Adakah Cinta Sejati

Adakah Cinta Sejati
antara cinta dan benci


__ADS_3

farhan mengerjapkan kedua matanya yang terasa silau karna pantulan sinar matahari. Farhan sudah tidak mendapati istrinya di tempat tidur namun ia bisa mendengar suara gemericik air yang berasal dari kamar mandi, yang menandakan bahwa istrinya itu sedang mandi.


selang beberapa menit, pintu kamar mandi terbuka, menampakan andin yang hanya mengenakan handuk kecil untuk menutupi sebagian tubuhnya. Kulitnya yang putih mulus membuat farhan tak bosan memandanginya . Dua buah d***nya yang sintal itu terlihat menyembul di balik kain tebal nan lembut itu, dan membuat siapa saja yang melihatnya menjadi bergairah seperti farhan contohnya.


" kau sudah bangun ?" ucapnya tanpa perlu jawaban.


" mandilah, setelah itu sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat bekerja " imbuhnya.


Farhan beranjak berdiri dan melangkahkan kakinya , namun ia tidak langsung menuju kamar mandi melainkan mendekati istrinya yang tengah memakai conditioner di rambut panjangnya.


Farhan memeluk istrinya dari belakang serta memberikan kecupan di punggung andin yang terbuka.Andin mencoba sedikit meronta agar farhan melepaskan pelukannya.


Akan tetapi farhan malah memeluknya lebih erat lagi.


" Biarkan seperti ini sebentar saja, aku sangat merindukannya selama satu minggu ini. " ucap farhan sambil memejamkan matanya. farhan menyibakkan rambut andin yang menutupi leher putihnya dan farhanpun kini mulai menciumi tengkuk andin serta menghirup aroma khas dari tubuh istri tersayangnya itu.


" Aku mencintaimu istriku " bisik farhan di telinga andin.


Farhanpun melepaskan pelukannya dan bergegas menuju kamar mandi, meninggalkan andin yang terdiam mematung.


****


andin menyajikan makanan yang tadi ia masak ke atas meja dan juga mengisi gelas kosong dengan air putih. Ia juga tidak lupa membuatkan teh hijau untuk farhan.

__ADS_1


Farhan keluar dari kamar sambil merapikan kerah kemejanya.


" kali ini sarapan apa yang dibuatkan chef andin untukku ?" tanya farhan seraya menghampiri andin.


Farhan mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir andin sekilas sebagai ucapan selamat pagi. Andinpun tak bisa mengelak, ia hanya pasrah dengan apa yang di lakukan suaminya, karna memang itu sudah menjadi rutinitasnya setiap pagi sebelum sarapan.


Farhan makan dengan lahap sementara andin seperti tidak berselera, ia hanya makan sedikit saja.


" apa yang kau fikirkan ?" tanya farhan disela makannya.


" tidak ada mas " jawab andin.


" aku tahu, pasti ada pikiran yang mengganggumu " ucap farhan sambil menggenggam tangan istrinya.


" bicaralah " imbuhnya seraya mengangkat wajah istrinya yang tertunduk.


" Baiklah, hari ini kita mengunjungi ibu , jadi kau jangan bersedih lagi ya "


" tidak usah mas , kalau mas han pergi mengunjungi ibu , cafe tidak ada yang mengurus, kau bahkan sudah satu minggu tidak ke cafe " ucap andin.


" kalau mas han mengijinkan, biarkan andin saja yang mengunjungi ibu, nanti kalau mas sudah ada waktu senggang bisa menyusulku mengunjungi ibu " imbuhnya.


" baiklah , tapi sebelum kau pergi makanlah dulu, agar kau tidak sakit " farhan menyuapi andin agar makan lebih banyak. Andin berkali kali menolak dan mengatakan bahwa ia bisa melakukannya sendiri namun farhan tak menghiraukannya dan terus menyuapi andin sampai makanan yang di piringnya habis tak bersisa.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan andin dan farhan menuju kedepan bersama sama. Mereka berhenti di parkiran.


Farhan memeluk andin dan mencium puncak kepalanya kemudian membukakan pintu mobil untuk istrinya.


Andin mendudukan tubuhnya dibelakang kemudi, farhan membantunya memasangkan seatbeltnya.


" Hati hati di jalan ,jangan mengebut " ucap farhan kemudian menutup pintu mobil istrinya.


" oh,kau juga " andin melambaikan tangan dan pergi terlebih dahulu. Tak lama kemudian farhan mengikutinya di belakang.Ketika sampai di persimpangan jalan, mobil mereka mulai berpisah, farhan membelokkan arahnya kekiri sedangkan andin masih terus lurus.


Dalam perjalanan andin terlihat sedikit termenung ,bahkan ia hampir saja menabrak kendaraan lain.Karna pikirannya yang kacau , andin memilih menepikan mobilnya terlebih dahulu meskipun belum sampai tujuan.


Perlakuan yang begitu hangat dari farhan membuatnya goyah, pikirannya terbelah menjadi dua antara cinta dan benci.


Setelah lima belas menit berhenti , kini andin mulai melajukan kembali kendaraannya dan hanya fokus mengemudi menuju rumah ibunya.


.


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa like dan vote ya


biar author tambah semangat nulisnya.


__ADS_2