
Entah setan apa yang merasuki Andin dan juga Farhan .
Mereka terlihat sangat menikmati percumbuan mereka yang terlarang .Seperti telah berpisah selama ribuan tahun mereka kini melepas kerinduan yang selama ini mereka pendam .
Belaian tangan dan juga kecupan lembut Farhan membuat Andin terlena akan rasa sakitnya yang selama ini .
Hingga akhirnya ia mulai tersadar saat Farhan mulai membuka salah satu kancing piyamanya .
Otaknya kembali bisa berpikir jernih dan Andin mulai membuka kedua matanya .Andin segera mendorong tubuh Farhan yang berada di atasnya kemudian ia beranjak duduk .
" Ini tidak benar ,sebaiknya aku pulang ," ucap Andin .
"Maaf ,aku melewati batas , tapi bisakah kau tidur disini saja ? ," tanya Farhan .
" ini sudah malam ,istirahatlah aku berjanji tidak akan melakukan apapun ," imbuhnya .
Andin melirik jam di dinding kamarnya ,waktu menunjukan pukul 02.00 ,akhirnya ia menuruti permintaan Farhan untuk tetap tinggal .
Farhan hendak keluar dari kamar tersebut namun ia menghentikan langkahnya saat Andin memanggil namanya .
" Mas Han ,bisakah kau tidur bersamaku malam ini ?" tanya Andin .
" Maksudku tidur yang sebenarnya ," imbuh andin cepat sebelum Farhan salah mengartikan niatnya .
Farhan kembali naik ketempat tidur ,ia berbaring di samping Andin dengan bantal guling di tengahnya sebagai batas di antara mereka .
__ADS_1
Layaknya seperti seorang teman ,Farhan menceritakan apa saja yang di lakukannya hari ini dan juga bagaimana ia bisa datang di saat yang pas saat di rumah Anton.
Farhan menceritakan bahwa sebelum datang kerumah temannya tersebut entah mengapa seperti ada seseorang yang terus membisikkan padanya untuk pergi kesana .Dan akhirnya ia pun datang dan terkejut mendengar suara teriakan dan tangisan dalam rumah tersebut .
Andin sangat berterima kasih karna Farhan datang menyelamatkannya .
Seperti seorang ibu yang membacakan dongeng pada putrinya ,kini Andin terlelap tidur setelah mendengarkan cerita Farhan .
Farhan menutupi tubuh Andin dengan selimut lalu mengecup keningnya .
" Selamat tidur sayang ." bisiknya lembut kemudian ia membaringkan tubunya di samping Andin dan tertidur juga .
Sementara itu ,di tempat lain sherly merasa gelisah menanti Farhan yang tak kunjung pulang .Berkali kali ia mencoba menelfon suaminya itu namun tidak ada jawaban .Ia ingin pergi keluar untuk mencari Farhan namun ia tidak tega membawa sera yang sudah terlelap tidur .
keesokan paginya Andin terlonjak kaget saat bangun tidur .Tubuhnya dan Farhan telah menyatu saling berpelukan erat .Bantal guling yang menjadi pembatas itu terjatuh ke lantai entah sejak kapan .
Andin segera melepaskan tangan Farhan yang melingkar di perutnya .Farhan sedikit menggeliat namun matanya masih tertutup dan dengkuran halus kembali terdengar keluar dari mulutnya .
Andin turun dari tempat tidur dan segera membersihkan diri di kamar tamu .
Setelah selesai ia hendak berganti pakaian namun ia lupa tidak membawanya ke kamar tersebut .
dengan hanya menggunakan handuk Andin mengendap endap kembali ke kamar utama dimana baju bajunya ia letakan disana .
Sebenarnya Farhan sudah bangun dan melihat Andin yang berjalan seperti maling namun ia tetap memejamkan matanya agar Andin tak merasa canggung ataupun malu .
__ADS_1
Setelah mengambil baju ,Andin kembali keluar kamar dengan langkah kaki berjinjit, karna terlalu fokus pada langkahnya ia bahkan tidak menyadari kalau farhan mengintipnya sambil tersenyum .
Selesai mengganti baju Andin membuatkan sarapan untuk Farhan .Nasi goreng sayur dan secangkir teh telah ia sajikan di atas meja .Ia mengambil secarik kertas kemudian menuliskan sesuatu disana .
Terima kasih untuk semuanya .
Maaf aku tidak pamit kepadamu.
Makanlah terlebih dahulu sebelum kau pergi bekerja .
Andin meletakan kertas itu si samping cangkir teh kemudian ia pergi untuk kembali ke rumahnya sendiri .
Setelah kepergian Andin ,Farhan bangun dan menghampiri meja makan .Tanpa mandi terlebih dahulu ia langsung menyantap nasi goreng kesukaannya dengan menitikan air mata .
Makanan ini yang selalu kurindukan setiap pagi .
.
.
.
.
.
__ADS_1