Adakah Cinta Sejati

Adakah Cinta Sejati
Maaf


__ADS_3

Andin merentangkan tubuhnya di atas air. Sementara dibawahnya ,tangan Adnan terlihat memapahnya .


Sesekali Andin bisa menggerakan tubuhnya mencoba berenang namun berulang kali ia tenggelam .


Untung saja Adnan selalu siap siaga untuk menarik tubuh Andin ketika tenggelam,jadi Andin tetap aman .Setelah puas dengan aktifitasnya di air ,mereka pun berganti pakaian .


Adnan selesai terlebih dahulu ,sementara Andin terlihat ragu ragu untuk keluar dari kamar .


" Apa kau pingsan di dalam ? " Teriak Adnan saat Andin tak kunjung muncul .Ia mengetukan tangannya di daun pintu.


" Kau baik baik saja ?"


Tak ada sautan dari dalam .Adnan memutar kenop pintu tersebut .Ia masuk kedalam kamar tersebut dan melihat Andin tengah duduk di tepi ranjang dengan selimut menutupi sebagian tubuhnya .


" jangan kemari ! " Andin menjulurkan tangan kanannya agar Adnan berhenti melangkah .


Meskipun Andin melarangnya namun Adnan tak menghiraukannya .Ia tetap berjalan dan mendekati Andin .


" Apa kau sakit ? " Adnan mendudukan tubuhnya di samping Andin kemudian meletakan punggung tangannya di dahi Andin.


"Tidak , aku baik baik saja ." Andin menyingkirkan tangan Adnan yang terus membelai wajahnya .


Ya ,Adnan tidak hanya mengecek suhu tubuh Andin dengan telapak tangannya tapi juga membelai pipi dan dagu Andin yang runcing .


" Berhentilah mencari kesempatan dalam kesempitan ." sindir Andin


Adnan hanya terkekeh mendengar ucapan Andin yang tepat sasaran .


" Keluarlah ,ayo kita makan malam ," ajak Adnan .


Andin menggelengkan kepalanya ,menolak ajakan Adnan .


" Aku malu untuk keluar dari tempat ini ,lihatlah ." Andin membuka selimutnya .


Dan terlihatlah tubuh mungil Andin yang di balut dengan kemeja yang sangat longgar serta lengannya kelewat panjang dari semestinya.


Adnan tertawa melihat penampilan Andin saat ini.


" Aku tahu kau akan mentertawakan ku ," ucap Andin dengan bibir mengerucut .


" Meskipun itu kebesaran tapi kau tetap terlihat cantik ," puji Adnan .


Andin pun kembali tersenyum kemudian ia turun dari tempat tidur dan berjalan keluar .

__ADS_1


" Apa yang ingin kau makan ? " Adnan mengikuti Andin yang kini berjalan mendahuluinya .


" Emm ,aku ingin makan ayam goreng ," saut Andin setelah lima belas detik berfikir .


" Baiklah ,tunggu sebentar aku akan membelinya dulu .Apa kau ingin ikut ? "


Andin mengangkat kedua tangannya dan melirik kebajunya sendiri .


Adnan pun mengerti yang di maksud Andin .Ia segera mengambil kunci mobilnya dan berjalan keluar rumah .


" Kunci pintunya ,aku tidak akan lama ," ucap Adnan saat di ambang pintu .


Andin pun menuruti perkataan Adnan .Setelah mengunci pintu Andin menuju kamar yang tadi ia pakai dan merapikan tempat tidur tersebut .


Sejenak Andin memandangi pantulan dirinya di cermin .Ia menyentuh pipinya kembali mengingat saat Adnan membelai pipi dan juga dagunya tadi .Senyumnya terlihat mengembang disana .


Kasih sayang dan perhatian Adnan membuat Andin bisa melupakan Farhan dan mengobati luka di hatinya.Sedikit demi sedikit kini ia mulai membuka hatinya yang dulu sempat terkunci karena penghianatan.


Sementara itu di tempat lain Adnan tengah membeli Ayam goreng dan juga burger .Setelah membayar pesanan tersebut ia kembali ke mobilnya dan melajukan kendaraannya tersebut .


Saat sedang berkendara ia kembeli menepikan mobilnya dan berhenti di toko baju .


Beberapa orang terlihat membicarakan Adnan yang sedang memilih pakaian .Bagaimana tidak menjadi pusat perhatian seorang laki laki tampan itu sekarang sedang memilih pakaian dalam wanita .


Petugas kasir itu terlihat sangat ramah pada Adnan .Gadis itu tak berhenti tersenyum meskipun Adnan hanya cuek menanggapinya .Adnan membayar belanjaannya kemudian berlalu pergi tanpa mengatakan apapun .


Setelah kepergian Adnan para pekerja di toko itu terlihat heboh .


" Wahh dia sangat tampan dan juga imut ," ucap salah satu diantaranya .


" Beruntung sekali istri atau pacarnya,dia sangat perhatian ," timpal yang lainnya .


" Andai saja aku memiliki pacar sepertinya ," ucap gadis yang berambut pirang .


Sang manager terlihat mendekati bawahannya yang tengah bergerombol .Mereka pun akhirnya membubarkan diri .


Tak lama kemudian Adnan sampai di rumahnya .Ia segera masuk dan mengajak Andin makan bersama .


" Kenapa mas Anand membeli banyak sekali makanannya ," Andin membuka tentengan yang tadi di bawa Adnan .Dan terlihatlah 1 bucket besar ayam goreng dan juga 5 burger dengan varian yang berbeda .


" Kau tidak akan kenyang jika hanya makan ayam ." saut Adnan


Mereka kini duduk berdampingan di sofa yang berwarna putih gading itu .

__ADS_1


Andin sangat menikmati makanannya sampai sampai mulutnya belepotan oleh saus dan mayonise .


Adnan tersenyum kemudian ia mengelap sudut bibir Andin dengan ibu jarinya .Wajah mereka sangat dekat, hanya berjarak sepuluh senti saja .


Andin terpaku atas tindakan Adnan yang tiba tiba .Ia hanya bisa memandangi wajah Adnan yang terus semakin mendekat .


Andin menolehkan kepalanya menghindari bibir Adnan yang hampir saja menyentuh bibirnya .


Adnan kembali menarik kepalanya dan duduk dengan canggung .


" Maaf ." ucap Andin yang mengakhiri kecanggungan mereka berdua .


" Aku hanya tidak bisa melakukannya dengan seseorang kecuali suamiku ."


" Maksudku aku hanya ingin melakukannya dengan orang yang sudah sah menjadi pasanganku ." koreksinya cepat sebelum Adnan salah paham .


" Aku bisa mengerti ." Adnan sedikit menunduk karena merasa tidak enak pada Andin .


"Apa kau kecewa ? " Tanya Andin menatap Adnan yang tertunduk .


Adnan mengangkat kepalanya lalu mengambil kedua tangan Andin dan membelai punggung telapak tangan wanita itu .


" Aku tidak kecewa ,justru aku bangga karena memiliki kekasih yang bisa menjaga kehormatannya ." ucap Adnan


" Maafkan aku ,aku berjanji tidak akan melakukannya sebelum kita menikah ." imbuhnya .


Andin tersenyum mendengar ucapan Adnan yang bisa mengerti dirinya .


Satu hal lagi yang membuat Andin jatuh hati pada Adnan .Pria itu sangat pengertian dan juga tidak pernah memaksa .


" Oh iya ,aku membelikan beberapa pakaian untukmu ," Ucap Adnan .


" Terima kasih ,aku akan mengganti bajuku setelah satelah makan ."


Mereka kembali meneruskan acara makan mereka yang sempat terhenti .


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2