Adakah Cinta Sejati

Adakah Cinta Sejati
Aku Mencintaimu


__ADS_3

Andin duduk bersama Adnan di jok depan sedangkan Zakia terlihat duduk di jok belakangnya .


Adnan membantu memasangkan seatbelt Andin .Wajah mereka begitu dekat membuat dada Andin berdegup kencang .


" Ehem ehem ." Zakia berdehem meskipun tenggorokannya tidak gatal .


" Kia aku sangat merindukanmu ." ucap Andin sambil menoleh kearah sahabatnya itu .


"Aku juga merindukanmu Andin ,Tapi ada juga yang lebih lebih merindukanmu Ndin hingga ia terus merengek seperti bayi ," sindir Zakia pada Adnan.


" Siapa ?"tanya Andin penasaran .


"Entahlah kurasa dia ada di dekatmu ." Zakia mengarahkan pandangannya pada Adnan yang tengah fokus mengemudi .Andinpun mengikuti arah pandangan sahabatnya itu .


Adnan terlihat salah tingkah saat itu.


" Apa kau menata rambutmu Ndin ?" tanya Adnan mengalihkan pembicaraan .


"Oh ,aku hanya iseng menggunakan roll tadi ,apakah terlihat jelek ?" Andin memegangi rambut bergelombangnya.


"Itu cantik ,aku sangat menyukainya ." jawab Adnan dengan cepat .


"Cih ,baru saja beberapa jam yang lalu dia mengatakan kalau dia tak menyukai rambut bergelombang ," gumam Zakia .


" Lihatlah ,orang yang jatuh cinta memang terkadang lebih cepat pikun ," imbuhnya .


Setelah setengah jam berkendara kini mereka sudah sampai di The Edge Bristo .


Sebuah restoran mewah yang terletak dirooftop hotel Hilton .


Langit yang cerah bertabur bintang menambah keindahan dan menjadikan suasana lebih romantis ditempat itu .Dinding kaca yang tembus pandang membuat orang yang di dalamnya bisa melihat lautan cahaya dari kendaraan yang lalu lalang dibawah sana dan juga cahaya dari gedung pencakar langit di sekitar restoran tersebut .


Setelah beberapa menit menunggu ,pesanan mereka bertigapun datang .Satu loyang Barbecue Chicken Pizza berukuran besar dan King Prawn Spaghetti yang terlihat begitu menggoda serta 3 gelas cocktail telah tersaji dimeja mereka .


Mereka menikmati makanannya sambil saling berbincang .

__ADS_1


" Apa kau menyukai tempatnya Ndin ?" tanya Adnan di sela makannya .


"Hemm tentu ,tempat ini sangat indah ,aku sangat menyukainya ," Andin menganggukan kepalanya kemudian kembali menyumpalkan spaghetti kedalam mulutnya .


" Benar kan apa yang aku katakan ,tempat ini memang sangat bagus ,aku tidak salah merekomendasikan tempat ini ." ucap Zakia bangga .


" Ah tunggu dulu aku ingin ketoilet sebentar ,kau tidak apa apa kan Ndin ku tinggal dengan bosku ?"tanya Zakia sedikit cemas.


"Ya ,kau pikir aku akan menggigitnya jika kau tidak ada ,cepat pergilah kalau perlu tidak usah kembali ." saut Adnan kesal .


Andin hanya tertawa melihat Zakia dan juga Adnan yang selalu bertengkar .Bagaimana mungkin ada seseorang yang sangat berani pada atasannya seperti temannya itu .


Sementara Zakia di toilet Adnan terlihat menggeser bangkunya mendekati Andin .


"Aku selalu ingin datang bersama orang yang aku cintai ke tempat seperti ini ." ucap Adnan .


"Dan hari ini keinginanku terlaksana ," Adnan menatap serius wajah Andin .


"Andin aku menyukaimu maukah kau menjadi kekasihku ?" tanya Adnan sambil memegang tangan kiri Andin yang berada di atas meja .


Dengan cepat Adnan mengambil tisu dan mengelap bibir Andin .


" Aku bisa melakukannya sendiri ." Andin mengambil tissu yang dipegang oleh Adnan dan mulai mengelap bagian wajah dan juga bajunya yang terkena tumpahan cocktail tadi .


" Kau tidak perlu menjawabnya sekarang, aku akan menunggu ." ucap Adnan saat Andin sudah selesai membersihkan tubuhnya .


"Maaf membuatmu canggung ,kau tidak perlu terlalu memikirkannya ,bicaralah saat kau sudah siap ." imbuhnya .


Tak lama kemudian Zakia datang setelah selesai dari toilet .


"Wahh toiletnya sangat penuh sampai mengantri ,sepertinya semua orang menumpang buang air di tempat ini " Ucap Zakia mencairkan suasana .


"Mengapa kau lama sekali ? lihatlah kami sampai bejamur karna menunggumu ." ucap Adnan.


"Apa pak Adnan tidak dengar aku sudah mengatakan kalau toiletnya penuh ,kurasa besok Bapak harus memeriksakan telinga bapak ke THT ." jelas Zakia .

__ADS_1


Sebenarnya Zakia sudah kembali dari tadi namun saat ia akan menghampiri mereka ia melihat Adnan sedang memegang tangan Andin dan sepertinya mereka sangat serius jadi ia mengurungkan niatnya dan berdiri di balik tembok .Setelah suasana sudah kondusif barulah ia menghampiri teman dan juga bosnya itu .


Setelah makan malam selesai mereka beranjak pulang dan Adnan mengantarkan Andin terlebih dahulu .Setelah Andin masuk kedalam rumahnya Adnan dan Zakia kembali ke mobil .


" Mengapa kau kembali duduk di situ ." tanya Adnan saat melihat sekertarisnya duduk di jok belakang .


" Apa aku harus duduk di depan ?" Zakia turun dan berpindah kejok depan bersama Adnan .


" Ya ,kau pikir kau mau kemana ? turunlah dan naik taksi saja ." perintah Adnan .


"Tapi pak aku tidak punya uang ,bolehkah aku minta padamu ?" Zakia menengadahkan kedua tangannya .


"Kau fikir aku ayahmu ,cepat turunlah ." Adnan menggerakkan tangannya mengusir Zakia .


Zakiapun akhirnya turun dengan wajah cemberut .


Adnan tidak tega melihatnya kemudian ia turun dan membuka dompetnya .


" Ambilah ini dan jangan tunjukan wajah menyedihkanmu itu ." ucap Adnan menyerahkan beberapa lembar uang pada Zakia .


Zakia langsung tersenyum ceria dan membentuk hati dengan kedua tangannya di atas kepala .


" Aku mencintaimu bos ,saranghae ." ucapnya berkali kali.


"Aish ,seharusnya bocah itu jadi artis saja. Lihatlah wajahnya bisa berubah ekspresi hanya dalam satu detik ." ucap Adnan sambil tertawa .


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2