
Matahari terlihat sudah terbenam di ujung barat .Adnan kini memasuki gerbang rumah milik orang tuanya .Setelah memarkirkan mobilnya ia mengajak Andin untuk segera masuk .
" Apa kita tidak salah alamat ? " tanya Andin .Matanya terlihat menyapu ke sekeliling rumah mewah tersebut .
Rumah dengan dua lantai tersebut sangat megah .Dibagian samping halaman rumah tersebut terlihat berjejer mobil yang harganya tidaklah murah .
"Tidak ,ini rumah orang tuaku ," saut Adnan .Ia menggandeng tangan Andin dan membawanya masuk setelah di bukakan pintu oleh asisten rumah tangga orang tuanya .
" Mengapa rumahmu besar sekali,kau bahkan bisa mengadakan pesta pernikahan di ruang tamu ini ." Andin mendudukan tubuhnya di sofa empuk itu.
" Kau ingin minum apa ? " tanya Adnan .Ia juga terlihat mendudukan tubuhnya di samping Andin .
" Tidak perlu ,aku tidak haus ." saut Andin tersenyum .
" Mengapa rumah ini sepi sekali ? apa keluargamu sedang pergi ." imbuhnya
" Entahlah ,tunggu sebentar aku akan mencarinya ." Adnan beranjak berdiri dan pergi keruangan lain .
Adnan terlihat berteriak memanggil ayah dan ibunya namun tak ada sautan .Adnan kini menuju dapur .Disana terlihat salah satu pegawai Ibunya yang tengah membersihkan ruangan tersebut .
" Bi , Ibu dan ayah dimana ? aku mencari keseluruh ruangan tapi tidak ada ." tanya Adnan pada pegawai tersebut yang ternyata bernama Bu Marni .
" Ibu dan Bapak tadi pergi Den Adnan ." saut Bu Marni .
" Pergi kemana Bi ? "
" Saya juga tidak tahu Den ." jawab bu Marni .
"Ya sudah nanti kalau Ibu saya datang beri tahu saya ya Bi, saya di kamar atas ." pinta Adnan .
"Baik Den ."
Adnan pun kembali ke ruang tamu menemui Andin .
" Sayang kedua orang tua ku tidak ada di rumah,mereka sedang pergi ." ucap Adnan .
" Bukankah tadi kau bilang mereka sedang menunggu kita ?"
" Aku berbohong ," ucap Adnan tergelak .
" Sambil menunggu mereka pulang ,apa kau ingin melihat kamarku ? " tanya Adnan .
Tanpa menunggu jawaban Adnan menarik tangan Andin dan mereka menaiki anak tangga bersama sama .
" Lebih baik kita tunggu di bawah saja Mas,tidak enak kalau di lihat orang jika di dalam kamar ." tolak Andin .
__ADS_1
Namun Adnan malah merengkuh pinggangnya dan menyeretnya masuk ke dalam kamar .
Andin terperangah melihat kamar kekasihnya tersebut .
" wahhh kamarmu saja bahkan sudah sebagian dari rumahku sekarang ." Andin mendudukan tubuhnya di tepi tempat tidur .
" Apa kau menyukainya? " tanya Adnan sambil memeluk tubuh mungil Andin .
Andin menggelengkan kepalanya .
" Aku menyukai rumah yang sederhana dan tidak terlalu besar ." ucapnya tersenyum ia menoleh pada Adnan .
Adnan terpaku melihat Andin yang menurutnya tersenyum sangat manis.Tanpa sadar ia mendekatkan wajahnya pada Andin dan Andin pun memejamkan matanya .Bibir mereka semakin dekat dan terus mendekat .
" Adnan ,Adnan ." teriak Ibu .
Sontak Adnan dan Andin menghentikan aktifitas mereka .
sial kenapa ibu sudah pulang ,menganggu saja ! batin Adnan
Adnan beranjak berdiri diikuti Andin di belakangnya .
" Mengapa ibu pulang ,seharusnya nanti saja !" Adnan terlihat kesal .
" Memangnya kenapa ? ini rumah Ibu ," saut ibu tak mau kalah .
" Malam tante ." sapa Andin ramah .
Andin mengulurkan tangannya pada ibu Sanjaya dan beliau pun membalasnya .
" iya ." saut ibu singkat .Raut wajahnya nampak tidak terlalu bersahabat namun masih sopan .
" Sedang apa kalian disini ?, Adnan ajak temanmu turun kebawah kita makan malam dulu ." ucap ibu .Ia kemudian berjalan mendahului Anaknya tersebut .Kemudian di ikuti oleh Adnan dan Andin .
" Mas sepertinya ibu mu tidak menyukai ku ," ucap Andin tertunduk .
Adnan menghentikan langkahnya dan memegang kedua lengan Andin .
" Kau tidak perlu khawatir sayang,aku akan mengurusnya ,ibu pasti akan merestui kita ." ucap Adnan meyakinkan .
Adnan meraih wajah Andin yang tertunduk.
" Yang harus kau lakukan adalah terus mencintaiku ,kau mengerti ? "
Andin menganggukan kepalanya sebagai jawaban .
__ADS_1
" Ayo ,jangan membuat mertuamu menunggu terlalu lama ." Adnan menggandeng Andin dan mereka kini sudah berkumpul di meja makan .
Adnan makan bersama dengan kedua orang tuanya dan juga Andin .
" Jadi apa pekerjaanmu Andin ? " tanya Ibu di sela makannya.
" Saya .." Andin hendak berbicara namun di potong oleh Adnan .
" Andin tidak bekerja Bu, Dia memiliki toko kue sendiri bahkan ia juga punya beberapa pegawai .Bukankah Andin hebat Bu ?" serobot Adnan .
" Ya ,mengapa kau yang menjawab .Ibu bertanya pada Andin bukan padamu ," saut Ibu Sanjaya .
" Tentu saja hebat ,Nak Andin terlihat masih muda tapi sudah memiliki bisnis sendiri ." timpal tuan Sanjaya .
" Ayah memang selalu benar ." saut Adnan .
" Terima kasih Pak pujiannya , tapi itu berlebihan toko saya masih sangat kecil." saut Andin.
" Tidak apa apa Nak siapa tau nanti bisa menjadi besar seperti usaha ayah , yang penting terus berusaha dan berkreasi .Betul kan Adnan ?" tuan Sanjaya mengalihkan pandangannya pada putranya .
Adnan segera mengacungkan kedua ibu jarinya sedangkan Andin terlihat tersenyum .
Sementara Ibu terlihat tidak suka dengan pujian yang di berikan suaminya pada Andin .
Setelah makan malam Andin dan Adnan pamit pada Ibu dan juga tuan Sanjaya .
Mereka pun meninggalkan rumah tersebut dan kembali menuju kota xx .
Setelah kepergian Anaknya Ibu dan tuan Sanjaya terlihat sedang menikmati kudapan malam di ruang keluarga .
" Pah sepertinya kita harus segera menjodohkan Adnan dengan anak dari teman kita, sebelum Adnan terlalu jauh menjalin hubungan dengan wanita itu ." ucap ibu .
" Bu ,jaman sudah berubah ,untuk apa kita menjodohkan anak kita .Adnan juga sudah dewasa dia bisa memilih pasangannya sendiri ," saut tuan Sanjaya .
" Tapi pah,wanita itu tidak selevel dengan kita .Mau di taruh dimana nanti muka ibu kalau menantu ibu dari kalangan bawah ."
" Bu ,apa ibu lupa dulu kita juga berasal dari kalangan bawah ?.Lagipula papah lihat Andin itu baik ,sopan dan juga dia itu hebat karna punya usaha sendiri.Bangun usaha sendiri itu tidak gampang loh bu ," jelas tuan Sanjaya.
" Ah sudahlah percuma bicara dengan papah ." Ibu bangun dari duduknya dan memilih masuk ke dalam kamar .Sementara tuan Sanjaya hanya menggeleng gelengkan kepalanya .
.
.
.
__ADS_1
.
.