ABOVE THE CLOUD(ABC)

ABOVE THE CLOUD(ABC)
49. Keuntungan punya anak.


__ADS_3

Waktu seperti berjalan dengan cepat. Tak terasa Sera sudah naik ke kelas dua. Selama ini dia tak berhenti menyaring perempuan di sekitarnya. Sejauh ini Sera tidak menemukan orang yang cocok untuk Papanya.


Yang paling utama adalah karakter dan hatinya. Tapi dia ingin orang yang cantik dan tidak akan membuat Papa-nya bosan.


Sera pikir, dia hanya bisa memilih dengan hati-hati. Mungkin akan memakan waktu lama. Tapi yang namanya pasangan seumur hidup itu memang harus teliti, kan?


Perusahaan Reksa juga bergerak perlahan namun pasti. Dia semakin sibuk dan Sera hampir tidak bisa melihat sosok Papa-nya kecuali di pagi hari.


“Assalamualaikum, good morning all.” Miss Lia menyapa pagi itu.


“Kali ini Miss mau menawarkan ke kalian. Miss akan sebutkan nama untuk kalian yang akan berpartisipasi di olimpiade matematika kali ini.” kata Miss Lia.


Di tahun pertama, banyak kemampuan anak yang masih tersembunyi. Namun semakin mereka belajar, semakin terlihat jarak antara anak satu dengan yang lain dalam beberapa topik.


“Kali ini Daud, Syakila, dan Sera yang akan ikut olimpiade. Gimana?”


Sera yang mendengar namanya disebut tidak terkejut sama sekali. Pun Daud yang mendengar. Sejak dia mengenal Sera lebih jauh, dia menemukan skor pelajarannya seperti saling menyusul dengan Sera.


Dia hanya kesal dia tidak bisa unggul dari Sera. Untuk saat ini keduanya setara. Tapi kalau Daud diam saja, dia akan tertinggal.


“Siap Miss!” kata Daud dengan semangat.


Sera mengangguk dan bersedia. Syakila sebagai peserta yang satunya mengangguk juga.


“Miss sudah beritahu orangtua kalian. Di pelajaran keempat, yang ikut olimpiade akan latihan terpisah.” Miss Lia mengakhiri pengumumannya hari itu dan memulai pelajaran dengan game matematika.


Bersamaan dengan itu guru olahraga datang ke kelas. Dia dengar Sera belajar beladiri di rumahnya. Tarung Drajat biasanya olahraga yang dilakukan secara umum. Tapi bukan berarti tidak bisa dikerjakan secara privat. Guru olahraga melihat Sera juga sangat atletik. Dia pikir dia bisa menarik gadis kecil ini untuk ikut serta di Olimpiade Seni dan Olahraga tingkat daerah kali ini.


Saat Sera mendengar tawaran itu dari Miss Lia, Sera setuju di tempat.


Reksa diberi tahu juga. Dia takut Sera kelelahan, namun karena Sera mengiyakan, dia tak melarang.


Sera sudah melihat kawan-kawan dan kakak-kakak kelasnya yang ikut olimpiade tahun lalu, berdiri dengan bangga bersama ayah-ibunya.


Sera ingin Reksa merasakan hal yang sama. Semakin banyak dia memenangkan kompetisi, semakin bertambah rasa bangga Reksa. Dia ingin Papa-nya melihat bahwa memiliki anak seperti Sera tidaklah sia-sia sama sekali. Justru banyak untungnya!


Ini sesuatu yang hanya bisa dilakukan anak untuk orangtuanya. Sera ingin menunjukkan bahwa, kekosongan Reksa selama tak memiliki istri tidak masalah. Istri tidak akan bisa memberi penghargaan kebanggaan.


Tidak ada yang namanya terlalu sedikit kompetisi. Sera berniat untuk ikut setiap olimpiade tahun ini. Karena itu, dia harus menunjukkan kemampuannya di depan guru supaya dipilih.


Sera disibukkan dengan olimpiade dan ujian sekolah, sementara Reksa disibukkan dengan pekerjaannya.


Sera terbang ke Negara V untuk olimpiade. Reksa tak bisa menemani karena waktunya bertabrakan dengan jadwalnya ke luar negeri juga.


Sera kecil aktif mengikuti lomba tak hanya di sekolah. Dia mencari lomba-lomba kecil di internet. Dan yang paling mudah adalah ikut lomba literasi karena terbuka untuk umum. Meski dia tak akan menerima penghargaan seperti naik ke panggung, Sera bisa mengumpulkan sertifikat ini untuk ditunjukkan ke Papa-nya.


Tanpa terasa sudah memasuki semester baru. Sekolah lain baru mulai ujian sementara sekolah Sera sudah selesai dibagi laporan dan memasuki masa-masa santai. Hari ini merupakan hari terakhir Sera masuk sekolah sebelum masuk libur semester.


Ketika dia sampai di rumah, waktu belum lewat tengah hari. Tak di sangka, dia melihat Papa-nya duduk di sofa ruang tengah sambil minum kopi. Sebelah tangannya terdapat dokumen. Meski serius, wajah Reksa langsung berubah begitu mendengar suara pintu dan seruan Sera.


“Papa!” Sera melemparkan tasnya ke lantai dan melesat berlari memeluk Papa-nya.


“Gimana ujiannya?”


“Ujiannya oke!” kata Sera dengan kebanggaan yang tercetak jelas di wajahnya. Sera melepas pelukan dan langsung berlari ke tasnya. Mengeluarkan laporan hasil ujian dan menunjukkannya ke Reksa.


“Hm.” meski Reksa sudah tahu hasilnya dari e-raport yang di bagikan, dia harus berlagak memeriksa dengan serius.

__ADS_1


“Hm…, hm..”


Sera berdiri di sampingnya. Melihat kertas laporannya, lalu menatap Reksa bergantian seakan bertanya: ‘Gimana, gimana?’


“Ck, ck, ck, putri Papa hebat banget! Siapa yang ngajarin!” Reksa membawa terbang Sera dan mengecup ubun-ubunnya, sebelum menghempaskan di sofa dengan perlahan, membuat gadis kecil itu langsung terkekeh senang sampai gusi merah mudanya terlihat.


Reksa sengaja mengosongkan tiga hari kedepan untuk menemani Sera.


“Kita main ke Negara J, gimana?”


Sera membulatkan mata. “Yang ada Sakuranya itu? Yang ada Titan-nya itu?”


Reksa mengerti yang pertama, tapi Titan? Itu apa coba?


“Iya.” dia akan mencari tahu nanti.


“Mau, mau, mau!” seruan Sera seperti lonceng yang menambah kemeriahan. Reksa langsung merasa terobati sepinya setelah sekian lama bergelut dengan dokumen.


“Kita berangkat malam ini.” kata Reksa mengelus kepala Sera. Karena singkat, dia hanya bisa memanfaatkan waktu yang ada seoptimal mungkin.


“Oke!” Sera mengangguk mantap. “Kita kesana naik pesawat?”


“Yup.”


“Woow, woow, woow!!” melihat gadis kecil-nya melompat kegirangan, Reksa tidak bisa menahan senyumnya. Terhitung ini kali kedua Sera naik pesawat, namun hal itu tidak bisa disamakan dengan yang sekarang.


Reksa, Sera, Bi Sri, dan Kak Shain berdiri di depan bandara pukul 8 malam itu.


Terlepas dari waktu, bandara selalu jadi tempat yang tak pernah surut pengunjung.


"Waktu itu Sera kesini sama Bu Guru, lewat sana, jalan agak jauh, terus ke lorong kaya lorong waktu. Langsung nyebrang ke pesawat!" Sera mengoceh panjang menceritakan pengalamannya. Reksa agak menyayangkan dia tidak bisa jadi orang pertama yang membawa Sera naik pesawat.


Wana dan Joe ikut membersamai untuk mengurusi dokumen dan memeriksa sisa pengecekan.


Waktu itu, Sera hanya sempat melihat Papa-nya melewati pemeriksaan, kemudian menghilang. Rasa senang di hatinya tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Kali ini dia bisa pergi dengan Papa-nya!


Sementara Joe memeriksa jadwal keberangkatan dan Wana menunggui koper mereka, Reksa membawa orang rumahnya ke restoran untuk makan lebih dulu.


Karena persiapan untuk mengemas sebelumnya, makan malam mereka harus tertunda.


Reksa yang mengenakan sandal capit dan celana training, tidak seperti orang yang hendak pergi ke luar negeri. Perjalanan kali ini panjang, mungkin akan banyak ketidaknyamanan. Reksa tidak mau merepotkan dirinya sendiri. Sementara itu, gadis kecil di gendongan Reksa mengenakan pakaian training serupa, membuat keduanya tampak manis berdua.


Reksa seperti punya kecenderungan untuk menunjukkan bahwa mereka berdua adalah ayah dan anak ketika dia berada di publik bersama Sera.


Reksa dengan rambut yang layu habis keramas terlihat seperti anak kuliahan. Kalau bukan karena Sera yang berseru manis, bertanya banyak hal; memanggil 'Papa, Papa', orang tidak akan aneh kalau diberitahu bahwa mereka adalah kakak-adik.


Reksa menjawab setiap pertanyaannya dengan sabar dan penuh canda.


Saat Reksa sedang diam, ekspresinya dingin. Orang akan merasa terhina ketika mata Reksa menatap rendah. Namun ketika Sera bersamanya, Reksa seperti ayah lainnya.


Neonets: Nemu bapak-anak di bandara yaAllah imut banget! [video]


Berhubung malam itu masih awal, netizen kesepian dan gabut langsung terjun membanjiri k


-Coba bapak gua kaya gitu


-Seriusan? Bisa jadi abang aku itu mah. ekekeke

__ADS_1


-Buset Bapak muda


-Dek, masih perlu mama tiri gak


ㄴhehe gak usah mama tiri, jadi mama kedua juga mau


-Dedenya manis banget, jadi pengen punya anak<3


-Mereka pake baju couple-an gitu \>-< hahahah bapak gua mana mau


ㄴElahh gua mah ogah pake baju gitu ama bapak gua.


ㄴTapi modelnya bagus juga kok? Mungkin perut bunci bokap gua bakal ketutup dan terlihat seperti dia?


-Yatuhan kalo papa aku kaya gitu, aku bersyukur sepanjang malam


ㄴbersyukurlah dengan papamu yang sekarang


ㄴgapunya papa.


-mau sugar papa wkwkwkwk


-buat baju yang dipake papa-dan-anak itu cek link guysss


ㄴEh sy cek link itu gak salah harganya?????


ㄴbusettt baju sultan ini mah


-wah wah wah, gak nyangka ketemu sama sugar daddy betulan!!


ㄴdah punya anak woi


ㄴhehe, orang bebas bermimpi


-Beneran ini mah, saya siap jadi keset anda sekalipun.


-Dari atas ke bawah: topnya seharga 11j5rt, pants 20j-an, sandal merk lokal, buat setelan adeknya gak ketemu samsek, keknya custom


ㄴhalu ah,ampe jutaan gitu


ㄴbro, cek aja di situsnya


-cuma sandalnya aja yang sekelas ama gua.


ㄴHaha, harga saya hanya bisa disetarakan dg sandal.


-astagfirullah, sungguh mubadzir baju gitu ampe jutaan


ㄴyee duit-duit dia, gapapa la


ㄴdi mata mereka jutaan itu mungkin tak ubahnya seperti retjeh


-keknya gua kenal itu orang


ㄴhalu ah lu


ㄴkaya pernah liat di tv sih, iya

__ADS_1


ㄴhahaha tiap ada yg ganteng berlagak kek kenal wkw


Sementara netizen ramai mendiskusikan, Reksa dan Sera sudah dusuk di pesawat.


__ADS_2