Adakah Cinta Sejati

Adakah Cinta Sejati
Lepaskan Aku


__ADS_3

Malam itu Andin tengah bersiap siap untuk pulang .Andai saja ia punya sayap ,mungkin ia bisa langsung terbang kerumah tanpa harus naik taksi dan menempuh kemacetan di jalan raya yang terlihat padat .


Saat Andin baru saja melangkahkan kakinya keluar ,tiba tiba sebuah mobil berwarna merah masuk di pelataran tokonya .


" Hai mas Anton ," sapa Andin saat seseorang keluar dari mobil tersebut .


" Hai Ndin ,kau sudah mau pulang ? " tanya Anton .


" Iya mas , ada apa mas Anton datang kemari ? " tanya Andin .


" Apa aku tidak boleh berkunjung kesini ?" tanya Anton sedikit kecewa ,sepertinya ia memang tidak di harapkan oleh Andin .


" Maksudku bukan seperti itu ,hanya saja mas Anton memang jarang kemari ." sanggah Andin tak enak hati .


" Jadi haruskah aku datang kesini setiap hari ?" tanya Anton tersenyum .


"Oh ,Sebenarnya aku ingin memberitahumu kalau mobilmu sudah selesai ," jelas Anton .


" Benarkah ,aku sampai lupa kalau kukungku masih di bengkel ."


" Apa kau ingin mengambilnya sekarang ?" tanya Anton .


" Oh tentu ,jika mobilku terlalu lama tinggal di bengkelmu nanti biaya sewanya lebih mahal ," canda Andin .


" Tenang saja ,bahkan jika mobilmu tinggal di rumahku selamanya aku tidak keberatan ." Saut Anton penuh arti .


Setelah berbasa basi meraka pun pergi bersama sama untuk mengambil mobil Andin .


" Mobilmu aku pindahkan kerumahku Ndin karna di bengkel penuh ." ucap Anton saat ia melewati bengkel miliknya .


Andin mengangguk mengerti .


Kini mereka memasuki halaman rumah Anton dan terlihat juga mobil Andin telah terparkir disana .


" Apa mobilku benar benar sudah tidak bermasalah lagi ." tanya Andin seraya memandangi mobil kesayangannya .


" Tentu ,kau bahkan sudah bisa mengajaknya untuk keliling dunia ." saut Anton .

__ADS_1


" syukurlah ," ucap Andin lega .


" Apa kau ingin minum teh dulu ," tanya Anton .


" baiklah ,kita juga harus membicarakan biaya rawat inap kungkungku ,"


Mereka pun masuk kedalam rumah Anton yang terlihat simpel namun tetap elegan .


Rumah tersebut terlihat rapi dan tidak terlalu banyak barang .Ruang tamunya hanya terdapat sebuah sofa dan beberapa bantal di atasnya .Tak jauh dari sofa itu juga terdapat sebuah rak yang berisi koleksi miniatur mobil dan juga beberapa mainan action figure seperti Iron Man, Thor ,Darth vader dan lain sebagainya .


Andin dusuk di sofa sementara Anton terlihat pergi kedapur .


Tak lama kemudian Anton menghampiri Andin dengan membawa dua cangkir teh di kedua tangannya .


" Mas Anton hanya tinggal sendirian ? " tanya Andin setelah menyeruput teh yang telah di buatkan oleh sang pemilik rumah .


" Seperti yang kau lihat ." saut Anton seraya mendudukan tubuhnya di samping Andin .


Andin mengangguk mengerti .


" Jadi berapa biayanya mas ? "


" Aku minta maaf untuk itu Ndin ." imbuhnya


" Mas Anton benar ,aku merasa tidak enak padanya karna kami sudah memiliki kehidupan masing masing ," saut Andin .


"Sekali lagi aku minta maaf Ndin ."


" Tidak apa apa mas , tidak perlu minta maaf itu bukan kesalahan mas Anton ." ucap Andin tersenyum .


" Andin sebenarnya ada hal lain yang ingin aku sampaikan padamu ." Anton memutar tubuhnya kesamping dan kini ia menghadap Andin .


Tangannya mulai terulur memegang kedua telapak tangan Andin .Matanya menatap mata Andin dengan tatapan serius .


Andinpun menatap Anton yang kini berada persis di hadapannya .


"Andin ,sudah sejak lama aku menyukaimu dan semakin lama cinta ini berkembang semakin membesar ,hatiku terasa sakit jika melihatmu menangis ataupun terluka ,jadi bolehkah aku berada disampingmu dan menjagamu ?" ucap Anton dengan suara yang lembut .

__ADS_1


"Aku berjanji aku tidak akan menghianatimu ," imbuhnya .


" Maafkan aku mas ,aku tidak bisa ," Andin menarik tangannya perlahan agar Anton tidak terlalu kecewa .


" Mengapa Andin ? mengapa aku tidak bisa menjadi pendampingmu aku bahkan sudah menunggumu sekian lama ," ucap anton .


Andin menundukkan kepalanya tanpa mengatakan apapun


" Apa karna laki laki itu ? ,apa karna pria kaya yang kemarin malam menjemputmu ?" tanya Anton dengan nada mengejek .


" Apa maksud mas Anton ?,apa mas Anton berpikir aku wanita matrealistis ? aku tidak menyangka mas Anton bisa mengatakan seperti itu padaku ." Andin mengambil tasnya dan beranjak berdiri. Ia akan melangkahkan kakinya namun tangannya di tarik oleh anton hingga ia terjatuh dan kembali terduduk di sofa .


" Lepaskan aku mas ," ucap andin penuh penekanan .


" Kau tidak bisa melakukan ini padaku Ndin ,aku tidak akan membiarkan kau dimiliki oleh siapapun kecuali aku ," teriak Anton .


Anton memegangi kedua tangan Andin dan tubuhnya sudah menindihnya .Kecupan demi kecupan dilancarkannya keseluruh wajah wanita mungil itu .


Andin mencoba meronta agar bisa melepaskan diri namun tenaga Anton lebih kuat darinya .Ia hanya bisa berteriak dan menangis .


Mendengar tangisan Andin membuat Anton semakin emosi ,otaknya di penuhi oleh amarah dan juga nafsu .Ia menarik paksa kemeja Andin hingga seluruh kancingnya berhamburan .


Antonpun semakin buas menerkam mangsanya .


Gubrakkk


Tiba tiba pintu terbuka dan membentur tembok dengan keras .Seorang pria terlihat muncul dari sana dan segera menarik dan membanting tubuh Anton hingga Anton jatuh tersungkur .


" Apa kau tidak apa apa ? " tanya pria itu pada Andin .Pria itu segera melepas jasnya dan memakaikan pada Andin lalu membawanya keluar .


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2