum dan segera meninggalkan Zelina dan Caleb. Hati cowok itu pun terasa sakit. Ia sebenarnya ingin menemani Zelina sampai gadis itu pulang ke apartemennya. Ia memilih pergi dari pada sakit hati melihat Caleb bersama Zelina.


Zelina meletakan cangkir teh yang tadi dipegangnya di atas nakas yang ada disamping tempat tidurnya. Suasana kaku tercipta diantara dia dan Caleb karena sudah agak lama tak bertemu.


"Kenapa sampai perutmu bermasalah? Apakah karena terlambat makan lagi?" Tanya Caleb.


Zelina hanya mengangguk.


"Kalau kamu selalu terlambat makan, maka aku akan menempatkan seorang pelayanan disampingmu untuk selalu menyiapkan makananmu tepat pada waktunya."


"Aku baik-baik saja." Kata Zelina sambil turun dari tempat tidur. Kepalanya masih sedikit pusing namun ia mau menunjukan pada Caleb bahwa dia sehat.


"Orang yang masuk rumah sakit itu artinya ia tidak sedang dalam keadaan baik-baik saja."


"Aku mau ganti baju dulu. Setelah itu kamu antarkan aku pulang ya?" kata Zelina. Ia sengaja tak mau menanggapi perkataan Caleb agar cowok itu tak akan mengejarnya lagi dengan pertanyaan-pertanyaan yang akan membuatnya harus mengakui sakit yang dideritanya.


Zina masuk ke dalam toilet dan segera mengganti baju pasiennya dengan bajunya sendiri.


"Ayo kita pergi!" Ajak Zelina.


"Kau tidak menunggu dokternya datang?"


Caleb hanya mengangguk. Ia langsung melingkarkan tangannya dibahu Zelina namun gadis itu buru-buru menepiskannya.


"Ada apa?" Tanya Caleb bingung.


"Aku merasa nggak enak sama Grace. Kalian kan pacaran?"


"Siapa bilang?"


"Aku melihat kalian berciuman di pernikahannya Chloe."


Caleb terkejut. Ia tak menyangka kalau Zelina melihatnya. Itukah sebabnya Zelina menangis di malam itu?


"Aku memang menciumnya. Tapi, kami masih berteman. Ia bersama dengan Howie." Caleb kembali melingkarkan tangannya dibahu Zelina. "Aku kan sudah seperti ini padamu sejak kita kecil. Jadi aku tak menerimanya jika kau merasaka keberatan aku memelukmu hanya karena melihat aku dan Grace berciuman. Ayo pulang!"


Zelina mengalah. Ia tahu kalau Caleb tak bisa dibantah.


Perjalanan ke apartemen Zelina pun terasa lama karena gadis itu sangat pendiam. Tak ada lagi Zelina yang selalu ceriah dan cerewet.


Sesampai di apartemen Zelina, gadis itu langsung turun dan berjalan lebih dulu meninggalkan Caleb. Ia sebenarnya ingin menyembunyikan obat-obatannya yang sangat banyak yang dia tinggalkan di atas meja makan.


Caleb sempat bingung dengan sikap Zelina. Apalagi saat gadis itu cepat-cepat menutup pintu lift tanpa menunggu Caleb datang.


"Kamu kenapa?" Tanya Caleb


"Aku tadi kepingin pipis, Cal. Makanya jalan duluan." Kata Zelina sambil tersenyum lega karena ia berhasil menyembunyikan botol-botol obatnya.

__ADS_1


"Kamu baik-baik saja kan?"


"Iya. Kamu mau kopi?"


"Nggak. Aku harus pergi. Ada sesuatu yang harus aku kerjakan." Caleb memeluk Zelina membuat gadis itu sedikit terkejut.


"Katakan padaku jika ada sesuatu yang menyesakan hatimu. Aku masih seperti dulu, Zel. Aku selalu siap menjadi teman curhatmu." Kata Caleb lalu melepaskan pelukannya. Ia langsung pergi meninggalkan Zelina.


Tangis Zelina langsung pecah saat punggung Caleb menghilang dibalik pintu. Rasa cintanya yang begitu besar pada Caleb membuatnya ingin memeluk dan menahan pria itu untuk ada bersamanya. Zelina belum.bisa melepaskan Caleb walaupun ia sudah melihat bagaimana Caleb mencium Grace dengan begitu mesranya.


"Ya Tuhan, mengapa begitu sulit melepaskan cinta masa kecilku?" teriak Zelina sambil memegang dadanya yang terasa sakit.


***********


"Ada apa?"Tanya Keegan sambil menatap Caleb yang tiba-tiba saja mengajaknya bertemu.


"Sejak kapan kau dekat dengan Zelina?"


"Sejak di pesta pernikahan Chloe. Ada apa?"


"Apakah kau juga tahu penyakitnya?"


Keegan mengangguk.


"Lalu mengapa kau tidak mengatakannya padaku?"


"Karena dia bukan milikmu!"


Caleb mendengus kesal. Namun ia tak bisa menyangkali apa yang dikatakan oleh Keegan. "Dia memang bukan milikku namun aku menyayanginya."


"Zelina bukan hanya menyayangimu. Namun dia sangat mencintaimu. Selama ini kau menggantung perasaanmu antara dia dan Grace. Tanpa kau sadari, kau telah membangun harapan setinggi langit untuknya. Kini, disaat ia begitu terpuruk dan sangat membutuhkanmu, kau justru telah melabuhkan hatimu pada Grace."


Caleb menunduk. "Aku mencintai, Grace."


"Kalau begitu biarkan Zelina sendiri."


"Aku tak bisa, Kee. Aku terlalu peduli dengan kehidupan Zelina."


"Kalau begitu tinggalkan Grace. Hiduplah bersama Zelina."


Caleb menggeleng."Aku tak bisa."


"Kamu egois, Cal. Apakah kamu tidak tahu apa harapan Zelina sebelum ia menyerah kalah dengan penyakitnya? Dia ingin mewujudkan mimpi masa kecilnya, menjadi pengantinmu. Namun ia tahu kalau itu sesuatu yang mustahil. Dan itu yang membuatnya semakin sakit." Kata Keegan sedikit ada penekanan pada kalimatnya.


Caleb mengusap wajahnya kasar. Ia sangat bingung dengan situasi ini. Dia ingin menghibur dan menguatkan Zelina agar gadis itu bisa melawan sakit yang dideritanya. Namun ia juga tak ingin membuat Grace sakit hati. Dia menyayangi Grace.


Tanpa keduanya sadari, ada Grace yang mendengar percakapan kedua cowok ganteng itu. Grace memejamkan matanya. Ia kemudian membalikan badannya dan meninggalkan cafe tempat Caleb dan Keegan ketemu. Grace sebenarnya ingin ketemu Caleb karena ingin bertanya tentang Zelina. Ia yang melihat mobil Caleb keluar dari apartemen Zelina, mengikuti cowok itu secara diam-diam.


Zelina mengeluarkan ponselnya dan langsung menelepon Howie. "Hallo Howie, bolehkah malam ini kita ketemu?"


Bagaimana selanjutnya?


Apa yang akan Grace lakukan?


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE YA

__ADS_1


__ADS_2