
Hari yang di tunggu para pegawai telah tiba .Hari minggu ini langit nampak mendung tertutup awan hitam .Sebagian orang kembali menarik selimutnya dan sebagian lagi bermalas malasan di rumah .
Namun berbeda dengan Adnan .Sejak pagi pria itu sangat bersemangat untuk berpergian .Dan disinilah kini ia berada ,di salah satu rumah yang sebagian halamannya di tanami bunga yang berwarna warni .
Ya ,tentu saja rumah tersebut adalah rumah Andin .Dengan menggunakan celana jeans dan kaos pendek serta jaket berwarna krem ia menunggu kekasihnya itu .
Wajahnya terlihat sumringah ketika orang yang di tunggunya keluar dari rumah tersebut .
" Kita langsung jalan ? " tanya Adnan .
Andin menganggukan kepalanya .
Mereka melewati jalanan kota yang terlihat senggang .Rintik rintik hujan kini mulai membasahi kaca mobil .Dengan hati hati Adnan mengemudikan kendaraannya menuju Rose Cake's .
Selang beberapa jam kini mereka memasuki tempat yang mereka tuju .
Seperti dalam drama ataupun film .Dengan kedua tangannya Adnan terlihat menyibakkan jaketnya di atas kepala .Mereka berjalan bersama dibawah naungan jaket tersebut .
Andin segera mengambil kuncinya dari dalam tas kemudian membuka tokonya tersebut .
Adnan mengikuti langkah Andin yang mengantarnya ke salah satu ruangan .Ruangan itu tidak besar hanya berukuran 3 x 3 meter .Didalamnya terdapat sebuah lemari yang terbuat dari kayu .Lemari tersebut digunakan Andin dan juga pegawainya untuk menyimpan barang barang mereka .
Di sudut ruangan terdapat sofa panjang smpat dudukan .Dan disanalah Adnan berada .Adnan duduk sambil memainkan ponselnya .Dihadapannya terlihat secangkir coffe dan juga beberapa potong croissant.
Tak jauh dari ruangan itu Andin terlihat sedang berjibaku dengan tepung dan bahan bahan lainnya .Dengan di bantu oleh kedua pegawainya Andin telah menyelesaikan beberapa jenis roti dan juga bolu .
Setelah menyelesaikan Adonan donatnya Andin segera mencetaknya dan memanggang donat tersebut .
" Setelah matang tolong di beri toping ya San ," perintah Andin pada salah satu pegawainya .
" Baik bu ," saut Sandra .
Andin melepas celemeknya lalu menaruhnya di keranjang tak jauh dari tempatnya tadi .Ia menghampiri Adnan yang masih memegangi ponselnya .
" Apa kau tidak bosan disini ?" tanyanya pada Adnan .
Adnan meletakan ponselnya dan memandangi Andin yang berjalan mendekati loker.
" Tidak ,aku tidak bosan ," ucap Adnan dengan tersenyum .
__ADS_1
" Begitukah ,haruskah kita pergi ?," tanya Andin tangannya membuka loker dan mengambil tas miliknya.
Adnan langsung bangkit berdiri dan memasukan ponselnya ke saku celana .
" Ide bagus ," ucap Adnan dengan sangat antusias .
Ia memang sudah bosan setelah hampir seharian hanya duduk dan memainkan ponselnya namun ia berpura pura santai di depan Andin .
Andin hanya bisa tertawa melihat tingkah kekasihnya itu .
Setelah pamit pada pegawainya Andin pergi bersama Adnan .
" Kita mau kemana ?" tanya Andin saat mereka hanya berkeliling .
" Entahlah ,apa kau ingin mampir ke rumahku ?" ajak Adnan .
" Bukan ide yang buruk ," Saut Andin .
Adnan pun memutar kendaraannya menuju rumahnya .
Setelah setengah jam berkendara kini mereka sudah sampai di sebuah rumah yang tampak sangat elegan .Rumah tersebut sangat berbeda dengan yang lainnya .
Adnin terkesima menatap rumah Adnan yang menurutnya sangat bagus .
"Apa kau menyukainya ? aku mendesainnya sendiri ," ucap Adnan bangga
"Tentu saja aku menyukainya ,ini sangat elegan ," saut Andin .
" Jika kita sudah menikah aku akan membuatkan rumah untuk kita berdua nanti ," Adnan menggandeng tangan Andin kemudian membawanya masuk kedalam rumah .
Lagi lagi Andin terperangah akan isi di dalam rumah tersebut .Interiornya terlihat mewah namun tidak norak .
Di bagian belakang rumah tersebut juga terdapat sebuah kolam renang berukuran sedang .
Andin mendudukan tubuhnya di pinggiran kolam renang dan kakinya ia letakan di bawah permukaan air .
" Apa kau suka bermain air ?" Adnan mendekati Andin dengan membawa dua gelas jus jeruk di tangannya .
" Iya ,aku suka sekali berenang meskipun aku tidak bisa berenang ," Andin terlihat memandangi riak air yang di hasilkan oleh gerakan kakinya .
__ADS_1
" Apa kau ingin berenang ? " Adnan meletakan gelas itu di meja tak jauh dari sana .
" Tidak ,aku tidak memba...,"
Adnan segera membopong tubuh Andin dan mencelupkan tubuhnya sebelum Andin menyelesaikan ucapannya .
Andin memegangi leher Adnan karena ketakutan .Kolam renang itu terlihat dalam jadi ia takut tenggelam .
" Mas aku tidak bisa berenang ,kembalikan aku ke tepi ," teriak Andin
Ia menepuk nepuk pundak Adnan agar segera menuruti perintahnya .
Namun Adnan hanya tertawa dan terus membawa Andin ke kolam yang lebih dalam .
Setelah sampai di tengah kolam Adnan melepaskan tangan kananya yang memapah kaki Andin .
Andin semakin erat memegangi tubuh Adnan .Tangan kanannya ia letakan di leher Adnan sementara tangan kirinya memegangi dada bidang laki laki tersebut .
Adnan terlihat sangat menikmati momen tersebut .
" Tidak apa apa ,aku memegangimu ," Adnan meraih tangan kiri Andin kemudian melingkarkannya dilehernya .Kemudia ia merengkuh pinggang Andin .
Tubuh mereka sangat dekat ,bahkan saling menempel satu sama lain .Hanya pakaian mereka masing masing yang menjadi pembatas di antaranya .
Mereka saling berpandangan .Pipi Andin terlihat merona ketika itu,jantungnya berdebar sangat kencang bahkan Adnan bisa mendengarnya .
" Aku ingin ke yang lebih rendah agar bisa berdiri ," pinta Andin
Ia sengaja mengalikan pembicaraan agar Adnan berhenti menatapnya .Jantungnya bisa saja berhenti jika ia terus dalam posisi tersebut .
Adnan membawa Andin ke tepi kolam renang yang lebih rendah dan mereka bermain air di sana.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.