
Gubrakkk
Pintu itu membentur tembok .
Pria itu segera membanting Anton yang hendak melecehkan Andin .Matanya menatap nanar wanita yang kini sudah menjadi mantan istrinya .Ia segera berlutut dihadapan Andin yang tengah menangis tersedu sedu dan penampilannya terlihat acak acakan.
" Kau tidak apa apa ? " tanya Farhan cemas .Ia melepaskan jasnya yang sedang ia pakai, kemudian meletakan jas itu di tubuh andin yang terbuka.
Dengan kedua tangannya Farhan membopong tubuh Andin dan berjalan keluar menghampiri mobilnya .
Farhan mendudukan Andin didalam mobilnya kemudian ia hendak keluar lagi.
Andin memegangi tangan Farhan agar tidak meninggalkannya .
" Aku tidak akan lama ,ada yang ingin ku urus sebentar ," Farhan membelai kepala Andin lalu melepaskan tangan mantan istrinya itu dan kembali masuk kedalam rumah itu .
Tangannya terkepal sempurna hingga mungkin kuku kukunya sudah menancap di kedua telapak tangannya.
Rahangnya mengeras dan matanya memerah .
Farhan kembali menendang daun pintu itu meskipun saat itu pintunya tidak tertutup .Mungkin jika pintu tersebut tidak cukup kuat bisa saja terlepas dari tempatnya karena tendangan Farhan sangat keras .
Tanpa ba bi bu Farhan meninju wajah Anton yang terlihat penuh penyesalan .
Sekali ,dua kali hingga mungkin sudah belasan kali Farhan melayangkan tinjunya yang membabi buta di wajah temannya itu .Seperti orang kesetanan Farhan terlihat sangat bengis memukuli Anton hingga babak belur .
Kucuran darah di hidung dan kedua sudut bibir Anton tak membuat Farhan menghentikan aktifitasnya .
__ADS_1
Hingga ia tersadar ada seseorang yang tengah menunggunya di luar .
" Jika sekali lagi kau menyentuh istriku ,aku tidak akan segan segan untuk membunuhmu brengsek ." ucap Farhan berapi api .
Ia kembali menendang tubuh Anton yang terkapar sebelum akhirnya ia keluar dan membawa pergi Andin menggunakan mobilnya .
Farhan membawa Andin kerumahnya atau lebih tepatnya kerumah mereka berdua dulu .
Rumah itu lebih dekat di bandingkan rumah Andin yang sekarang jadi Farhan membawanya kesini agar Andin bisa lebih cepat beristirahat .
Farhan kembali membopong tubuh Andin dan membawanya masuk kedalam rumah .
Farhan membawa Andin ke dalam kamar dan meletakan tubuh mantan istrinya itu di atas tempat tidur .
" Gantilah bajumu dulu ,aku akan membuatkan teh sebentar ." ucap Farhan kemudian ia keluar sambil menutup pintu kamar itu dengan rapat .
Andin berjalan menghampiri lemari baju yang terletak di sudut ruangan .Ia membuka lemari itu dan melihat isi di dalamnya .Beberapa dress miliknya serta kemeja Farhan masih berjejer rapi didalamnya .Tempat ini masih sama seperti dua tahun lalu ,tak ada yang berubah hanya saja kali ini terlihat sedikit berdebu .
Andin mengambil salah satu baju tidurnya kemudian memakainya .Karena kini mereka bukan lagi pasangan suami istri jadi Andin memilih pakaian yang lebih sopan .Setelan baju tidur berbahan satin silk dan berlengan panjang itu kini sudah membalut tubuhnya dengan sempurna.
Farhan mengetuk pintu kamar tersebut kemudian menghampiri Andin yang kini sedang duduk di tepi ranjang .Ia menyerahkan teh yang telah di buatnya kepada Andin.
" Dia tidak disini ?" tanya Andin lalu ia meminum sedikit teh buatan Farhan kemudian meletakannya di meja samping tempat tidur .
Meskipun Andin tidak menyebutkan nama namun Farhan tau siapa yang di maksud .
" Tidak ,sekalipun aku tidak pernah membawanya kemari ." tutur Farhan .
__ADS_1
" Kenapa ? kalian berhak menempati rumah ini ," tanya Andin .
Farhan menghirup udara dalam dalam .
" Mungkin kau tidak lagi mempercayai kata kataku ,tapi ini yang hingga saat ini aku rasakan ."
" Aku masih belum bisa melupakanmu ,aku tidak bisa membawa mereka kemari karna aku tidak sanggup melakukan itu .Rumah ini terlalu banyak kenangan kita bersama .Jika aku membawanya kemari aku merasa seolah olah aku sedang menancapkan pisau belati ketubuhmu berulang kali dan aku tidak bisa melakukan hal itu ." ucap Farhan sambil memandangi Andin .
" tidakkah kau merasakan hal yang sama ?" Tanyanya pada Andin .
Andin tidak menjawab ia hanya diam dan menunduk .
Farhan mengangkat wajah Andin yang tertunduk ia menatap lekat kedua mata Andin .Andin pun membalas tatapan farhan dengan sendu .
Farhan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Andin ,matanya tertuju pada bibir tipis yang terlihat begitu menggoda dan cup .
Bibirnya menyatu dengan sempurna dengan bibir Andin .Entah setan apa yang merasuki mereka berdua ,Farhan mulai mendorong tubuh Andin hingga mereka kini sudah berbaring di tempat tidur .
Mereka kembali merasakan rasa yang dulu pernah mereka rasakan ,rasa yang seharusnya tidak mereka rasakan kembali .
.
.
.
.
__ADS_1