Adakah Cinta Sejati

Adakah Cinta Sejati
Terlalu manis


__ADS_3

Setelah menempuh waktu 4 jam perjalanan ,mereka kini telah tiba di pulau Sunshine .Jalanan beraspal yang tadinya datar kini berubah menjadi lebih curam dan berkelok kelok .Udaranya pun terasa lebih sejuk .Di kanan dan kiri jalan tersebut terlihat hamparan kebun sayur mayur dan juga tak jarang kebun buah strawberry terpampang luas di sana.


Andin menurunkan kaca mobilnya, melongokkan kepalanya keluar menikmati angin sepoi sepoi yang menyapu kulit wajahnya .


" Udaranya sangat bersih ya sayang ." ucap Andin yang kini menoleh pada Farhan yang tengah Fokus mengemudi.


" iya ." jawab Farhan singkat namun senyumnya terukir disana.


Tak lama kemudian mobil Farhan menepi dan masuk ke sebuah vila .Terlihat juga mobil jeep Anton telah bertengger disana .Mereka semua turun dari mobil dan disambut oleh lelaki paruh baya bernama pak Amin .Mereka pun bergegas masuk kedalam vila tersebut dengan di pandu oleh pak Amin selaku penjaga vila tersebut.


Vila itu tidak terlalu besar .Bangunan dengan dua lantai tersebut hanya terdapat beberapa kamar dengan konsep minimalis nan modern.


Didalamnya terdapat sebuah pendopo yang terbuat dari bambu serta kolam renang air panas yang dialirkan langsung dari mata air pegunungan.


" Silahkan mas, ini kunci kamarnya kalau ada yang di butuhkan bilang saja sama bapak ." ucap pak Amin pada Anton seraya menyodorkan beberapa kunci di tangannya.


" Iya pak ,terima kasih ." jawab Anton .Ia tersenyum menerima kunci tersebut.


" Kalau begitu Bapak permisi dulu ya mas dan mbak ." pamit pak Amin


" Silahkan pak ." saut Anton di barengi oleh yang lainnya.


"Ok , silahkan kalian pilih kamar kalian masing masing ." ucap Anton.


Anton dan Sherly memilih kamar yang terletak di lantai dua sedangkan Farhan, Falen dan juga Dodi di lantai bawah .Mereka masuk ke kamar masing masing untuk beristirahat sejenak.


⚘⚘⚘⚘


Anton memanggil teman temannya untuk makan siang bersama .Mereka berkumpul di pendopo yang sudah tersajikan berderet makanan yang di siapkan oleh pak Amin dan juga istrinya.


" Wah mantap nih ." ucap Dodi ketika melihat berderet makanan di meja yang ada di pendopo Ia duduk di samping Anton dan di ikuti Falen di sebelahnya.


" Sherly mana Ton? " tanya Falen melihat sekeliling .


" Dia masih diatas ,aku sudah mengatakan padanya agar segera turun ,tapi dia belum datang juga ." jawab Anton.

__ADS_1


" Ya sudah biar aku yang menjemputnya ." Falen beranjak berdiri kemudian berjalan menaiki anak tangga menuju lantai atas untuk mengajak Sherly agar segera turun .


" Sekalian juga gedor pintunya si Farhan Len ." teriak Dodi.


" Untuk apa menggedor pintu kamar ku ? " saut Farhan ketika keluar dari kamar di ikuti oleh Andin di sebelahnya.


" Ku kira kau ketiduran Han ." jawab Dodi


" Karna sedari tadi kau tidak keluar juga ." imbuhnya.


" Kau juga baru keluar kan Di ?" tanya Farhan


" iya juga sih ." jawab Dodi tertawa .


Tak lama kemudian Falen dan Sherly datang. merekapun makan bersama.


Di sela sela makan mereka saling bercengkrama dan bercanda .Terkadang mereka terlihat tertawa bersama.


Setelah makan siang ,para lelaki memutuskan untuk berendam air panas di kolam renang tak jauh dari pendopo.


"Ada yang bisa saya bantu ." ucap sherly menghampiri Andin .


" Sherly, kalau tidak merepotkan bisa tolong siapkan beberapa gelas disana, jahenya sudah hampir matang ." saut Andin.


" Tentu ." Sherly menghampiri rak piring yang terletak tak jauh dari dapur.


Setelah matang ,Andin menuangkan air rebusan jahe tersebut kedalam gelas yang telah di siapkan oleh Sherly .Ia juga menambahkan satu sendok madu dan juga sedikit potongan lemon yang di selipkan di ujung gelas.


Kemudian Andin dan Sherly kembali ke pendopo dengan membawa minuman hangat tersebut ,serta beberapa potong kue sebagai camilannya.


" Aku membuatkan jahe untuk kalian , kemarilah selagi masih hangat ." ucap Andin pada Farhan dan juga yang lainnya.


" Sayang bisa bawakan kemari saja? " ucap Farhan.


" Iya Ndin bawa kemari saja ." ucap Falen menimpali.

__ADS_1


" Baiklah ." Andin membawakan minuman tersebut ke tepi kolam renang .


Mereka pun mengambil gelas masing masing kemudian menyeruputnya.


" Apakah enak? "tanya Andin.


" Tentu saja Ndin sangat cocok dengan cuaca saat ini ." saut Anton.


" Tapi ini terlalu manis Ndin ." jawab Dodi.


"Begitukah ? mungkin aku terlalu banyak menambahkan madu ." saut Andin


" Menurutku ini sudah pas ,tidak terlalu manis ." jawab Falen, ia kembali menyeruput air jahe itu untuk memastikan .


" Benarkah ? " ucap Dodi menoleh pada Falen.


" Ah , ternyata aku minum sambil memandangmu Ndin makanya manisnya jadi bertambah ." ucap Dodi menggombal .


Andin hanya tersenyum mendengarnya,


Sedangkan Farhan dan Falen tertawa mendengarnya.


Sementara Anton hanya tersenyum simpul sambil memandangi punggung Andin .Wanita yang ia cintai kini berlalu meninggalkannya menuju tempat dimana Sherly sedang duduk.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2