
Meskipun telah bergadang semalaman namun tak membuat Andin untuk bermalas malasan bangun pagi .Ia segera bangkit dari tempat tidurnya dan beranjak pergi ke kamar mandi .
Setengah jam kemudian ia keluar setelah berpakaian rapi .Andin mengecup pipi Adnan yang masih terlelap ,lalu menarik selimut tebalnya agar menutupi tubuh suaminya yang tak mengenakan sehelai benang pun .
Andin terlihat sibuk di dapur .Ia membuat sarapan untuk Adnan dengan bahan yang ada di dalam kulkas .Tak berselang lama beberapa potong sandwich dan juga dua gelas susu telah tersaji di atas meja .
Waktu menunjukan pukul tujuh pagi .Andin segera kembali ke kamarnya .
" Mas bangun sudah jam tujuh ,nanti kau terlambat ke kantor ," ucap Andin sambil membelai wajah Adnan .
Adnan menggeliat namun matanya masih terpejam .
" Aku tidak ingin ke kantor aku ingin di rumah saja ." sautnya .Adnan menarik tangan Andin dan membuat wanita itu kini ikut berbaring di sampingnya .
" Cepatlah bangun ,klien mu nanti kabur karna melihat koleganya malas ." Andin berusaha bangkit namun lagi lagi Adnan menarik tubuhnya hingga kini semakin rapat .
" Mas ini ....," ucap Andin terpotong .
Adnan menutup mulut istrinya dengan bibirnya agar istrinya itu berhenti berbicara .
" Sebentar lagi ,setelah kita melakukannya sekali lagi ." ucapnya tersenyum ,Ia kembali membenamkan wajahnya ke bagian favoritnya di tubuh Andin.
Andin hanya bisa pasrah mengikuti keinginan suaminya meskipun tak bisa di pungkiri ia juga terlihat sangat menikmati pergumulan itu .
__ADS_1
Setelah puas berolah raga pagi di atas tempat tidur ,mereka membersihkan diri di kamar mandi .Awalnya Adnan meminta untuk mandi bersama sama ,namun Andin menentangnya karna ia tahu apa yang akan terjadi jika mereka mandi bersama .Itu artinya akan memakan waktu semakin lama sedangkan Adnan harus segera berangkat kerja .
Setelah kembali berpakaian,tak lupa Andin menyiapkan baju untuk suaminya lalu merapikan tempat tidur .
Tak berselang lama Adnan pun keluar dari kamar mandi dan langsung mengenakan pakaian yang telah di siapkan oleh Andin .
Kemeja putih serta tuksedo berwarna biru navi melekat sempurna di tubuh jangkungnya .
" Bolehkah aku libur saja hari ini ,aku ingin di rumah saja denganmu ." rengeknya saat Andin membantu memasangkan dasi di lehernya .
Karna Andin kurang tinggi, Adnan pun terlihat membentangkan kaki jenjangnya agar mereka sejajar dan Andin tidak perlu mendongak .
" Lalu apa yang akan mas Adnan lakukan di rumah ? " tanya Andin
"Tentu saja tidur bersamamu ." Adnan terus mendorong tubuh istrinya kebelakang hingga Andin terpojok di depan lemari baju .Ia kembali mengecup bibir Andin dengan mesra.
Andin segera beringsut dari kuncian suaminya dan berjalan menuju meja makan di ikuti oleh Adnan yang mengekorinya .
" Entahlah ,rasanya bagaikan candu sayang,aku tidak bisa berhenti dan aku tidak merasa lelah sama sekali bahkan mungkin aku masih bisa melakukannya hingga seratus kali denganmu ." ucapnya blak blakan .
Andin hanya tertawa mendengar ocehan suaminya itu.
Mereka berdua kini duduk berdampingan dan mulai memakan sarapannya .
__ADS_1
"Sayang karna kita sudah menikah ,jual saja rumah mu? "ucap Adnan di sela makannya
" Kenapa ?"
" Karna rumah itu berasal dari uang Farhan dan juga bilang padanya untuk berhenti memberi mu uang bulanan ."
" Memangnya kenapa ?,apa mas Anand tahu, cafe dan kebun mas Farhan dulu kami membelinya bersama sama ." tanya Andin lagi .
" Meskipun begitu tapi kau sekarang menjadi istriku ,aku tidak mau laki laki lain menafkahimu ." saut Adnan dengan raut serius .
" Emmm aku mengerti ,aku akan mengatakannya pada mas Han ."
" Terima kasih istriku ." Adnan kembali memakan sarapannya .
Setelah sarapan Adnan pun berangkat kerja meskipun sebenarnya ia sangat malas .
Sedangkan Andin memilih untuk membersihkan rumah terlebih dahulu sebelum ia pergi ke tokonya .
.
.
.
__ADS_1
.
.