Adakah Cinta Sejati

Adakah Cinta Sejati
Tamu


__ADS_3

Setelah makan malam Andin dan Farhan memutuskan untuk menonton tv di ruang tengah .Farhan terlihat duduk di sofa, sedangkan Andin merebahkan tubuhnya dan menjadikan paha suaminya sebagai bantal.


Farhan menonton acara sepak bola kesukaannya sedangkan Andin terlihat sibuk memainkan ponselnya .Tiba tiba ia teringat perkataan Denis siang tadi.


" Oh iya sayang, wanita tadi siapa? " tanya Andin ,ia mendongak untuk menatap wajah suaminya.


" Wanita yang mana? " ucap Farhan tanpa menoleh dari layar tv.


"Wanita yang makan bersamamu siang tadi ,kau tidak pernah menceritakan padaku jika kau punya teman perempuan ."


" Oh itu , namanya Sherly sayang ,dia kasir barunya Anton ." jelas Farhan.


" Oh, jadi kamu makan bersama mas Snton juga ." Andin merasa lega setelah mendengar jawaban Farhan.


" Anton tidak ikut sayang, katanya sedang ada urusan ." saut Farhan santai.


" What ? " Andin terlonjak kaget ,ia bangun dari tidurnya lalu berdiri di depan Farhan.


" Jadi kamu cuma berduaan sama wanita itu mas ?" tanya Andin.


" Tentu saja tidak ,di restorankan banyak orang ." Farhan mengulurkan tangannya kedepan mendorong pelan tubuh Andin agar tidak menutupi pandangannya.


" Tapi pasti kau hanya berduan di mobil mas, awas ya mas jika kau berani macam macam di belakangku ." ancam Andin sambil menatap tajam wajah suaminya namun Farhan tak menggubrisnya , ia tetap fokus pada pemandangan di depannya.


" Jika kau berani berselingkuh ,aku akan memotong burungmu ." ucapnya serius.


" Dan untuk si pelakor, aku akan menjambaknya tanpa ampun, kakinya akan aku tendang hingga lumpuh ." imbuh Andin sambil menggerakan tangan dan kakinya ,memperagakan apa yang akan ia lakukan jika Farhan menghianatinya .


Farhan hanya terkekeh mendengarkan celotehan istrinya.


ting tong ting tong ( suara bel )


" Siapa yang datang malam malam begini ?" tanya Andin.


" Entahlah ." Farhan mengangkat bahu, kemudian kembali menatap layar berbentuk kotak nan pipih tadi.


Andin berjalan menghampiri pintu depan yang tak jauh dari ruang tengah .Ia memutar kenop pintu untuk membukanya.


Di balik pintu tersebut terlihat seorang laki laki yang tidak terlalu tampan, namun tampak manis dengan kulitnya yang sedikit kecoklatan .


" Halo Andin ."sapa laki laki itu ,ia tersenyum pada Andin.

__ADS_1


" Hai mas anton, ku kira siapa yang datang malam malam begini ." saut Andin.


" Apa aku mengganggu ?" tanya Anton.


" Tentu tidak mas, silahkan masuk mas ." Andin mempersilahkan Anton masuk dengan ramah.


Mereka berjalan beriringan menghampiri Farhan yang masih duduk di sofa.


" Sayang ,ada mas Anton datang ." ucap Andin memberitahu suaminya


" Silahkan duduk mas ." imbuhnya .


" Terima kasih ." Anton mendudukan tubuhnya di sofa.


Kemudian Andin berlalu meninggalkan mereka berdua menuju ke dapur .


" Eh kamu Ton." sapa Farhan pada Anton.


" Apa kedatanganku kemari mengganggu mu Han ? " tanya Anton berbasa basi.


" Tentu saja tidak Ton ,Aku juga tidak ada pekerjaan ." saut Farhan.


" Ya barang kali saja ,kau sedang sibuk membuat anak bersama istrimu ." ledek Anton.


" Silahkan mas kopinya di minum ." Andin meletakan dua cangkir kopi dan juga beberapa potong rainbow cake sebagai camilannya di atas meja ,kemudian ia duduk di samping Farhan.


" Iya Ndin terima kasih ." saut Anton


" Mas anton , kapan kita jalan jalan lagi? kita sudah lama tidak pergi rekreasi bersama ." tanya Andin pada Anton sambil bergelayutan di pundak suaminya.


Anton sangat dekat dengan Farhan ,ia sering berkunjung ke rumah ,sehingga Andin sudah merasa akrab dengan teman suaminya tersebut .Begitu juga dengan Anton ,ia sudah terbiasa melihat sifat manja Andin.


Terkadang Anton merasa iri pada Farhan karena temannya itu memiliki istri seperti Andin .Andin wanita yang cantik dan juga baik .Meskipun Farhan terkadang kesal karena sifat manja dan cerewet istrinya ,namun sebenarnya Anton tahu bahwa itu sebagai bentuk perhatian dan juga betapa andin sangat mencintai suaminya itu .


" Emmm, kira kira kapan yah enaknya ." ucap Anton menimang sambil menyeruput kopinya.


" Bagaimana kalau minggu depan ,kebetulan jumat nanti tanggal merah, pasti si Dodi dan juga Falen libur ,jadi kita bisa berlibur selama tiga hari di sana ." saut Farhan.


" Baiklah kalau begitu nanti aku akan mengajak sherly juga ,agar Andin ada teman ngobrol ." ucap Anton menyetujui.


Tak terasa waktu begitu cepat .Tanpa sadar jam dinding sudah menunjukan pukul 12.15 mereka bertiga masing bercengkrama .Tiba tiba saja hujan turun dengan begitu derasnya, sehingga membuat mereka tersadar telah begitu lama berbincang.

__ADS_1


" Waduh hujan ,padahal aku harus pulang ." ucap Anton.


" Sudah tidak usah pulang, kau menginap saja disini ." saut Farhan.


" Iya mas Anton ,lagipula ini sudah malam ,besok saja pulangnya ." timpal Andin.


" Baiklah ." ucap Anton menyetujui.


" Kalau begitu ,Andin siapkan kamarnya dulu mas ." Andin berlalu menuju kamar tamu yang terletak di depan.


" Ya sudah ,aku ke kamar ku dulu Ton mau istirahat ." Farhan berdiri dan melangkakan kakinya menuju kamarnya.


" Kau juga istirahatlah ." imbuhnya .


" Oh ,silahkan ." sautnya


Anton pun bergegas menuju kamar tamu. Disana terlihat Andin tengah merapikan tempat tidur ,wanita itu mengeluarkan selimut dari dalam almari yang berada di seberang tempat tidur .


Anton memperhatikan Andin dari depan pintu. Anton sedikit berkhayal ,andai saja ia yang berada di posisi Farhan ,mungkin saat ini ia akan langsung memeluk dan mencumbu Andin dengan mesra.


" Mas , hei ." andin melambaikan tangannya tepat di depan mata Anton yang terdiam mematung ,entah apa yang sedang di pandanginya .


" Apa yang mas anton pikirkan? kenapa melamun? " tanya Andin.


"Aku-aku tidak apa apa Ndin " jawab Anton sedikit terbata .


" huhh, apa yang aku pikirkan .Anton sadarlah " batin Anton menyadarkan dirinya.


" Ya sudah ,kamarnya sudah siap mas silahkan beristirahat , selamat malam ." ucap Andin sambil tersenyum.


" Terima kasih ." Anton masuk kedalam kamarnya.


Andin pun berlalu meninggalkan kamar tersebut dan berjalan menuju kamarnya .


Malam semakin larut mereka semua terlelap dalam mimpinya di balik selimut.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2