ABOVE THE CLOUD(ABC)

ABOVE THE CLOUD(ABC)
13. Dia Harus me-Manage Jadwal untuk Anaknya


__ADS_3

Seminggu kemudian setelah keadaan mulai stabil, Reksa mendaftarkan Sera ke Pra-TK yang letaknya satu blok dari gedung kantornya. Sera tidak memiliki keengganan untuk mengenal dunia luar. Satu-satunya hal yang membuat Sera gelisah hanyalah orangtuanya. Sisanya, Sera menanggapi dengan santai.


Bahkan pengasuh Sri sudah berhasil direbut hatinya dengan kelucuan Sera.


Sebelumnya Sera belajar warna-warna dari sebuah lagu yang diputar tetangga sebelah waktu masih di kontrakan. Sera anak yang cepat tanggap, kurangnya kemampuan bersosialisasinya adalah karena dia tidak menyentuh pengetahuan sejak dini dan kurangnya bimbingan dari orang dewasa.


Reksa sudah merencanakan jadwal guna menutupi kekurangan itu dengan segera.


Seperti biasa dia mampir ke forum Tanya Dong. Disana dia mengupload jadwal yang disusun.


—--


Senin-Jumat


06.00-07.00 : Bangun pagi, nonton Kartun BuBuBus dan sarapan


07.00-08.00 : Siap-siap ke sekolah.


08.00-12.00 : Pra Tk


12.00-13.00 : Tidur siang


13.00-14.00 : Makan siang


14.00-15.00 : Calistung


15.00-16.00 : Bahasa


16.00-16.45 : Waktu camilan


17.00-18.00 : Mengaji


18.00-19.00 : Makan malam


19.00-20.00 : Mengerjakan PR/Mengulang pelajaran PraTK


20.00-20.20 : siap-siap tidur


21.00           : Dongeng sebelum tidur, tidur.


Menurut kalian jadwal untuk anak saya ini bagaimana?


—----


Malam merupakan jam aktif, Reksa tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan balasan.


-Jadwal anakmu? Boleh juga nonton Bububus tuh.


-Bentar, gua salah baca atau apa? PraTk?


-PraTk umur berapa bos?


-PraTk persiapan masuk TK, umur 3 tahun.


-Bro, lu masih manusia, kah???


-Sebenernya normal-normal aja sih. Cara belajarnya pake cara ‘bermain’ gitu


-Bro, gua 3 tahun masih di gendong emak gua. Ortu gua belum peduli sama begituan.


-Saya juga diajarin belajar tapi ngga di jadwal kaya gitu sih


-Aku di kasih jadwal, emang penuh tapi mulainya waktu SD


Kolom komentar mulai penuh dan orang mulai berdebat. Sebagian menilai bahwa jadwal ini terlalu padat. Mengatakan bahwa Reksa orang yang tegas terhadap anaknya. Sebagian menilai untuk anak 3 tahun ini keterlaluan.


Reksa tidak merasa sakit hati sama sekali. Baginya caci maki, komentar negatif dan sejenisnya tidaklah penting.


-Bro bukannya PraTk bisa seharian? Ambil aja yang seharian


-Iya bang, kamu gak perlu ngatur begitu. Dari PraTK pasti belajar juga. Pulang jam empat sore, langsung makan camilan. Main sebentar, ngaji habis itu tinggal di terusin sesuai jadwal. Ngga berlebihan sih.


-Anak cepet capenya. Apalagi masih 3 tahun. Gak perlu pake jadwal, biarkan mengalir saja.


-Jadwal gua dulu pas masih kecil dari jam tujuh sampe jam sebelas main, tidur siang, makan, main lagi, dan begitu seterusnya.


-Lagian siapa juga yg ngatur jadwal anak kelas 3 zaman begini


-umur tiga tahun, bukan kelas 3. Baca woy


Komentar semakin ramai, namun Reksa sudah menemukan jawaban yang mencerahkannya.

__ADS_1


Dia segera membuat postingan baru.


—----


[Masih postingan yang tadi]


Senin-Jumat


06.00-07.00 : Bangun pagi, nonton Kartun BuBuBus dan sarapan


07.00-08.00 : Siap-siap ke sekolah.


08.00-16.00 : Pra Tk


16.00-17.00 : waktu camilan


17.00-17.30 : ngaji


17.30-18.00 : free time


18.00-19.00 : makan malam


19.00-19.30 : bercerita pengalaman di PraTK


19.30-20.00 : siap-siap tidur


20.00–         : dongeng sebelum tidur, tidur.


Menurut kalian ini ok?


—----


-Ini sih boleh


-setengah jam buat ngaji, biasanya gua ngajarin ponakan juga gak lama-lama


-sambil maen juga, iya


-Bercerita pengalaman di PraTk, boleh juga sih


-Tiba-tiba ngerasa iri.


-Gak inget 3 tahun aku ngapain aja. Mau susah atau senang gak akan inget pas udah besar mah.


Seperti biasa, Reksa melirik ke monitor, menyaksikan Sera tidur dengan patuh di ranjangnya. Dia sudah memeriksa, tidak masalah kalau anak sudah terbiasa tidur sendiri. Orang lain malah sudah mulai dari sebelum satu tahun.


“....” Tapi sungguh disayangkan. Dia sebagai ayah tidak pernah meninabobokan anaknya. Mungkin dia harus menyewa apartemen dengan satu kamar?


Tapi renovasi villa-nya sudah hampir selesai.


Lupakan, dia bisa mengisi kekosongan itu dengan hal lain.


Setelah menyelesaikan beberapa dokumen, Reksa mematikan komputernya dan bersiap untuk tidur. Namun, dering ponselnya menyela selimut yang hendak dia singkap.


“...” Siapa yang menghubungi jam 11 malam? Buta-kah?


Reksa melirik layar, tidak terkejut dengan nama Joe yang tertera. Dia menunggu sampai dering kesekian sebelum akhirnya menerima panggilan dengan berat hati.


“Halo.”


“Bo–Pak, ada berita soal anda yang tersebar di medsos.”


Reksa sudah lama ingin bertanya, apa arti dari Bo-Pak ini? Joe selalu memanggilnya demikian, seakan-akan menutupi kesalahan. Dia pikir Reksa tidak sadar?


“Berita apa?” Reksa bergerak untuk berbaring dan memejamkan mata. Apakah dia orang terkenal? Tidak terlalu. Apakah dia orang penting untuk dunia? Tidak juga. Apakah ada artis yang terlibat skandal dengannya? Apalagi itu, nihil.


Dia tidak khawatir sama sekali berita apa yang muncul. Dia orang yang taat bayar pajak, dan selalu awas dengan setiap pergerakan dana di perusahaannya.


Yang jelas, dia bukan orang yang akan merugikan negara.


“Berita ini menyangkut Nona kecil.”


“...” Mata Reksa membelalak mendengarnya. “Apa kau bilang?”


“Nona kecil, Pak.”


Reksa meraih tabletnya dan langsung mencari topik teratas di media sosial SebangKu. Lebih dari sepuluh ribu bagikan dan komen yang mencapai ribuan.


Saat dia menekan judul dan membaca halaman, dia langsung kehabisan kata-kata.


“Direktur Utama Panca Utama Diduga Melakukan Kekerasan Mental Terhadap Anak Usia 3 tahun.”

__ADS_1


Di bawahnya di sematkan tangkapan layar jadwal kegiatan yang ‘tidak layak’-nya, tidak disematkan sama sekali revisi jadwalnya selanjutnya.


Tunggu, bagaimana bisa mereka tahu bahwa ini adalah dirinya?


Reksa membuka akunnya di Tanya Dong, lalu memegang kepalanya yang berdenyut-denyut. Dia mendaftarkan akun Tanya Dong dengan email resmi miliknya. Kenapa dia bisa ceroboh begini?


“Pak?”


“Hm.”


“Itu betulan anda?”


“Betul. Tapi saya sudah revisi jadwalnya. Kamu cek website Tanya Dong, akun saya kamu bisa lihat sendiri. Jangan lupa kirim surat pengacara ke akun kurang ajar ini.”


“Saya mengerti.”


Di bawahnya komen sudah ramai. Karena pengguna Tanya Dong tidak selalu aktif di SebangKu, belum ada klarifikasi yang muncul.


Reksa sebenarnya heran, dia baru saja posting beberapa jam, tapi kenapa beritanya sudah tercium begini?


Dia curiga ada orang yang mengawasinya.


-CEO Panca Utama yang pernah masuk tv itu kan?


-Elahh wawancara cuma dua menit doang


-Dia kan belum nikah?


-Jadi ini siapa anak 3 tahun ini?


-Jangan-jangan dia pedo?


-Awas lu ditangkep baru tahu rasa


-Lah terus siapa??


Tak berapa lama, berita lain muncul.


Reksa menatap layar dengan seksama, menemukan berita itu muncul namun tidak langsung naik ke topik panas.


Judulnya, ‘Anak Haram Direktur Panca Utama terungkap. Masuk Ke Rumah Sakit, di duga Ibunya Adalah Seorang Pelayan.’


Gambar yang muncul adalah dirinya yang keluar dari ambulans dengan Sera di gendongannya. Gambar selanjutnya ada Chacha yang keluar-masuk rumah sakit. Gambar ketiga diambil dari jarak yang sangat dekat, dari pintu kamar yang terbuka, Chacha dan Reksa terlihat berada dalam satu bingkai.


Mungkinkah dia harus berterimakasih pada media karena sudah menyensor wajah Sera yang terbaring di ranjang?


Reksa menelepon Joe kembali. Berita soal Sera langsung melonjak cepat, dan dia curiga bahwa topik ini dibeli dengan uang.


“Pak?”


“Kenapa belum selesai juga?” Reksa menggeritkan gigi. Gertakannya terdengar langsung oleh Joe.


“...” Pak, ini belum lima menit?


“Saya ingin berita soal Sera semuanya di kubur dalam-dalam, bagaimanapun caranya!!”


“Segera, Pak.” perusahaan mereka tidak pernah terlibat dengan industri hiburan. Bisa dibilang ini kali kedua Reksa terekspos media setelah wawancaranya selesai pembangunan Stadion. Mereka tidak memiliki Public Relations yang memadai, namun Joe dengan segera menutupinya.


Karena Reksa bilang bagaimanapun caranya, Joe tidak tanggung-tanggung mengeluarkan uang.


“Pak, salah satu media terus meluncurkan artikel yang tidak mengenakkan. Jumlahnya tinggi, dan media ini dipegang oleh…,”


Reksa mendengarkan dalam diam. Wajahnya tanpa ekspresi namun matanya merah penuh amarah.


“Domico?”


“Iya, Pak.”


“...Oke.” Reksa mengerti seketika. Dia bersandar di kursinya. Domico, oh, dia tahu perusahaan ini. “Saya kirim file, kamu langsung kirim saja ke Cimandi Media.”


Joe mendengarkan arahan Reksa beberapa saat sebelum diakhiri dengan kalimat Reksa, “Terus tekan beritanya, sampai hangus dari muka bumi.”


“Saya mengerti.”


Domico, perusahaan yang bergerak di bidang real estate di daerah J. Apa hubungannya dengan Reksa? Sepupunya yang punya harga diri setinggi langit itu memegang kursi sebagai salah satu direktur di sana. Dia hanya tidak menyangka, kebusukan apa yang sepupunya rencanakan sampai mengawasinya begini?


Reksa menggelengkan kepala.


Sepertinya dia tidak bisa membawa Sera ke sekolah besok. Reksa terpaksa harus menunggu beberapa hari sampai berita reda, hanya untuk berjaga-jaga.


***

__ADS_1


catatan author: beberapa chapter awal mungkin agak gak jelas. Yup, yan gitu memang langsung posting. Selamat taraweh utk yang melaksanakan.


__ADS_2