Adakah Cinta Sejati

Adakah Cinta Sejati
Jangan tinggalkan aku


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian


Di hari libur yang cerah Andin dan juga Adnan menghabiskan waktu liburnya di dalam rumah .Entah mengapa Andin begitu malas untuk beraktifitas .Ia hanya bergulingan di atas tempat tidur .Sementara Adnan justru sedang mencuci piring dan juga membersihkan beberapa ruangan .


" Sayang kau ingin makan apa ? " teriak Adnan dari dapur .


" Aku tidak ingin makan ." saut Andin ia kembali menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya .


Setelah selesai dengan piring kotornya Adnan menghampiri Andin dan duduk di sebelahnya .Ia menyingkap selimut yang menutupi tubuh istrinya itu .


" Apa kau sakit ?" tanya Adnan seraya menyentuh kening Andin dengan punggung telapak tangannya .


" Tidak .Aku baik baik saja ,hanya saja sedikit pusing ." Andin menyingkirkan tangan Adnan dari keningnya .


" Kalau begitu ayo kita ke dokter ." ajak Adnan .


" Tidak perlu mas, setelah aku tidur pasti akan menghilang pusingnya ."


" Kalau begitu makanlah dulu ,dari semalam kau tidak makan apapun ." Adnan menarik tubuh istrinya agar bangun namun Andin malah kembali menjatuhkan tubuhnya di kasur empuk tersebut .


Karna istrinya itu tidak menurut maka dengan kedua tangannya Adnan mulai mengangkat tubuh mungil istrinya itu dan membawanya menuju meja makan .


" Jika tidak di paksa maka istriku akan mati kelaparan ." ucap Adnan ia kemudian berjalan melewati pintu kamar sambil membopong istrinya .


Andin melingkarkan kedua tangannya di tengkuk leher Adnan.


" Baiklah aku akan makan , tapi turunkan aku dulu .Aku bisa berjalan sendiri ." pinta Andin .


Adnan tak mengindahkan permintaan istrinya tersebut ,ia tetap melangkahkan kakinya menuju meja makan .Setelah sampai ,Adnan mendudukan tubuh istrinya di salah satu kursi kayu yang memiliki ukiran di sandaran dan juga ke empat kakinya .


" Duduklah dengan tenang disini aku akan membuat makanan untukmu ." ucap Adnan .Ia kemudian menghampiri kulkas dan mengacak acak isi di dalamnya untuk mencari sesuatu yang ia butuhkan .


" Memangnya Mas Adnan bisa masak ?" tanya Andin sambil memandangi suaminya yang tengah mengiris sayuran dan juga daging ayam .


" Apa kau meremehkanku ? lihatlah kau pasti akan memberikan sepuluh jempolmu atas masakan ku ." saut Adnan tertawa .


" Aku tahu itu mustahil ." saut Andin tak percaya .


Setelah lima belas menit berkecamuk dengan wajan dan juga spatula maka jadilah makanan istimewa buatan chef Adnan .


" Tara ,silahkan di makan nona ." Adnan meletakan makanannya di hadapan Andin .


Andin tertawa memandangi semangkuk mie instan dengan campuran brokoli ,telur ,ayam dan juga sosis .Meskipun hanya mie instan tapi Andin tetap menyantapnya dengan lahap .

__ADS_1


" Bukankah mie buatan ku enak ?" tanya Adnan sambil menyendok makanannya sendiri .


" Benar mie buatan suamiku sangat enak ." saut Andin tersenyum seraya mengangguk anggukan kepalanya .


Andin kembali menyuapkan makanan kedalam mulutnya namun pikirannya kini menerawang jauh entah kemana .


Ia ingat dulu Farhan pernah memasakan makanan untuknya saat sedang sakit .Kala itu farhan membuat bubur ayam dengan bahan campur aduk namun rasanya sangat enak .


Tiba tiba Andin menitikan air mata saat mengingat masa masa itu .Wajahnya menunduk memandangi mangkuknya serta tangannya terlihat memutar mutar garpunya di antara tumpukan mie tersebut .Semakin lama ia semakin terisak dan membuat Adnan menoleh .


Adnan memegangi kedua lengan Andin .


" Ada apa ? mengapa menangis ?" tanya Adnan heran .Beberapa menit yang lalu Andin bahkan tertawa tapi mengapa sekarang ia menangis .


Andin tidak menjawab, ia justru menangis semakin keras .


Adnan segera menarik tubuh Andin dan membawa kedalam dekapannya .Membiarkan istrinya itu menangis disana .


" Apa mienya tidak enak ? jika kau tidak ingin makan tidak apa apa ,aku tidak akan marah ." Adnan mengusap punggung Andin untuk memberikan ketenangan .


Andin menumpahkan air matanya di dada sang suami hingga membuat kaus Adnan basah karenanya .


" Tidak apa apa ,kau boleh menangis sepuasnya ." Adnan semakin erat memeluk Andin sesekali ia juga mengecup puncak kepala istrinya itu .


*****


Saat malam hari Andin kini sudah ceria lagi seperti biasa .Ia bahkan bersenandung saat sedang memasak ,membuat Adnan semakin bingung .


Setelah masakannya matang Andin segera memanggil suaminya untuk makan bersama .


dua porsi daging sapi lada hitam beserta nasi putih telah tersaji di atas meja .Warna warni dari paprika menambah tampilan makanan tersebut terlihat sangat menggoda .


Andin dan Adnan duduk berdampingan dan mulai memakan makanannya .


" Sayang apa kau sudah sembuh ?" tanya Adnan membuka pembicaraan .


" Memangnya aku sakit ?" tanya Andin tanpa butuh jawaban.


" Tadi pagi kau bilang pusing ." jelas Adnan


" Oh ,masih sedikit tapi tidak apa apa ."ucap Andin tersenyum .


" Sayang besok aku harus keluar kota ,ada pekerjaan yang harus ku urus ." tutur Adnan .

__ADS_1


" Berapa hari ? " tanya Andin tanpa menoleh .


" Sekitar satu minggu sayang ."


" Apa ? satu minggu ? " saut Andin terkejut.Ia menghentikan makannya dan kini memutar tubuhnya menghadap Adnan .


" Mengapa lama sekali memangnya apa yang akan mas Adnan lakukan disana ? "


" Aku ingin bertemu dengan klien ku sayang ." jawab Adnan .


" hanya bertemu dengan klien mengapa lama sekali ,atau jangan jangan mas Adnan ingin bertemu dengan wanita lain ? " tuduh Andin .


Entah mengapa penyakit lama Andin kambuh lagi setelah dua tahun berlalu .Dulu ia sering menuduh Farhan yang tidak tidak .Dan sekarang ia mulai mencurigai suaminya juga .Apakah itu pertanda bahwa Andin mulai benar benar mencintai Adnan dan melupakan Farhan sepenuhnya ?.


" Sayang apa maksudmu ? apa kau tidak percaya kepadaku ?" saut Adnan dengan nada tinggi .


" Lihatlah mas Adnan bahkan membentakku , mas Adnan pasti sudah bosan kan denganku dan kini mas Adnan ingin pergi meninggalkan ku ." ucap Andin menangis .


" Maaf ,aku tidak bermaksud membentakmu ."


" Maafkan aku ,oh ? " Adnan memeluk istrinya .


Andin mencoba meronta namun Adnan mendekapnya lebih erat .


" Percayalah ,aku tidak akan berbuat macam macam di sana ,ini benar benar karena pekerjaan jika sudah selesai aku pasti akan kembali ." Adnan menepuk nempuk punggung Andin .


" Jangan tinggalkan aku mas ,aku mencintaimu aku tidak ingin kehilangan mas Adnan ," pinta Andin dengan sesenggukan ,tangannya terlihat membalas pelukan Adnan .


" Tentu saja sayang ,aku tidak akan pernah meninggalkanmu ." saut Adnan tersenyum .


Meskipun hari ini Andin bersikap aneh tapi ia bahagia karna ternyata Andin betul betul sangat mencintainya hingga takut di tinggalkan olehnya .


Dan hal tersebut menyingkirkan kekhawatiran Adnan yang sempat curiga kalau istrinya itu masih memiliki perasaan terhadap mantan suaminya yaitu Farhan .


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2