
" kia tunggu aku, tidak bisakah kita naik lift saja " nafas andin terlihat terengah engah karena kelelahan menaiki anak tangga di eskalator apalagi ia mengenakan sepatu hak tinggi.
" huuh huhh , cepatlah ndin pekerjaanku di pertaruhkan sekarang " zakia mencoba mengatur nafasnya yg terengah engah juga.
setelah sepuluh menit menaiki tangga akhirnya ia sampai juga di lantai enam.
sebelum menemui bosnya zakia merapikan bajunya kemudian melihat sekeliling mencari dimana bosnya berada.
rupanya bosnya tengah duduk di meja no 19 tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang. ia segera menghampiri bosnya itu bersama dengan andin.
awalnya zakia menyuruh andin pergi tapi andin kekeh ingin ikut dengan zakia dan ingin minta maaf pada bos temannya itu karena sudah mengajak sekertarisnya nonton film.
" maaf pak adnan saya terlambat " ucap zakia menunduk.
laki laki itu mendongakkan kepalanya menghadap zakia.
" ya , mengapa kau mematikan ponselmu? apa kau sudah lupa dengan tugasmu disini? hah ? " sindir laki laki itu.
andin memperhatikan bos temannya itu wajahnya sangat imut akan tetapi tubuhnya terlihat sangat atletis.
" maaf pak saya ikut campur, tapi disini saya yang bersalah karna mengajak pegawai bapak nonton film tadi, sekali lagi saya minta maaf "
adnanpun menoleh pada andin seketika ia langsung terpana akan kecantikan andin.
" ah baiklah, tidak apa apa, aku hanya ingin menanyakan pada sekertarisku apa dia sudah makan atau belum? "
zakia terlihat bingung dengan perubahan sikap bosnya.
__ADS_1
" lihatlah aku sendirian sekarang , jika belum makan makanlah bersamaku dan karna kau bersama temanmu kita bisa makan bersama sama , pasti lebis seru " ucap adnan sambil tersenyum.
" apa dia kesambet hantu disini? " zakia terlihat semakin bingung dengan ucapan bossnya saat ini, biasanya bosnya sangat rewel akan tetapi kini dia seperti orang yang berbeda namun zakia tetap mengiyakan permintaan atasannya itu.
mereka bertiga makan siang bersama di restoran itu.
setelah makan siang andin pergi meninggalkan zakia bersama bosnya, ia juga tidak lupa mengucapkan terima kasih pada bos zakia karna sudah mentraktirnya makan.
sementara kini zakia dan bosnya terlihat memasuki mobil yang sama. bosnya duduk di kursi belakang sementara zakia duduk di kursi depan bersama supir. mobilpun melesat pergi meninggalkan parkiran mall tadi.
" siapa nama wanita tadi ? " tanya adnan tanpa menoleh matanya berpusat pada ponsel yang ia pegang.
tak ada jawaban disana. adnan memandang kedepan ia menendang jok yang ada di depannya hingga membuat zakia tersentak.
" ya, apa telingamu sudah tidak berfungsi " ucap adnan kesal.
" tidak, aku berbicara dengan hantu yang duduk di depanku " ucapnya ketus.
" bagaimana aku tau kau berbicara denganku , dia bahkan tidak memanggil namaku , kita kan tidak hanya berdua " gerutu zakia
" maksud bapak temanku tadi ? , namanya andin, dia sudah memiliki suami " saut zakia.
" apa kau bertanya dia sudah memiliki suami ? " timpal adnan.
" sial , tenyata dia sudah menikah " batin adnan.
zakia hanya memutar kedua bola matanya.
__ADS_1
" kau memang tidak bertanya bos , tapi matamu mengatakan kepadaku kalau kau tertarik padanya. karena itu aku memberi garis batas kepadamu " ucap zakia dalam hati.
sementara di tempat lain andin sudah berada di cafenya ia bertanya pada salah satu pegawai yang bertanggung jawab mengecek stok bahan makanan dan minuman yang kosong.
" lusa saya akan pergi keluar kota, apa yang perlu kita restock untuk kebutuhan seminggu kedepan? " tanya andin pada diva.
divapun menjelaskan apa saja yang harus di pesan oleh bosnya secara detail.
" apa hanya ini saja " tanya andin lagi.
" iya bu , yang lainnya masih ada untuk stok seminggu kedepan " jawab diva.
" baiklah, terima kasih diva , kembalilah bekerja "
" kalau begitu saya permisi bu " pamit diva.
andin hanya menganggukan kepalanya.
lalu andin terlihat menelfon seseorang untuk memesan bahan bahan yang ia butuhkan di toko langganannya.
.
.
.
.
__ADS_1
.