
Setelah beberapa hari saling tak bertegur sapa ,Andin kini sudah tak sanggup lagi menahan rasa rindu akan belaian dan kasih sayang dari seseorang yang sangat Ia cintai.
Meskipun tak pernah terucap kata maaf dari mulut Farhan ,Andin akhirnya memulai pembicaraan terlebih dahulu pada Suaminya itu .Mereka pun kembali berbaikan seperti sebelumnya .
Kini rumah mereka kembali hidup seperti semula ,banyak canda tawa yang menyelimuti di dalamnya .
⚘⚘⚘⚘
" Sayang, sarapan sudah siap ." teriak Andin .Ia meletakan nasi goreng sayur kesukaan suaminya di atas meja.
" Iya sebentar lagi ." Farhan mengancingkan kemejanya sambil melihat cermin .Tidak lupa Ia juga menyisir rambutnya agar terlihat lebih rapi.
" Wah gantengnya suamiku ." Andin memeluk Farhan yang baru saja keluar dari kamar.
Farhanpun membalas pelukan istrinya dan memberikan kecupan di puncak kepalanya . Kemudian mereka duduk di kursi meja makan saling berdampingan .
" Wahh nasi goreng sayur ." ucap Farhan .Kemudian Ia langsung menyantap sarapannya tersebut dengan lahap .
" Sayang boleh aku bicara ? ." tanya Andin di sela sela makannya.
" Memangnya ada yang melarangmu bicara ? ." saut Farhan .
" Sayang aku serius ."
" Aku dua rius ." canda Farhan.
" Kau sungguh menyebalkan " Andin mengerucutkan bibirnya.
" Mau bicara apa sih istriku ini ?." Farhan memutar posisi duduknya kesamping menghadap Andin.
"Sayang aku tidak menyukai Siska ." ucap Andin .
" Siska siapa ? ." ucap Farhan bingung.
" Siska pegawai kamu ." saut Andin.
" Tentu saja ,jika kau menyukainya itu terlihat aneh ." ucap Farhan acuh Ia kembali memutar tubuhnya lalu menyumpalkan makanan kedalam mulutnya .
"Maksudmu? ." tanya Andin bingung.
__ADS_1
" Kau dan Siska itu sama sama perempuan ,bukankah aneh jika kau menyukainya ."jelas Farhan.
" Jadi karna kau laki laki, kau menyukainya ? ." tuduh Andin marah .Ia terlihat mengerucutkan bibirnya .
" Marah saja terus, lama lama bibirmu akan memanjang hingga satu meter ." ledek Farhan.
" Mas Farhan !" bentak Andin semakin kesal.
" Lihatlah dirimu ,kau selalu saja marah, padahal aku tidak mengatakan apa pun tentang Siska, tapi kau menuduhku menyukainya ." tutur Farhan.
" Tapi sepertinya dia menyukaimu mas ."
" Ya wajar saja sayang ,karna aku tampan ." Kedua sudut bibir Farhan terangkat keatas memamerkan senyumnya yang membuat Andin luluh dan semakin jatuh cinta pada suaminya.
" Tapi aku tidak menyukainya mas ,karna dia itu genit , aku takut kamu tergoda " ucap Andin serius.
" Kamu percaya kan dengan mas Han ? ." tanya Farhan.
Andin mengangguk .
" Tidak mungkin aku tergoda dengan siapa tadi namanya ? ."
" Iya itu Siska , mana mungkin mas tergoda dengan Siska ataupun wanita lain , kalau mas Han sendiri sudah punya bidadari yang cantik, setia , yang sudah mau berjuang bersama mas dari nol sampai sekarang, yaitu kamu ." ucap Farhan meyakinkan.
" Tapikan mas Han itu manusia , bisa saja nanti mas Han tergoda. Apalagi Siska itu suka pakai baju yang ketat dan juga rok mini ."
" Lalu apa maumu ? ." Farhan menatap lekat wajah istrinya.
" Aku mau mas Han memecat Siska secepatnya ." pinta Andin.
Farhan hanya tertawa mendengar permintaan Andin.
" Kok kamu malah tertawa sih mas, memangnya ada yang lucu? ." ucap Andin kesal.
" Permintaan kamu itu konyol sayang, mana mungkin aku memecat pegawai tanpa alasan ." Farhan mengambil gelas kemudian meneguk air di dalamnya.
" Mana mungkin aku mengatakan, siska hari ini kamu saya pecat karna istri saya cemburu kepadamu, begitu ? ." imbuhnya.
" Ya bukan seperti itu juga mas ."
__ADS_1
" Kalau tidak, mas tegur dia supaya pakai baju yang lebih sopan ." saran Andin.
" Ya sudah nanti mas tegur dia ." Farhan bangun dari duduknya dan bersiap untuk berangkat kerja.
Andin mengantarkan suaminya ke halaman depan .Setelah mobil yang di kendarai Farhan tak terlihat dari jangkauan matanya Ia memutuskan masuk kedalam dan bersiap untuk melakukan pekerjaan rumahnya sehari hari .
Setelah memiliki usaha sendiri dan lumayan sukses Farhan memang melarang istrinya itu untuk bekerja di luar rumah ,Jadi kegiatan Andin sehari hari hanya mengurus rumah dan keperluan suaminya .
⚘⚘⚘⚘
Ketika tengah mengendarai mobilnya, tak sengaja Farhan melihat seseorang yang ia kenal .Wanita itu tengah berdiri di trotoar sambil memegang buku di kepalanya dengan maksud agar bisa menghalangi sinar matahari yang begitu terik bersentuhan langsung dengan wajahnya .
Farhan menepikan mobilnya menghampiri wanita itu.
" Sherly , sedang kau apa disini ?." tanya Farhan yang masih duduk di belakang kemudi, dia menurunkan kaca mobilnya dan melongokkan sedikit kepalanya.
"Mas farhan , aku sedang menunggu taksi tapi dari tadi belum ada yang lewat ." saut Sherly.
" Mungkin karna ada demo dan sebagian jalan di tutup jadi tak ada taksi yang lewat, naiklah aku akan mengantarmu ." ajak Farhan.
" Tidak usah repot repot mas Han , lagi pula kita tidak searah ,lebih baik aku menunggu taksi saja ."
" tidak usah sungkan Sher, naik saja tidak apa apa , sekalian aku juga ingin menyapa Anton ."
Setelah menimang nimang ,akhirnya Sherly menerima tumpangan dari Farhan.
Farhan memutar balik arah untuk mengantarkan Sherly terlebih dahulu.
Sepanjang perjalanan mereka bercengkrama dan sesekali mereka tertawa bersama.
.
.
.
.
.
__ADS_1