Adakah Cinta Sejati

Adakah Cinta Sejati
Ceritakan padaku


__ADS_3

Pagi hari matahari bersinar sangat cerah .Andin terbangun dengan semangat baru .Meskipun sempat ragu untuk melangkahkan kehidupannya bersama Adnan ,tapi kini ia meyakinkan diri untuk mencoba memulai kehidupan baru itu .


Andin masih muda ,masa depannya masih panjang dan ia tidak ingin selalu merepotkan kedua kakaknya yang sudah memiliki keluarga masing masing .


Andin mengenakan celana jeans dan kaos lengan pendek berwarna putih .Rambutnya yang beraroma strawberi ia gerai begitu saja .Sepasang sepatu kets terlihat menghiasi kedua telapak kakinya .Sesegera mungkin Andin keluar dari rumah dan melangkahkan kakinya menghampiri pria yang tengah menunggunya .


Dan disanalah Adnan berada .Pria itu sedang menyandarkan tubuhnya di depan pintu mobilnya .Ia tersenyum simpul menyambut kedatangan Andin .Setelan celana panjang berwarna hitam dan kemeja putih terlihat menempel sempurna di tubuh jangkungnya .


Adnan segera membukakan pintu mobilnya untuk Andin .Kemudian ia mengitari mobilnya dan duduk di kursi kemudi .


" Kau tidur nyenyak ?" tanyanya seraya memasangkan seatbelt di tubuhnya .


" hemm ,setelah hampir empat jam bergadang ." saut Andin .


" Ah ,kau pasti memikirkanku ." ucap Adnan tegelak.


Andin hanya bisa tersenyum dan berdecak .Ia ingin menyangkal perkataan Adnan tersebut akan tetapi yang di katakannya memang benar .


Adnan mengantarkan Andin hingga masuk kedalam tokonya .


" Jangan terlalu keras bekerja ,Istirahatlah jika lelah ," Adnan menyelipkan sehelai rambut Andin kebelakang telinga .


" Oh ,aku akan mengingatnya ," saut Andin


" Sudah siang ,pergilah nanti kau terlambat ," Andin mendorong tubuh Adnan yang memojokannya ke tembok .


" Hari ini aku malas bekerja di kantor ,bolehkah aku bekerja di sini saja ," tanya Adnan sambil membelai pipi Andin .


Bagai anak muda yang di mabuk asmara Adnan selalu saja ingin bermesraan dengan Andin .


Hingga akhirnya pegawai Andin datang mengejutkan mereka berdua .


Andin segera beringsut kesamping dan menyambut kedatangan pegawainya itu .


"Sandra kau sudah datang ? "tanyanya dengan tertawa canggung .

__ADS_1


" I-iya bu ," ucapnya terbata .


Sandra juga terlihat canggung karna mendapati bosnya tengah bermesraan .


" Ya sudah ,mulailah bekerja ,"


Sandra menganggukan kepalanya dan berjalan menuju dapur untuk membuat kue .Sementara Andin terlihat mendorong tubuh Adnan agar segera keluar dari tokonya dan pergi bekerja .


Dengan terpaksa Adnan pun pergi meninggalkan toko Andin.


Sesampainya di sana ia mulai menyibukan dirinya dengan beberapa pekerjaan .


Tidak seperti biasanya ,hari ini Adnan terlihat sering tersenyum sendiri .Dan itu membuat sekertarisnya merasa aneh dengan tingkah laku bosnya itu .


" Apa dia sudah gila ? kenapa ia tersenyum sendiri ," gumam Zakia yang tengah memandangi bosnya .


" Mungkin pekerjaannya sangat berat jadi dia stres ," imbuhnya ,ia kemudian kembali menunduk dan mengecek pekerjaannya .


" Apa kau baru saja mengataiku gila ," Adnan muncul begitu saja dari balik pintu membuat Zakia terperanjat .


" Apa aku tidak boleh kemari ,ini kantorku dan kau adalah pegawaiku jadi terserah apa yang ingin kulakukan ! " saut Adnan .


Zakia hanya bisa mengiyakan peekataan bosnya itu .


" Ya ,Apa kau tidak ingin makan siang? " tanya Adnan .


" Bapak ingin mengajakku makan siang ?" Mata Zakia berbinar mendengar ajakan bosnya itu .


"Iya ,tapi dengan syarat kau harus mengajak Andin ," pinta Adnan .


Zakia kembali tertunduk lesu .


" Mengapa pak Adnan tidak mengajaknya sendiri ," gerutu Zakia .


"Ya ,kau pikir aku bodoh ,aku sudah mengajaknya tapi dia tidak mau ," ujar Adnan kesal .

__ADS_1


Pada akhirnya Zakia mengalah pada bosnya .Ia mulai menghubungi Andin untuk mengajaknya makan siang namun Andin menolaknya .


Adnan terlihat kecewa ,namun ia bisa mengerti kesibukan kekasihnya itu .


Adnan tetap mengajak makan siang Zakia dan juga pegawainya yang lain untuk makan bersama .


Mereka makan di sebuah restoran yang berada di seberang kantor .Adnan terlihat memesan banyak makanan .Pegawainya terlihat senang mendapatkan traktiran dari bosnya itu.Mereka semua terlihat makan dengan lahap .


Salah satu kelebihan dari Adnan yaitu ia tidak pernah membedakan posisi dirinya dengan pegawainya .Sehingga mereka terlihat akrab satu sama lain .


Seperti saat ini mereka terlihat mengitari salah satu meja makan di restoran tersebut tanpa memisahkan jarak antara atasan dan bawahan .


Zakia duduk di sebelah kiri Adnan .Ia terlihat sedang menikmati sepiring nasi dengan semangkok sup iga .


" Ya ,ceritakan padaku apa saja yang di sukai Andin ," Adnan memiringkan kepalanya dan berbisik di telinga Zakia .


" Mengapa Bapak bertanya seperti itu? apa alasannya agar aku menceritakannya pada bapak ?" ucap zakia tanpa menatap bosnya .Ia tetap fokus akan makanan di hadapannya .


" Berhentilah bertanya dan ceritakan saja padaku apa yang di sukainya atau aku akan memotong bonusmu !" ancam Adnan


Mendengar ancaman dari Adnan Zakia tak bisa berkutik .Ia mulai menceritakan apa saja yang disukai Andin mulai dari makanan pakaian dan juga yang lainnya .


Adnan mengangguk mengerti dan merekam semua ucapan Zakia di memori kepalanya .


Dan setelah makan siang selesai mereka kembali ke kantor dan mengerjakan tugasnya masing masing .


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2