Adakah Cinta Sejati

Adakah Cinta Sejati
Jangan Menghindari Kotoran


__ADS_3

Andin merebahkan dirinya di tempat tidur yang berukuran king size itu .Tangannya terlihat memeluk sebuah boneka beruang yang terbuat dari bulu bulu halus .Pandangan matanya tertuju pada langit langit kamarnya yang berwarna biru muda dan bercorak seperti gumpalan awan putih .


Mulutnya berkali kali menguap hingga membuat kedua sudut matanya berair .Ingin sekali ia tidur dan melupakan semua kejadian hari ini ,akan tetapi matanya sulit sekali untuk terpejam .Pengakuan cinta Adnan terus terngiang di kepalanya .


Aku mencintaimu .


kata kata itu selalu muncul saat Andin mulai memejamkan matanya.


Untuk sesaat Andin merasa jantungnya berdegup lebih kencang saat mengingat perkataan Adnan namun ia juga merasakan denyutan yang menyakitkan dihatinya .


Perkataan Adnan seolah membuka luka lama yang hampir mengering .


Andin kembali mengingat kata kata yang sering diucapan Farhan sebelum mereka berpisah .Dan membuat Andin kembali mengiat malam itu ,malam dimana awal mula kehancuran rumah tangganya .


Air mata Andin terlihat kembali menetes saat membayangkan kejadian yang hampir dua tahun telah berlalu .


Andai saja waktu itu aku tidak mengajak mas Farhan dan mas Anton berlibur mungkin saja ini semua tidak akan terjadi .


Andai saja waktu itu aku menuruti perkataan mas Farhan untuk di antarkan olehnya kedalam kamar mungkin dia tidak akan melakukan hal itu.


Andin merasa semua yang terjadi kala itu adalah kesalahannya .


*****


Keesokan harinya Andin tidak berangkat ke toko.Badannya merasa tidak enak saat itu sehingga Ia menitipkan semua pekerjaannya pada pegawainya .


Sepanjang hari Andin hanya membiarkan tubuhnya berbaring di atas tempat tidur .Tubuhnya tidak demam namun entah mengapa ia tidak mendapatkan nafsu makan .Beberapa kali ponselnya berdering namun Andin mengabaikannya .


Sepulang dari kantor Zakia langsung menuju toko Andin .Namun ia di buat kecewa karna sahabatnya itu tidak ada .Tak patah semangat ia kemudian pergi ke kediaman Andin.


Zakia terlihat beberapa kali memencet bel yang terletak di samping pintu .Sesekali ia melongok kedalam jendela untuk melihat kondisi di dalam .


" Apa dia tidak ada di rumah ," gumamnya .

__ADS_1


Zakia hendak pergi namun tiba tiba pintu itu terbuka dan menampakan Andin yang hanya mengenakan celana pendek dan juga kaos oblong .


" Zakia ,masuklah ," ucap Andin lemah.


Wajahnya terlihat pucat ,matanya sembab dan rambutnya berantakan seperti orang baru bangun tidur .


"Apa aku mengganggumu Ndin ," Zakia melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah Andin.


"Sama sekali tidak ," saut Andin tersenyum .


"Kau pasti belum makan ,aku bawakan makanan kesukaanmu ,makanlah ," Zakia membuka dua kotak makan yang berisi ayam bakar lengkap dengan sambal dan lalapan yang tadi dibelinya di restoran depan .


"Kau seharusnya tidak perlu repot Kia,aku sedang tidak nafsu makan hari ini ,"


"Meskipun kau tidak nafsu makan tapi kau harus tetap makan,apa kau tahu aku membelinya dengan sisa uang yang ku punya ,jadi kau harus menghabiskannya ," ucap Zakia penuh penekanan .


"baiklah aku akan menghabiskannya demi sahabatku yang cerewet ini ."


" Aku pernah menonton sebuah drama dimana ada suatu dialog yang sangat berkesan ." ucap Zakia.


" Apa kau ingin dengar ?" tanyanya .


Andin hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban .


" Dalam drama tersebut seorang kakek menasehati cucunya ."


"Nak jika kau sedang berjalan dan ada setumpuk kotoran di depanmu ,jangan kau hindari tumpukan kotoran itu tapi kau harus membersihkannya .Jika kau hanya menghindarinya maka selamanya kau akan terus menemui kotoran itu ."


" Dan apakah kau tahu apa artinya itu Ndin ? " Zakia menoleh pada Andin yang tengah menatap langit langit .


" Itu artinya jika kau memiliki masalah dan kau terus menghindarinya maka hidupmu tidak akan tenang .Masalah tidak akan selesai jika kita hanya menghindarinya." imbuhnya .


" Iya ,aku mengerti terima kasih Kia ." Andin memeluk sahabatnya itu dan Zakiapun menepuk nepuk punggung Andin untuk menenangkan .

__ADS_1


" Sekarang telfonlah Pak Adnan ,bicarakanlah masalah kalian baik baik ."


Andin hanya mengangguk .


"Tunggu ,bagaimana kau tahu aku memiliki masalah dengan mas Anand ?" selidik Andin.


"hehehe ,sebenarnya kemarin aku melihat apa yang kalian lakukan saat aku tidak ada ," ucap zakia dengan tawanya .


" Ya jadi kau mengetahuinya ." Andin memukul Zakia dengan bonekanya .


" Maaf ." Zakia kembali tertawa .


" Tapi kau juga harus tau Ndin ,Pak Adnan sangat tulus mencintaimu ,aku bisa melihatnya ," tangan Zakia mengambil boneka yang di gunakan Andin untuk memukulnya .


" Apakah kau tidak tidak memiliki rasa untuknya ?" tanyanya lagi .


" Entahlah ,meskipun aku merasakannya tapi aku terlalu takut untuk memulainya ." Ucap Andin dengan raut sedih .


" Ya sudah lebih baik kita istirahat saja , kau masih punya banyak waktu ."


Zakia memutuskan menginap di rumah Andin dan Merekapun tertidur dengan masing masing guling di pelukannya .


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2