
Ratna baru saja selesai memasak ,dengan di bantu oleh bi asih ia menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat.
" mah ,kenapa teh untuk ayah tidak ada di meja ? " tanya haris pada ratna sambil mendudukan tubuhnya di kursi bersama farhan.
" tehnya habis " ucap ratna saat meletakan nasi goreng di atas meja dengan kasar .
andin terlihat membawa dua cangkir teh di kedua tangannya untuk farhan dan juga dirinya sendiri .kemudian ia meletakan teh tersebut di meja ,setelah itu ia duduk di samping farhan .
" andin ,kemarikan tehmu " haris terlihat menjulurkan tangannya untuk mengambil teh andin yang ada di hadapannya .
" kenapa kakak mau mengambil tehku ,buatlah sendiri sana " andin menarik cangkir tehnya agar tidak bisa di jangkau oleh haris .
" kalian menghabiskan teh kami jadi kakak tidak kebagian ,cepat kemarikan " pinta haris .
" apa maksud kakak ,lihatlah di dapur masih banyak tehnya "ucap andin mengarahkan pandangannya pada tumpukan teh yang berada di atas kulkas ,harispun mengikuti arah pandangan adiknya itu .
" mengapa dia mengatakan tehnya habis " haris terlihat menggelengkan kepalanya.
farhan tertawa melihat kakak iparnya tersebut kemudian ia menyeruput teh yang telah di buatkan oleh andin.
" dosa apa yang telah kakak lakukan " ledek farhan setelah meletakkan kembali cangkirnya di atas meja.
" apa kakak tertangkap basah sedang chat dengan wanita lagi? " imbuhnya sambil terkekeh.
" aish " haris mengangkat sendoknya keudara ingin memukul adik iparnya namun di hentikan oleh ibu.
" haris " ucap ibu.
harispun menurunkan kembali sendoknya.
" kenapa kakak sensitif sekali ,padahal aku hanya bercanda ,tapi apakah itu benar ?" farhan kembali meledek haris.
" farhan hentikan candaanmu ,nanti kalau ratna mendengar dia kira itu benar " nasehat ibu pada putra dan menantunya itu.
" ia bu " ucap farhan tersenyum.
Ketika semuanya sudah berkumpul , merekapun makan bersama dengan tenang.
kemudian setelah sarapan selesai haris pamit untuk bekerja dan di ikuti oleh farhan .Mereka menaiki mobilnya masing masing .Sementara para wanita kembali masuk kedalam rumah.
__ADS_1
*****
waktu menunjukan pukul sebelas lebih dua puluh menit .Andin terlihat menemani ibu di kamarnya .
" Ibu kenapa ?" tanya andin saat melihat ibunya sesak napas .
ibu rima terlihat memegangi dadanya dan nafasnya terlihat tersendat sendat.
"ibu ? kak ,kak ratna " teriak andin dengan wajah panik .
Ratna menghampiri andin dengan menggendong syakila.
" ada apa ndin ,kenapa berteriak " ucapnya ketika di ambang pintu .Ratna terkejut melihat keadaan mertuanya.
" cepat panggil ambulan ndin kita bawa ibu kerumah sakit " ucap ratna.
Setelah ambulan datang ibu langsung di larikan ke rumah sakit ,di temani oleh andin dan juga para petugas medis yang tadi menjemput.
ibu terlihat berbaring di atas stretcher ambulan ,di hidung dan mulutnya terpasang alat bantu pernafasan disana .
Andin menatap ibunya dengan cemas ,tangannya bergerak menggulirkan layar di ponselnya .setelah menemukan apa yang ia cari ,kini andin meletakkan benda pipih itu ketelinga kanannya.
tuuuuut tuuut tutt
Ketika sudah sampai di rumah sakit ibu langsung di bawa ke unit gawat darurat dan menjalani perawatan disana .Andin ingin ikut masuk kedalam sana untuk menemani ibunya akan tetapi perawat melarangnya dan meminta andin untuk mengurus administrasi terlebih dahulu .Andinpun hanya bisa menuruti perawat dan setelah selesai mengurus administrasi ia menunggu di depan ruang UGD dengan gelisah .
Tak lama kemudian haris datang dengan nafas terengah engah karna ia berlari dari parkiran menuju ke UGD.
" bagaimana ibu ?"tanya haris pada andin.
andin hanya menggelengkan kepalanya karna ia tidak tahu ,sedari tadi dokter belum keluar dan belum mengabari bagaimana kondisi ibunya .
" apa kau sudah menghubungi farhan ?" tanyanya lagi.
" aku sudah menghunginya beberapa kali tapi dia tidak mengangkatnya " saut andin.
" kak samsul(putra sulung ibu rima) sedang dalam perjalanan kemari ,jika tidak macet dua jam lagi ia sampai " ucap haris .
Di dalam ruang UGD dokter terlihat sedang menempelkan defibrilator di bagian dada ibu rima .Ibu rima mengalami henti jantung sehingga dokter melakukan tindakan tersebut .Beberapa kali dokter memacu jantung ibu rima agar kembali berdetak namun jantung ibu rima tidak menunjukan reaksi apapun ,kondisi vitalnya terlihat semakin menurun drastis dan berhenti begitu saja .Dokter meletakkan kembali alat pacu jantung tersebut dan mengatakan kepada perawat waktu kematian pasien dan juga penyebab kematiannya ,kemudian ia keluar ruangan .
__ADS_1
Andin dan haris langsung berdiri ketika pintu UGD terbuka dan menghampiri dokter .
" Bagaimana keadaan ibu saya dok " tanya haris .
" pasien mengalami serangan jantung ,kami sudah berusaha semaksimal mungkin, namun pasien tidak bisa tertolong ,saya turut berduka cita pak " ucap sang dokter lalu ia pamit untuk memeriksa pasiennya yang lain.
haris meremas rambutnya dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya ,air matanya ikut tersapu disana .
sedangkan andin masuk kedalam ruang UGD untuk menemui ibunya yang sudah terbujur lemah tak bernyawa .Air mata andin mengalir begitu deras membasahi pipinya.
" Ibuuuu " teriak andin histeris sambil memeluk jasad ibunya .
" ibu bangun bu "
" bukankah ibu sudah berjanji akan menggendong anak andin nanti ?" tanyanya dengan berurai air mata.
" jadi ibu harus bangun bu , bangun " andin menggoyang goyangkan tubuh ibunya berharap agar ibunya bangun .
"buka mata ibu ,ibu harus bangun jangan tinggalkan aku bu " ucapnya frustasi . Tangisnya semakin pecah cengkraman di lengan ibunya mulai mengendur dan kini ia menangis tersedu sedu dengan menempelkan wajahnya di samping wajah ibunya, membasahi seprei yang berwarna putih itu.
****
prosesi pemakaman telah di lakukan dengan lancar .Semua keluarga dan kerabat serta para tetangga terlihat mengadiri acara tersebut kecuali satu orang ,yaitu farhan . menantu kesayangan ibu rima itu tidak menampakan batang hidungnya saat di rumah sakit maupun di peristirahatan terakhir mertuanya.
Satu persatu para pelayat mulai meninggalkan pemakaman .Andin terlihat masih menangis sambil memegangi batu nisan ibunya.
" andin ayo kita pulang " ajak istri samsul yang bernama nisha .
andin menyeka air matanya dan berdiri dari duduknya .Nisha merangkul adik iparnya tersebut dengan lembut .Sesekali telapak tangannya mengusap usap lengannya agar memberikan ketenangan untuk andin .Merekapun pulang bersama sama menggunakan mobil haris .
.
.
.
.
.
__ADS_1
mohon maaf bila banyak kesalahan pada part di rumah sakit .Author tidak terlalu mengerti tentang dunia medis jadi hanya mencari cari sendiri dari sumber yang ada di internet.
jangan lupa like dan votenya ya 😊