
Jantung Andin berdetak semakin cepat tatkala Adnan kian mendekatinya .Rasa malu bercampur bahagia yang ia rasakan saat itu .Sepanjang hidupnya Andin belum pernah diperlakukan sangat romantis di depan banyak orang.
Andin hanya bisa diam mematung menatap Adnan yang kini berlutut di hadapannya .
" Hai wanita bodoh ,maukah kau berbagi lukamu denganku ? " tanya Adnan seraya menyodorkan setangkai bunga mawar ditangannya .
Andin bangun dari duduknya ,ia ingin menolak permintaan temannya itu ,akan tetapi hati dan tubuhnya berlawanan dengan otaknya .Tangannya terulur kedepan mengambil mawar itu dan kepalanya mengangguk sebagai jawaban yang tidak bisa ia ucapkan .
Adnan segera bangkit berdiri dan memeluk wanita yang kini bisa di katakan menjadi kekasihnya .Gemuruh tepuk tangan para tamu undangan seakan ikut merestui hubungan mereka .Semua orang terlihat ikut bahagia menyaksikannya.Kecuali dua orang laki laki yang berdiri tak jauh dari meja mereka .
Siapa lagi kalau bukan Farhan dan Anton .Para lelaki yang sama sama menyukai Andin merasa patah hati bercampur emosi .Farhan terlihat kembali menenggak minumannya .Entah sudah yang keberapa gelas ia menuangkan air yang mengandung alkohol tersebut kedalam mulutnya .
Sementara itu Anton terlihat meremas gelas tipis yang dipegangnya dengan kuat .Hingga gelas itu remuk dan melukai telapak tangannya .Tatapannya terlihat sarat akan amarah .
" Aku tidak akan berjanji apapun padamu ." Adnan memegagangi kedua telapak tangan Andin .
" Tapi aku akan membuktikan cintaku dan juga menyembuhkan lukamu ." ucap Adnan kemudian ia mengecup kening Andin yang di ikuti oleh sorak dan juga siulan dari orang yang berada di sekitar mereka .
Acara resepsi pernikahan Falen dan Felicia berlangsung meriah. Kini satu persatu tamu undangan mulai membubarkan diri dan meninggalkan gedung yang di penuhi oleh bunga bunga itu .
Tak terkecuali Andin dan juga Adnan .Mereka terlihat keluar bersama sama .Sepanjang jalan menuju ke parkiran mereka bergandengan tangan .
Andin terlihat sedikit malu saat berpapasan dengan tamu undangan lain,ia menutupi sebagian wajahnya dengan clutch yang ia bawa .
Berbeda dengan Adnan, ia justru terlihat sangat bangga dan juga sumringah .
Adnan membukakan pintu mobil untuk kekasih barunya .Andin segera masuk dan mendudukan tubuhnya di jok mobil yang terlihat mewah itu .
Adnan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang .Kerlap kerlip lampu jalanan menambah keindahan kota xx yang padat penduduk .
" Apa kau marah ? " tanya Adnan saat Andin hanya diam memandang keluar jendela .
Andin memutar kepalanya dan tersenyum pada Adnan yang tengah fokus mengemudi .
" Tidak ,aku tidak apa apa ," sautnya.
" Apa aku terlihat marah ? " tanya Andin menatap Adnan .
__ADS_1
" Hanya saja kau sedari tadi diam saja ,aku pikir kau marah ," saut Adnan
" Andin ,bisakah kau berhenti memandangiku ?,aku jadi gugup karena kau terus menatapku ," imbuhnya .
" Lihatlah kakiku gemetaran sekarang ,karena terlalu lama di pandangi wanita cantik ." ucap Adnan sambil menunjuk kakinya yang sengaja di getarkan .
Andin memukul lengan Adnan dengan clutchnya .
" ya, berhentilah bersikap berlebihan ."
Tawanya terlihat pecah disana .Namun tak berselang lama Andin kembali kalem seperti biasanya .
" Boleh aku bertanya ? " Andin kembali menatap Adnan .
" Tanyakan saja apapun yang ingin kau ketahui , aku akan menjawabnya ." saut Adnan
" emm ,mengapa kau menyukaiku ? " tanya Andin .
Adnan terlihat tersenyum ,Ia tidak menyangka bahwa kekasihnya itu akan menanyakan hal seperti itu .
" Mengapa kau hanya tersenyum ?" tanya Andin menunggu jawaban .
" Aku menyukaimu karna aku suka .Tidak ada alasan ,aku tidak mengerti ." imbuhnya .
Tak terasa kini mereka sudah memasuki pelataran rumah Andin .Adnan menghentikan mobilnya dan menoleh pada wanita disampingnya .Mereka kini duduk saling berhadapan .
" Apa kau tau terkadang seseorang mencintai pasangannya tanpa alasan .Seperti aku saat ini ,aku mencintaimu karena cinta ,bukan karena kecantikanmu atau apapun tapi karena cinta ." jelas Adnan .
" Jadi aku tidak cantik ? " tanya Andin cemberut .
" Tidak ,kau tidak cantik tapi sangat cantik ," saut Adnan.
Kedua sudut bibir Andin terlihat tertarik keatas menampakan senyumnya yang menawan .
" Sudah sampai ,ayo kita turun ,".
Mereka turun bersama sama dan berjalan melewati rerumputan serta bunga bunga mawar yang berjejer di halaman rumah Andin .
__ADS_1
Mereka berhenti setelah sampai di depan pintu .
" Terima kasih karena sudah mengantarku ," ucap Andin
" Seharusnya aku yang berterima kasih karna kau sudah menemaniku ke acara tadi ," saut Adnan.
Adnan melihat sekelilingnya rumah Andin yang sudah sangat sepi kemudian ia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya .
" Sudah terlalu malam ,haruskah aku menginap disini ? " tanya Adnan sambil tersenyum nakal .
Andin kembali memukul lengan Adnan dan berhasil membuat laki laki itu mengaduh.
" baiklah baiklah ,aku hanya bercanda ." Adnan terlihat menghalangi lengannya dengan tangan kanannya untuk menghindari pukulan Andin.
" Masuklah dulu ,udaranya cukup dingin ," ucap Adnan
" Tidak apa apa , aku akan masuk setelah mas Anand pergi ." saut Andin
" Kalau begitu aku pergi dulu ." pamit Adnan .
Ia kembali berjalan dan masuk kedalam mobilnya .
" Hati hati di jalan ." ucap Andin sambil melambaikan tangannya .
Adnan membunyikan klaksonya kemudian berlalu membelah jalanan kota yang sudah terlihat senggang .
Setelah kepergian Adnan ,Andin pun masuk kedalam rumah dan mengistirahatkan tubuhnya di atas tempat tidur .
.
.
.
.
.
__ADS_1
.