Adakah Cinta Sejati

Adakah Cinta Sejati
Marah


__ADS_3

Waktu menunjukan pukul sepuluh malam ,Andin terbangun dari tidurnya karena merasa lapar.


" Arghhh ." Ia menguap dan mengerjapkan matanya sambil melirik jam dinding yang terletak di seberang tempat tidurnya.


"Sudah jam sepuluh ,pasti mas Farhan sudah pulang ." Andin beranjak turun dari tempat tidurnya dan bergegas mencari suaminya.


Ia menuju ruang tamu untuk mengecek apakah suaminya tengah menonton tv disana ,namun ruangan itu sepi tak ada tanda tanda kehidupan .Ia pun bergegas ke dapur dan juga ke kamar mandi mencari Farhan namun lagi lagi nihil.


" Apa mas Farhan belum pulang ? " batin Andin .


Andin pun kembali ke kamarnya dan menyambar ponselnya yang tergeletak di kasur .


Dengan kasar Ia mulai mengetikan pesan pada suaminya.


"*sayang, kau dimana ? apa kau baik baik saja? " Andin merasa cemas.


" Aku sedang bersama temanku " Farhan.


" Kau bilang hari ini akan pulang cepat, tapi sudah jam segini kau masih saja berkumpul dengan teman temanmu* ! " rasa khawatir Andin kini berubah jadi kesal ,karna Farhan memilih berkumpul dengan temannya tanpa memberitahunya terlebih dahulu.


Sementara di tempat lain Farhan terlihat masih bercengkrama dengan temannya.


" Bro aku pergi dulu ya ,Ibu negara sudah mulai mengomel dirumah ." pamit Farhan


" Hei Han mengapa kau takut sekali pada istrimu ?" tanya Falen.


"Entahlah Farhan itu hanya badannya saja yang besar tapi dia takut dengan istri ." timpal Dodi yang di sambut oleh gelak tawa dari Falen dan juga Anton.

__ADS_1


Karna merasa gengsi di tertawakan oleh teman temannya ,Farhanpun mengurungkan niatnya dan kembali duduk.


Ia tak menghiraukan puluhan panggilan masuk dari Andin .Karna terus berdering dan terlalu bising Farhanpun mematikan ponselnya lalu memasukannya kedalam saku celana .


Semantara itu dirumah Andin sangat marah karna Farhan tak kunjung pulang , Farhan juga mengabaikan telfonnya dan bahkan sekarang Ia mematikan ponselnya .


Pikiran Andin mulai menerawang kemana mana .


Apakah suaminya sedang bersama wanita lain ?.


Membayangkannya saja sudah membuat Andin merasa murka ,dadanya begitu sesak menahan amarah.


Pukul 12.30 terdengar deruman mesin mobil memasuki halaman rumah .Andin bergegas menuju ruang depan dan membukakan pintu untuk Farhan.


Dengan wajah cemberut Ia menyambut suaminya yang baru sampai itu .Tanpa basa basi Andin memberondong Farhan dengan beberapa pertanyaan layaknya seorang tersangka yang sedang di interogasi.


" Kamu bersama siapa ? " imbuhnya.


" Aku sudah mengatakannya tadi, kalau aku bersama teman temanku ." saut Farhan malas .


" Temanmu yang mana? perempuan atau laki laki? ." tanya andin bersungut sungut.


" Atau jangan jangan kamu pergi bersama perempuan lain mas ?,sehingga kamu sampai mematikan ponsel mu ? " tuduh Andin murka karna tak mendapatkan jawaban dari Farhan.


Farhan malas menjawab pertanyaan yang sering kali di tanyakan oleh istrinya jika Ia pulang terlambat .Farhan berfikir jika Ia menjawab hanya akan membuat keributan di tengah malam ,menilik dari sifat keras kepala Andin akan sifat cemburuannya.Ia terus saja melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah .


" Jawab aku mas !" Andin menghadang Farhan yang sedang berjalan hendak menuju kamar mandi.

__ADS_1


" Apa sih Ndin ? aku lelah ingin istirahat !" jawab Farhan kesal.


"Lagi pula aku hanya mengobrol dengan Dodi , Falen dan juga Anton ." imbuhnya .


" Lalu mengapa kau mengabaikan panggilanku ? bahkan kau juga mematikan ponselmu ."


" Apa karna mas Han merasa terganggu disaat sedang menggoda wanita lain ? dan kini kau menjadikan teman temanmu sebagai alasan , hah !" teriak andin .


" Ah terserahlah, aku lelah berbicara denganmu ." ucap Farhan dengan nada tinggi , Kemudian Ia berlalu meninggalkan Andin yang masih berdiri di tempat.


Andin merasakan sakit di dadanya setelah mendapatkan bentakan dari suaminya .Air matanya tak terasa mengalir begitu saja tanpa permisi .Ia kemudian masuk kedalam kamar dan menangis terisak dibawah selimut.


Setelah mandi Farhan pun menuju tempat tidur .Ia tahu Andin sedang menangis namun Ia membiarkannya karna Farhanpun kesal dengan sikap andin yang selalu menuduhnya yang tidak tidak .Farhan memutuskan untuk tidur dengan posisi membelakangi Andin.


Sementara itu,setelah menangis Andin terlihat tidak bisa tidur .Ia semakin kesal dengan Farhan yang justru tertidur dengan nyenyak bukannya membujuknya atau meminta maaf .


Andin membolak balikan badannya mencari posisi yang nyaman agar bisa tidur .Meskipun awalnya sulit namun lama kelamaan matanya mulai terpejam dan kini ia terlelap setelah hampir terjaga semalaman.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2