Adakah Cinta Sejati

Adakah Cinta Sejati
Aku tidak mandul


__ADS_3

Semakin hari mood Andin terus berubah ubah .Setiap pagi Andin pun selalu mual bahkan sampai muntah .Rasa pusing di kepalanya pun terus berlangsung setiap saat .Tanpa sepengetahuan Adnan ,ia memberanikan diri untuk membeli alat tes kehamilan di apotek terdekat .


⚘⚘⚘⚘


Pagi itu Adnan masih tertidur .Andin masuk ke kamar mandi dan mencoba menggunakan tespack yang ia beli kemarin.


Setelah menampung urinnya dalam wadah kecil,Andin kini mulai membuka kemasan tespack digital itu .Dengan mengikuti instruksi yang ada di label, Ia mencelupkan ujung alat tersebut ke dalam urin yang telah ia tampung sebelumnya .


Setelah sepuluh detik, ia mengangkat alat tersebut dan menungg hasilnya dengan hati yang gelisah .Dadanya berdegup lebih kencang .Meskipun ragu tapi ia berharap kali ini hasilnya tidak mengecewakan seperti sebelum sebelumnya .


Andin menghirup udara dalam dalam kemudian menghempaskanya perlahan .Setelah tiga menit menunggu akhirnya Andin membalikan alat tersebut secara perlahan lahan .Kedua bola matanya membulat seakan tak percaya melihat pemandangan yang ada di hadapannya .


" Apa alat ini bekerja dengan benar ?" batin Andin sembari memandangi ikon hati bertuliskan yes di alat tespek tersebut .


Meskipun senang tapi Andin masih belum percaya dengan hasil tes tersebut .ia takut jika alat tersebut rusak hingga menunjukan hasil yang salah.


Untuk memastikannya Andin kini kembali membuka alat tespack yang baru dengan merek yang berbeda dan mencoba melakukan hal seperti sebelumnya .


Kini Andin tak bisa lagi membendung rasa bahagianya .Kedua alat tes tersebut menunjukan hasil yang sama .


"Apa ini mimpi ?" gumam Andin .


Andin mencubit pipinya sendiri dengan keras . " Sakit ," ucapnya dengan mata berkaca kaca.


" ini bukan mimpi ini nyata ." ucapnya, kini air matanya terlihat jatuh dan membasahi kedua pipinya yang halus .


Usai sudah penantian panjangnya ,tujuh tahun lamanya ia menanti akhirnya kini ia berhasil .Setelah membuang puluhan tespack bergaris satu kini akhirnya ia bisa menyimpan salah satu tespack dengan hasil berbeda .


Pintu kamar mandi tiba tiba terbuka dan menampakan sosok laki laki yang kini berjalan mendekati Andin .Kala itu Andin masih terduduk dengan air mata mengalir deras di kedua pipinya .

__ADS_1


" Ada apa ? mengapa kau menangis ?" Adnan memegang kedua lengan Andin dan membantunya untuk berdiri .


Andin mengulurkan tangannya memberikan alat tes kehamilan tersebut pada Adnan .


" Apa ini ? " tanya Adnan .Adnan mengamati alat tersebut yang ada di tangannya .Baru kali ini ia melihat benda seperti itu tapi ia tahu bahwa itu alat tes kehamilan .Pandangan matanya beralih ke samping wastafel ,ia memungut kemasan dari benda berbentuk pipih itu .Ia membaca keterangan dari kemasan tersebut dengan seksama .


" Apa ini artinya kau hamil ? " tanya Adnan seakan tak percaya .


Andin mengangguk . " Aku hamil mas ,aku tidak mandul ,aku akan menjadi seorang ibu ." sautnya tersenyum dengan di iringi air mata yang terus mengalir dari kedua sudut matanya .


Kali ini bukan tangis kesedihan melainkan karena ia terlalu bahagia .


Adnan segera memeluknya dan memberikan kecupan di puncak kepala istrinya .


"Benar ,kau menjadi wanita sempurna sekarang ." ucapnya bahagia .Air matanya ikut tersapu di sana .


Andin mengangguk ,kedua sudut bibirnya tertarik ke atas menampilkan senyumnya yang menawan .


" Lihatlah Nak ,ibumu sangat cantik saat tersenyum ." ucap Adnan seraya mengelus perut Andin yang masih rata .


" Ayo sekarang kita harus segera ke dokter untuk mengecek kondisi anak kita ." Adnan membopong tubuh istrinya yang mungil itu .


Andin terlihat meronta ingin di turunkan tapi suaminya itu tak menghiraukannya .


Adnan mendudukan istrinya di atas tempat tidur lalu ia sibuk mengambil baju untuk Andin dan juga dirinya .


" Mas jangan terburu buru ,Ini masih pagi ." ucap Andin .


" Aku ingin mandi terlebih dahulu ,lihatlah kau bahkan belum mencuci wajahmu ." Imbuhnya .

__ADS_1


" Oh kau benar ,aku sangat bahagia sampai aku lupa ."


" Kalau begitu ,kita mandi bersama agar lebih cepat ."


Tentu saja Andin menolak tapi ia tidak bisa mengalahkan kekuatan dari suaminya .


Kini Mereka mandi bersama sama .Beberapa kali terdengar teriakan Andin dari dalam sana .


" Aku bisa melakukannya sendiri mas ," ucap Andin .


" Jangan sentuh yang itu ,"


" Berhentilah bermain di situ ."


" Kau nanti menyakiti banyinya ." ucap Andin lagi .


" Aku akan melakukannya pelan pelan ." saut Adnan .


Apa yang mereka lakukan hanya mereka berdua dan Tuhan yang tahu .


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2