Adakah Cinta Sejati

Adakah Cinta Sejati
Kasian pak Adnan


__ADS_3

Di kantor Adnan terlihat sangat bahagia .Sepanjang ia berjalan selalu bersiul dan terkadang tersenyum sendiri ,akan tetapi saat ada yang melihat ia kembali memasang wajah kalemnya .


Begitulah Adnan ,ia memiliki berbagai macam ekspresi yang bisa berubah ubah .Saat bersama Andin terkadang ia sangat manja tapi jika berbicara serius maka wajahnya juga terlihat serius .Saat bersama kliennya ia juga terlihat tegas dan berwibawa .


" Selamat pagi pak ." sapa para pegawainya .


" Pagi ." saut Adnan tersenyum .ia kembali melangkahkan kakinya menuju ruang kerjanya .


Setelah kepergian Adnan para pegawainya mulai berbisik bisik .


" Pengantin baru auranya keliatan beda ya ? kaya ada seger segernya gitu ." ucap salah satu pegawai wanita yang bernama shinta .


" Ya beda lah kan tiap malam olah raga jadi keliatan seger ." saut Falen tertawa .


" iya iya percaya deh sama yang berpengalaman ." Saut Shinta .


" Tapi kasian juga ya pak Adnan ,dia ganteng terus kaya tapi istrinya janda ." imbuhnya.


" Iya kalau aku jadi pak Adnan ,aku akan memilih wanita yang masih gadis ." timpal Bara .


Mendengar perkataan shinta dan juga Bara . Falen merasa kesal bagaimana pun Andin adalah mantan istri temannya dan ia juga mengenal Andin dengan baik .


" Berhentilah menggunjing orang ,apa kau tahu meskipun Andin seorang janda tapi ia bahkan jauh lebih baik dari pada dirimu ." bentak Falen pada Shinta .


" Dan kau ! ganti celana mu dengan rok saja .Kau laki laki tapi mulutmu seperti perempuan ." imbuhnya sambil menunjuk Bara .Kemudian Falen beranjak pergi meninggalkan rekan kerjanya itu .


" Ada apa dengannya ?mengapa dia jadi marah ." ucap Shinta keheranan


Bara hanya mengangkat bahu lalu kembali bekerja .


*****


" Sayang kau dimana ?" tanya Adnan sambil meletakan ponselnya di telinga kirinya.

__ADS_1


" Baiklah aku akan kesana ." ucapnya lagi .


Adnan menaiki mobilnya dan mulai melajukan kendaraan itu menuju toko Rose cake's .


Matahari terlihat terbenam di ujung barat .Banyaknya kendaraan yang keluar secara bersamaan membuat kemacetan tak terhindarkan .Orang orang terlihat kesal karna harus menempuh jalanan yang begitu sesak padahal mereka ingin sekali cepat sampai rumah dan beristirahat untuk melepas lelah setelah seharian bekerja .


Namun hal tersebut tak berlaku bagi sang pengantin baru .Meskipun seharian Adnan juga sibuk mondar mandir bertemu rekan bisnisnya tapi itu tak membuatnya lelah .Ia terlihat tersenyum dan juga bersenandung meskipun mobilnya berjalan tersendat sendat .


Setelah satu setengah jam berkendara Adnan kini mulai menepikan mobilnya ke toko kue milik istrinya .Ia segera turun dan menyelonong masuk kedalam toko tersebut .


Adnan segera memeluk Andin dari belakang saat wanita itu tengah menata kue kue buatannya .


Andin sedikit terlonjak kaget saat tubuhnya tiba tiba di peluk seseorang namun ia kembali tenang setelah melihat siapa yang memeluknya .


" Mas ada orang lain disini ." ucap Andin merasa tidak enak pada pengunjung dan juga pegawainya .


Adnan melepaskan pelukannya.


" Memangnya kenapa? kita sudah menikah jadi tidak masalah ." ucapnya enteng ,lalu menghujani wajah Andin dengan ciuman .


Mengapa dia tidak punya rasa malu,selalu saja menciumku tak peduli dimana pun tempatnya.batin Andin


Andin melepas apronnya dan memasukanya kedalam keranjang .Adnan terlihat menyusulnya dan mendudukan tubuhnya di sofa .


" Apakah kita langsung pulang ?" tanya Adnan .


" Kita mampir dulu ke supermarket ,aku ingin membeli bahan makanan ." saut Andin sambil mengambil tasnya dari dalam loker lalu ia berjalan menghampiri suaminya itu .


" Untuk apa sayang kita bisa membeli makanan siap saji jadi kau tak perlu memasak ." saut Adnan


" Apa Mas Anand tahu, makanan yang di buat sendiri itu lebih bagus ,jadi aku akan selalu memasak untukmu ." tutur Andin


" Tapi aku tidak ingin kau kelelahan sayang ." Adnan membelai wajah Andin dan menyelipkan sehelai rambutnya kebelakang telinga .

__ADS_1


" Tidak apa apa ,aku sudah terbiasa Mas ."


" ayo kita berangkat ." ajak Andin seraya mengandeng tangan suaminya .


Dan merekapun pergi menuju supermarket ya paling dekat dengan tempatnya saat itu .


*****


Andin mengambil beberapa sayur mayur dan juga daging sementara Adnan yang mendorong troli berisi belanjaannya .


"Makanan apa yang mas Anand sukai ?" tanya Andin sambil terus berjalan menyusuri lorong supermarket .


" Emmm, aku bukan tipe pemilih jadi aku menyukai apa saja kecuali cumi cumi ." saut Adnan setelah sesaat berfikir .


" begitukah ? itu lebih menyenangkan ," Andin terlihat begitu senang karna itu artinya ia tidak akan bingung saat memasak .


Berbeda dengan saat ia bersama Farhan .Farhan tipe pemilih makanan ,ia tidak menyukai beberapa jenis sayur dan juga ikan jadi Andin terkadang bingung saat akan memasak untuk suaminya kala itu .


Setelah troli belanjaan mereka penuh ,Andin dan Adnan menuju kasir untuk membayarnya .


Adnan memasukan semua barang belanjaannya kedalam bagasi.Ia tak membiarkan Andin untuk membantunya sedikitpun dengan alasan agar tidak membuat istrinya itu lelah .


Andin pun hanya menuruti perkataan Adnan dan duduk di jok penumpang .


Setelah selesai dengan belanjaannya Adnan pun segera duduk di belakang kemudi dan mulai melajukan mobilnya menyusuri jalanan kota yang padat .


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2