Adakah Cinta Sejati

Adakah Cinta Sejati
Kelahiran Kenan Sanjaya (final)


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian .


Semenjak Andin hamil kini Adnan lebih protektif .Adnan tidak membiarkan istrinya itu untuk melakukan pekerjaan rumah apalagi di toko kue miliknya .


Adnan merekrut karyawan baru untuk toko milik istrinya tersebut meskipun awalnya harus berdebat dengan Andin .


Ya, menurut Andin tidak perlu menambah pegawai karena kehamilannya bahkan belum terlalu besar .Ia merasa masih mampu untuk mengerjakannya sendiri .Namun Andin harus mengalah karna Adnan selalu cerewet dan terus memintanya untuk berhenti bekerja .


Kini Andin setiap harinya hanya duduk ,makan dan tidur yang membuatnya sangat bosan .Seperti hari ini ia sedang menonton tv di kamarnya .Sedangkan Adnan terlihat sibuk membersihkan rumah .


Mereka sebenarnya memiliki asisten rumah tangga akan tetapi jam kerjanya hanya saat Adnan tidak ada di rumah .Karena hari ini Adnan tidak bekerja jadi pegawainya itupun tidak datang ke rumah .


" Sayang kau ingin makan apa ?" tanya Adnan di ambang pintu .


" aku tidak ingin makan ." saut Andin malas .


" Kenapa ? " Adnan kini menghampiri istrinya dan duduk di sampingnya .


" Kau harus makan jika tidak bayinya akan menangis ." saut Adnan .Ia kini berjongkok dan mulai mengecup perut Andin yang kini semakin membuncit .


" Maafkan eomma(mama) mu ya sayang ,kau pasti lapar ." ucapnya di depan perut Andin .


" Eomma memang keras kepala ,tapi kau tenang saja appa(papa) akan membuat eomma kenyang ." imbuhnya .


Adnan menempelkan daun telinganya ke perut buncit istrinya itu .


" Apa ? kau merindukan appa ? " ucapnya .


Andin berdecak mendengar Adnan yang berbicara ngawur .Akan tetapi ia juga senang jika Adnan mulai mengajak bicara calon anak mereka .Bahkan sang jabang bayi pun seperti mengerti saat di ajak bicara ,ia terlihat bergerak aktif di dalam sana .Membuat Andin merasa geli .


" Appa juga merindukanmu bayi kecil ." Adnan mengelus perut buncit Andin .


Adnan mulai menguping lagi .


" Baiklah appa akan segera menemui mu ." ucapnya .


Adnan kini merangkak di atas Andin membuat istrinya itu terkejut .


" Apa yang sedang kau lakukan ? " tanya Andin seraya menghalangi tangan Adnan yang menyingkap bajunya .


" Apa kau tidak dengar sayang ? anak kita merindukan appa(papa)nya ." saut Adnan .


" Lalu ? " tanya Andin masih tak mengerti .


" Tentu saja aku ingin menemuinya sayang ." ucap Adnan tersenyum nakal .

__ADS_1


" Tidak ,kau sudah menjenguknya tadi pagi ." tolak Andin mulai mengerti .


" Tapi kini anak kita yang memintanya ." ucap Adnan kini tangannya mulai bergerak mencoba membuka kancing baju istrinya .


Aku tahu itu akal akalanmu saja Adnan Sanjaya ,kau selalu menggunakan bayi kita sebagai alasan .


" Baiklah aku ingin makan sekarang ,lihatlah bayi kita sudah kelaparan ." Andin menunjuk perutnya yang bergerak gerak .


Adnan menghentikan tangannya kemudian kembali berdiri dan tersenyum penuh kemenangan .


" Kau dengar sayang ? Appa berhasil menepati janji Appa untuk membuat Eomma kenyang ." ucapnya pada sang calon bayi .


Adnan kini menarik tangan Andin dan membawanya keluar untuk mencari makan .


⚘⚘⚘⚘


Tak terasa kehamilan Andin kini sudah memasuki usia sembilan bulan .Sejak pagi tadi Andin sudah merasakan sakit yang tak tertahankan .Pinggangnya seperti akan patah menahan rasa sakit .


Melihat istrinya kesakitan Adnan pun panik .Ia menghubungi ibunya untuk menanyakan apa yang harus ia lakukan .


Ibu Sanjaya pun terlihat ikut panik, ia memarahi putranya karna tidak langsung membawa Andin ke rumah sakit .Sambil memegangi ponselnya di telinga .Ibu Sanjaya terlihat sibuk mengepak baju dan memerintahkan suaminya untuk segera menyiapkan mobil .Setelah itu ia dan tuan Sanjaya segera menuju kota xx untuk menemui putra dan juga menantunya yang segera melahirkan .


Sementara di tempat lain Adnan kini membopong istrinya dan membawanya masuk kedalam mobil .Setelah mengunci pintu ia segera melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit terdekat .


Sesampainya di rumah sakit Adnan memarkirkan mobilnya secara asal .Ia segera turun dan kembali membopong istrinya yang semakin menjerit kesakitan .


Didalam ruang bersalin kini sudah ada dokter dan juga asistennya serta Andin dan Adnan .


" Apa tidak ada dokter wanita ? " tanya Adnan .


" Aku tidak mau laki laki lain melihat tubuh istriku ." imbuhnya .


Dokter pun terlihat bingung ,baru kali ada suami yang masih mempertnyakan hal seperti itu padahal istrinya sedang berjuang antara hidup dan mati .


" Bapak tenang saja ,kami para dokter sudah di sumpah ,kami tidak akan melakukan apapun yang melanggar hukum ." tutur sang dokter .


" Kalau begitu bisakah dokter menutup mata saat membantu istriku melahirkan ." tanya Adnan .


Andin terlihat geram mendengar pertanyaan konyol dari suaminya itu .


" Mas Adnan apa yang kau lakukan ,cepat biarkan dokter membantuku ,rasanya aku sudah ingin mati ." teriak Andin dengan nafas tersenggal senggal .Keringatnya sudah mengucur di dahi dan juga pelipisnya .


Akhirnya Adnan pun membiarkan dokter laki laki tersebut membantu Andin untuk melahirkan .


Di dalam ruangan tersebut terlihat sangat heboh .Andin mencengkram lengan Adnan dengan kuat saat ia mengejan ,mulutnya pun ikut berteriak mengikuti dorongan tenaganya . Kuku kukunya terlihat mencakari kulit Adnan hingga meninggalkan garis garis merah disana .

__ADS_1


Sementara Adnan juga terus mengoceh memarahi dokter karna menurutnya terlalu lama sedangkan istrinya sudah kesakitan .


Setelah satu jam berjuang akhirnya lahirlah bayi laki laki dengan kulit putih kemerahan .Andin terlihat menitikan air mata ,ia tersenyum kemudian memejamkan matanya .


Adnan terlihat panik melihat istrinya tak sadarkan diri namun dokter menjelaskan bahwa Andin tidak apa apa ,ia hanya kelelahan dan tertidur .


⚘⚘⚘⚘


Kini hampir seluruh keluarga Andin dan juga Adnan sudah berkumpul .Andin juga sudah sadarkan diri .Ia kini sedang berbaring di ranjang ruang perawatan .Sementara Adnan tengah menggendong putranya dengan penuh kasih sayang .


" Jadi kau akan memberi nama apa untuk putramu Nak ? " tanya tuan Sanjaya .


Adnan terlihat memikirkan dulu sebelum berucap .


" Jangan bilang kau belum menyiapkannya ." timpal ibu .


" Tenang saja Bu ,aku sudah menyiapkannya .Aku akan memberi nama putraku KENAN SANJAYA ." ucap Adnan .


" Nama yang bagus ,kita bisa memanggilnya Ken ." ucap Andin .


Semuanya mengangguk setuju .Hari itu semua terlihat bahagia terutama Andin dan juga Adnan .Mereka juga memuji baby Ken yang terlihat sangat tampan dan juga menggemaskan .


Setelah kelahiran Kenan ,Adnan dan Andin pun hidup bahagia.


Tamat


.


.


.


.


.


Akhirnya cerita ini benar benar sudah selesai .Sekali lagi terima kasih untuk semua pembaca setiaku .


Semoga kalian semua bahagia seperti Andin dan juga Adnan😍😍😍


O iya jika berkenan mampir juga ke karya baruku ya


karya baru itu prekuel dan juga sekuel dari novelku ini.


tapi di ceritakan dari sudut pandang Farhan.

__ADS_1


jangan lupa di like dan vote jika kalian suka


Terima kasih .


__ADS_2