Adakah Cinta Sejati

Adakah Cinta Sejati
Apakah kau hamil?


__ADS_3

Keesokan paginya Andin membantu Adnan untuk bersiap .Ia merapikan rambut suaminya dengan jemarinya yang lentik .


" Apa mas Anand harus pergi ?" tanya Andin seraya memeluk suaminya .Rasanya ia tidak rela melepaskan Adnan untuk pergi keluar kota .


Adnan mengecup kening Andin .


" Apa istriku ini ingin ikut ? " tanya Adnan yang melihat Andin terlihat sangat manja .


" Kita bisa sekalian berbulan madu ." goda Adnan .


" Tidak ,aku bisa mengganggu mu nanti ." saut Andin .


" Berikan aku bekal sayang ." pinta Adnan .


"Mengapa tidak bilang dari semalam ,aku tidak menyiapkan bekal apapun sekarang ." saut Andin .


" Bekalnya tidak perlu di siapkan aku bisa mengambilnya sendiri ,seperti ini ." Adnan mengecup bibir dan juga pipi istrinya .Membuat Andin tersenyum malu .


" Jangan lama lama disana cepatlah kembali ." pinta Andin seraya megusap dada bidang suaminya itu.


" Baiklah sayang setelah selesai aku akan langsung pulang ."


" Kalau begitu aku berangkat ." Adnan mengecup puncak kepala istrinya lalu menaiki mobil bersama supir pribadinya .


Ya ,setiap perjalanan keluar kota Adnan tidak pernah membawa mobilnya sendiri melainkan ada supir yang mengantarkannya .


" Hati hati di jalan ,jangan lupa memberi kabar jika sudah sampai ." Teriak Andin ,ia melambaikan tangannya dan mobil itu pun melesat pergi .


⚘⚘⚘⚘


Setelah kepergian Adnan keluar kota ,Andin dan Adnan hanya bertukar kabar melalui telepon .


Meskipun baru beberapa hari di tinggal oleh Adnan tapi Andin sudah sangat merindukan suaminya itu .Setiap malam Andin bahkan selalu menanyakan kapan suaminya itu pulang .


Bukan hanya Andin saja ,Adnan pun juga merasakan hal yang sama namun karena pekerjaannya mengharuskan laki laki itu untuk lebih bersabar .

__ADS_1


Selama kepergian Adnan keluar kota itu Andin di temani oleh Zakia .Adnan memberikan cuti untuk sekertaris sekaligus teman dari istrinya itu selama satu minggu .Namun Adnan tetap memberi tugas pada sekertarisnya yaitu untuk menjaga Andin atau lebih tepatnya mengawasi Andin .


Setiap malam Adnan meminta laporan apa saja yang di lakukan oleh istrinya itu .Adnan juga meminta Zakia untuk mengambil foto Andin diam diam .


Kendati demikian Zakia terlihat sangat senang karenanya ,menurutnya menjaga Andin sangatlah mudah jadi ia sangat menikmati hal tersebut .Mereka mengunjungi beberapa mall dan juga taman hiburan .


Pagi itu Andin terlihat muntah muntah di wastafel .Zakia membantu menepuk nepuk punggung Andin dengan lembut ,wajahnya terlihat cemas .Bagaimana tidak ,menjaga Andin adalah tugasnya saat ini jika sahabatnya itu sakit ataupun terluka maka ia adalah orang pertama yang akan di maki oleh Adnan .


Meskipun Adnan tipe orang yang ceria dan juga ramah namun jika pria itu marah terlihat menakutkan juga .Zakia masih ingat dulu Adnan pernah memukuli orang yang menggoda mantan kekasihnya sebelum bosnya itu mengenal Andin .


" Apa kau sakit ? " tanya Zakia dengan penuh kekhawatiran .


" Aku tidak apa apa Kia ," saut Andin .


" Tapi wajahmu pucat Ndin ,sebaiknya kita ke dokter saja ." ajak Zakia .


" Tidak perlu Kia ,setelah beristirahat pasti aku baik baik saja ."


Dan benar saja ,setelah agak siang Andin kembali pulih seperti biasa .Ia bahkan memiliki selera makan yang tinggi membuat Zakia heran .Pasalnya sahabatnya itu biasanya tidak makan banyak tapi kali ini Andin bahkan memesan beberapa makanan yang berbeda beda .


" Andin apa kau tidak salah membeli makanan sebanyak ini ?" tanya Zakia melihat soto ,gado gado ,ayam goreng serta bakso berjejer di atas meja .


"Tidak ! aku ingin mencoba semua ini ." ucap Andin tersenyum .


" Ayo duduklah ,kita makan bersama sama ." imbuhnya .


Andin terlihat sangat Antusias ia mulai memindahkan makanannya kedalam piring dan juga mangkok .


Sementara Zakia hanya menuangkan bakso kedalam mangkok dan mulai memakannya .


" Andin apa kau sedang hamil ?" tanya Zakia yang melihat Andin makan gado gado begitu lahap .


" Hei itu tidak mungkin ," saut Andin .


" Mungkin saja Ndin ,lihatlah bukankah kau akhir akhir ini pusing dan kau tadi pagi juga muntah muntah ." tutur Zakia .

__ADS_1


" Itu hanya masuk angin saja Kia .Aku dulu juga sering merasakannya saat bersama mas Farhan tapi aku tidak hamil ." tutur Andin


Mereka kembali melanjutkan makannya dengan tenang.


Hari ini Zakia ijin pulang pada Andin .Dengan berat hati Andin pun merelakan Zakia pergi meskipun ia sangat enggan di tinggalkan .


Malam harinya Andin tertidur lebih cepat .Entah mengapa tubuhnya sangat lelah padahal ia tidak melakukan aktifitas yang berat .


Setelah beberapa jam melakukan perjalanan kini Adnan sudah kembali ke rumahnya .Rasanya ia sudah tidak sabar untuk menemui istrinya setelah lima hari berpisah .Dengan perlahan ia membuka pintu rumahnya dengan kunci cadangan yang ia bawa .Lampu ruang depan terlihat sudah padam menandakan sang pemilik rumah sudah tertidur .


Adnan meletakan beberapa barang yang ia bawa di atas sofa kemudian melepaskan kedua sepatunya dan menaruhnya di rak sepatu yang terletak di sudut ruangan .


Adnan segera masuk kedalam kamarnya dan melihat istrinya itu tertidur dengan memeluk sebuah guling .


Adnan ikut berbaring di samping Andin dan memeluk tubuh istrinya dari belakang .Gerakan tubuhnya membuat ranjang ikut bergetar .Andin membuka matanya dan terkejut mendapati sebuah tangan yang melingkar di perutnya .


Namun hal tersebut tidak membuat Andin berteriak pasalnya ia paham betul siapa pemilik tangan tersebut .Andin memutar tubuhnya dan langsung memeluk suaminya itu .


" Mas Anand ,kau sudah pulang ," ucapnya ,Andin membenamkan wajahnya di dada suaminya yang terasa begitu nyaman .


" Iya sayang ,aku sudah kembali ." saut Adnan tersenyum .


Adnan menggeser tubuhnya ke bawah sehingga kini wajah mereka saling berhadapan .Ia membelai pipi dan juga memberikan kecupan di kening Andin .


Adnan memandangi wajah cantik istrinya .


" Aku sangat merindukanmu ." ucapnya ,ia mengecup bibir istrinya dengan lembut namun semakin lama ciuman itu semakin panas .


Mereka pun akhirnya melepas kerinduannya dengan malam yang panjang dan juga penuh gairah .


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2