Adakah Cinta Sejati

Adakah Cinta Sejati
Apakah boleh ?


__ADS_3

*Aku tidak pernah bermimpi untuk menjadi pengantin untuk yang kedua kalinya .Jika bisa memilih, aku hanya ingin menikah satu kali seumur hidupku dengan orang yang aku cintai. Dan hidup bahagia bersamanya hingga rambut kami memutih .


Namun jodoh dan takdir manusia tidak ada yang tahu .Meskipun pernikahan ini bukan yang pertama bagiku ,tapi aku berharap ini adalah yang terakhir .Aku berharap di pernikahan kedua ini ,aku dan pasanganku bisa terus bersama .Menjalani sisa hidup kami dengan penuh kebahagian .


Andin*


*****


Hari yang di tunggu telah tiba .Dua insan yang berbeda kini telah menjadi satu dalam ikatan suci yaitu sebuah pernikahan .


Dengan satu tarikan nafas Adnan mengucapkan ijab qabul dengan sempurna .


Dan kini resmi sudah Adnan dan Andin menjadi pasangan suami istri .


Dengan di hadiri oleh keluarga dan juga kerabat dekat mereka melangsungkan prosesi akad nikah dengan khidmat .


Kini usai sudah tanggung jawab yang di emban oleh Haris dan juga Samsul sebagai kakak dari Andin .Kini mereka mengalihkan tanggung jawabnya pada laki laki yang baru saja resmi menjadi adik iparnya .


" Adnan kakak titipkan Andin padamu ,jaga dia dengan baik dan jangan pernah kau sakiti dia ." ucap Samsul sambil memeluk Adnan .


" Tentu kak ,Adnan berjanji tidak akan mengecewakan kak Samsul dan juga kak Haris ."


Haris telihat menepuk pundak Adnan.


" Kakak percaya padamu ." ucapnya .


Acara sakral itu di selimuti dengan tawa dan juga tangis .Bukan tangis kesedihan melainkan tangis kebahagiaan .


Ibu memeluk erat putra kesayangannya itu dengan terisak .


" Sudahlah bu jangan menangis ,memangnya Adnan mau kemana sampai di tangisi seperti itu ." ucap tuan Sanjaya .


" Papah tidak mengerti ! Ibu yang sudah merawatnya sedari kecil tapi kini orang lain mengambilnya ."


" Tapi Adnan tidak kemana mana bu ,dia masih bersama kita ." saut tuan Sanjaya


Ibu Sanjaya masih saja terus menangis meskipun sudah di tenangkan oleh putrinya yang datang dari luar kota bersama suami dan juga anak semata wayangnya .


Tak terasa matahari semakin terik .Setelah acara sakral tersebut selesai kini semua terlihat membubarkan diri untuk beristirahat dan juga mempersiapkan untuk acara resepsi malam nanti .


Adnan dan juga Andin masuk kedalam kamar mereka yang terletak di lantai atas .


Sementara keluarga Andin berada di kamar tamu yang ada di bawah .

__ADS_1


Adnan merebahkan tubuhnya di atas kasur sementara Andin terlihat duduk di depan cermin .


Andin melepas sanggul dan juga aksesoris yang ada di kepalanya .Ia juga terlihat menghapus make upnya .


" Mas jangan langsung tidur ganti baju dulu ," ucap Andin saat melihat Adnan memejamkan matanya .


Andin berjalan menuju lemari dan mengambil satu stel celana dan juga kaos untuk laki laki yang baru beberapa jam yang lalu resmi menjadi suaminya .


Tak lupa ia juga mengambil baju untuk dirinya sendiri .


Andin meletakan baju Adnan di atas tempat tidur kemudian ia kembali melangkahkan kakinya .


" Kau mau kemana ?" tanya Adnan seraya menarik pergelangan tangan Andin .


" Aku ingin mengganti baju di kamar mandi ." saut Andin .


Adnan bangkit dari tidurnya kemudian duduk di tepi ranjang .


" Mengapa tidak di sini saja ? kemarilah aku akan membantumu ." Adnan menepukan tangannya di kasur dan menyuruh Andin untuk duduk .


Andin tak bisa membantah ia menuruti perkataan Adnan dan mendudukan tubuhnya di samping suaminya itu .


Adnan mulai membuka kancing bajunya .


" Mas aku bisa melakukannya sendiri ." tangan Andin memegang tangan Adnan agar suaminya itu menghentikan aktifitasnya .


Wajah Andin terlihat merona ,jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya .


tenangkan dirimu Andin dia hanya ingin membantu mu saja tidak ada niat lain . batin Andin


Entah mengapa ia begitu gugup meskipun ini bukan pertama kalinya ia menikah.


Andin terlihat malu ,ia menundukan wajahnya.


Adnan menyentuh dagu Andin kemudian mengangkat wajahnya agar menatap dirinya .


kumohon jangan sekarang .gumam Andin dalam hati


Adnan membelai seluruh wajah istrinya dengan pungung telapak tangannya hingga kini jemarinya berhenti di bibir tipis wanita itu .


" Apakah boleh ? " tanya Adnan seraya mengusap bibir Andin dengan ibu jarinya .


Tanpa menunggu jawaban Adnan mendekatkan wajahnya dan segera mengecup daging kenyal yang terasa manis itu .

__ADS_1


Beberapa menit Adnan melakukan hal itu hingga mereka terlihat kehabisan nafas .


Adnan kembali membuka matanya dan menatap wajah Andin .


" Kau sangat cantik nyonya Adnan ." ucapnya tersenyum .


Andin pun membalasnya dengan senyuman .


Adnan kini beralih ke leher Andin.Ia membenamkan wajahnya disana dan menghirup aroma wangi dari tubuh wanita yang sangat ia cintai .


" Adnan ,Andin waktunya makan siang ." Teriak Ibu Sanjaya yang memekakkan telinga .


" Aish ,mengapa ibu selalu mengganggu ." ucap Adnan kesal .


Ia kemudian turun dari tempat tidurnya dan menghampiri pintu kamarnya yang sedari tadi di ketuk .


Andin memanfaatkan waktu tersebut untuk berlari ke kamar mandi dan mengganti bajunya disana .


Sementara Adnan terlihat kesal saat melihat ibunya di ambang pintu .


" Mengapa kau belum mengganti pakaianmu ?cepatlah ganti baju dan turun kebawah .Semua sudah menunggu kalian berdua ." ucap Ibu saat melihat Adnan masih mengenakan kemeja dan juga jasnya .


" Ibu dan yang lain saja yang makan siang , kami mengantuk ." saut Adnan malas .


" Sayang kalian harus makan supaya ada tenaga untuk resepsi malam nanti ."


" Tapi Bu ...,"


"Pokoknya tidak ada kata membantah ,ibu tunggu kalian di bawah secepatnya ." Ibu memotong perkataan Adnan bahkan sebelum putranya itu menyelesaikan kalimatnya.


Kemudian ia kembali menuruni anak tangga dan menuju ruang makan .


Mau tak mau Adnan menuruti perkataan Orang tuanya itu meskipun dengan terpaksa .


Setelah mengganti bajunya ia turun kebawah bersama Andin .


Mereka makan siang bersama keluarga besarnya dan juga keluarga Andin .


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2