
Pagi hari Andin kembali muntah muntah ,ia terlihat mengeluarkan semua isi yang ada di dalam perutnya hingga cairan berwarna kuning itu keluar menandakan sudah tidak ada lagi makanan yang tersisa di tubuhnya .Andin berkumur dengan air hangat untuk membersihkan mulutnya .Ia berbalik dan menyenderkan tubuhnya di punggiran wastafel .
Apa aku sedang hamil ?sudah beberapa hari ini tubuhku seperti ini . batin Andin
Andin ingin mengeceknya tapi ia takut hasilnya akan sama seperti dulu saat bersama Farhan .
Adnan baru saja selesai mandi ,rambutnya terlihat masih basah .Ia mengenakan celana pendek dan juga kaos berwarna putih .
Adnan menghampiri Andin yang tengah menonton tv di ruang keluarga .Ia duduk di samping Andin dan melingkarkan tangannya di pinggang wanita itu .
" Apa kau ingin jalan jalan ? hari ini aku tidak ada pekerjaan ." tanya Adnan ia terlihat menyenderkan dagunya di bahu Andin .
" Tidak .Aku ingin di rumah saja ." saut Andin cuek ia kembali memasukan buah jeruk ke dalam mulutnya.
" Kau mau ?" tanya Andin seraya menyodorkan satu slice jeruk tersebut pada suaminya .
Adnan membuka mulutnya dan mulai mengunyah buah tersebut .Matanya terlihat menyipit dan bibirnya terlihat mengkerut saat merasakan jeruk yang sangat asam itu .Ia kembali mengeluarkan jeruk tersebut dan membuangnya ke tong sampah yang terletak dibawah kaki Andin .
"Aish Ini sangat asam ,mengapa kau memakannya ? kemarikan semuanya kau bisa sakit perut nanti ." Adnan hendak mengambil jeruk dari tangan istrinya dan juga yang ada di kantong plastik ,namun tangan Andin menepisnya .
" Aku menyukainya ,jangan di ambil ." ucap Andin .Ia segera mendekap buah itu dengan erat seperti seorang anak kecil yang takut mainannya akan di rebut .
Adnan pun tak bisa memaksanya ,ia kemudian beranjak ke ruang tamu untuk mengambil sesuatu yang kemarin sempat ia beli dari luar kota .
" Sayang aku membelikan oleh oleh untuk mu? " ucap Adnan saat berjalan menghampiri Andin .
__ADS_1
Mata Andin terlihat berbinar .
" Apa ini ?" tanya Andin seraya menerima paper bag pemberian Adnan .
" Buka saja kau pasti sangat menyukainya ." saut Adnan tertawa ia kembali mendudukan tubuhnya di samping Andin .
Dengan antusias Andin mulai membuka paper bag itu .Di dalamnya terdapat sebuah kotak ,ia terlihat sangat penasaran dengan isi di dalamnya .Namun Andin justru terlihat kesal saat melihat beberapa lingerie berwarna warni dalam kotak tersebut .
Adnan tertawa terbahak bahak melihat ekspresi istrinya tersebut .
" Bukan aku yang menyukainya tapi kau yang sangat menyukainya ." Andin melemparkan baju tidur itu ke Adnan dengan kasar hingga baju itu kini jatuh bercecer di lantai .
Andin menatap Adnan semakin kesal karna pria itu terus mentertawakannya .Ia melipat tangannya di perutnya serta bibirnya terlihat mengerucut .
" Aku tidak mau kau pasti membohongiku lagi ." tolak Andin .
" Yang ini kau pasti benar benar menyukainya ." saut Adnan meyakinkan .
Andin pun menerimanya dan mulai membuka paper bag itu .Andin begitu terperangah, matanya terlihat berbinar memandangi buket bunga mawar kesukaannya dan juga tas branded yang memang sudah lama ia inginkan .
Andin segera menghambur kedalam pelukan suaminya .
" Ini sangat mahal ,kenapa mas Anand membelinya ."
" Itu tidak seberapa ,bahkan jika kau memintaku untuk membeli sebuah pulau aku akan memberikannya ." saut Adnan .
__ADS_1
Ya ,sesuatu seperti tas ,sepatu ,perhiasan atau pun mobil bagi Adnan tidaklah seberapa .Menilik Adnan memang sudah terlahir sebagai anak orang kaya ,Ayahnya bahkan memiliki beberapa saham di luar negeri .Di tambah lagi Adnan juga cukup sukses dalam bidang usahanya .Terbukti ia kini sering sekali berpergian ke luar atau dalam kota untuk bertemu dengan kliennya .
" Terima kasih ." ucap Andin
" Apa kau suka ?" tanya Adnan
Andin menganggukan kepalanya mengiyakan .
" Jika kau suka maka aku meminta imbalan ." Adnan mendekatkan pipi kanannya meminta istrinya itu untuk segera menciumnya .
Tanpa ragu Andin pun memberikan kecupan di wajah Adnan berulang kali .
Adnan tersenyum melihat istrinya itu terlihat sangat bahagia ,ia memeluk Andin dengan mesra dan memberikan kecupan di puncak kepalanya seraya berdoa .
Teruslah bahagia seperti ini istriku .
.
.
.
.
.
__ADS_1