
farhan terlihat menarik kopernya, hari ini adalah hari terahirnya di kota M. Ia pamit kepada sherly, sherly memeluknya erat seakan enggan melepaskan kepergian farhan.
Sebelum beranjak pergi, tak lupa farhan menggendong sera dan memberikan banyak kecupan di kedua pipi putrinya tersebut.
" ayah pergi dulu ya sayang , bulan depan kita akan bertemu lagi " ucap farhan sambil mengelus rambut sera.
" sher, aku pergi ya, jaga anakku dengan baik " ucap farhan sambil menyerahkan sera.
Sherly merasa sedih karna perkataan farhan barusan , namun ia tak menunjukannya pada farhan, ia tetap tersenyum ceria.
Kita sudah menikah dan kita sudah tidur bersama, tapi mengapa kau tak pernah membuka hatimu untukku mas? , bahkan kau selalu menyebut sera anakmu bukan anak kita . batin sherly.
sherly mengantarkan farhan ke halaman depan. Ia mengecup punggung tangan farhan dan farhanpun pergi menghampiri mobilnya.
Sebelum menginjak pedal gasnya farhan terlihat menurunkan kaca jendelanya dan kembali pamit dengan istri kedua dan juga anaknya.
" hati hati di jalan ayah " sherly memegang tangan sera dan bergerak melambaikan tangan kecilnya itu.
Setelah mobil farhan tak terlihat dari jangkauan matanya sherly kembali masuk ke rumah dan melanjutkan aktivitas seperti biasanya.
*****
Andin terlihat sedang membersihkan halaman rumah , ia juga terlihat mencabuti rumput liar yang tumbuh di dekat pohon mawar kesukaannya, tak lupa ia juga menyirami semua tanaman yang ada di situ agar tetap tumbuh dengan subur.
Tak lama kemudian terdengar deruman mobil memasuki halaman rumahnya. Farhan turun dari mobilnya dan berjalan menghampiri andin.
__ADS_1
" Kau sudah pulang ? "ucap andin dengan senyum yang terpaksa.
" seperti yang kau lihat " serunya.
Farhan melebarkan tangannya ingin memeluk istrinya itu akan tetapi andin menghindar dan berdalih bahwa ia sedang berkeringat.
" aku belum mandi, aku tidak mau kau mencium badanku yang bau " namun sebenarnya itu hanyalah alasan, andin memang tidak ingin kontak fisik dengan suaminya itu, dalam hatinya ia merasa jijik dan sangat membencinya. Akan tetapi andin masih belum mengungkapkannya pada farhan karna ada alasan tersendiri mengapa andin melakukan itu , ia berusaha sekuat mungkin untuk tetap tenang seolah olah tidak ada masalah apapun.
" apa kau sudah makan ? " tanya andin saat mereka memasuki rumah.
" ya, tadi aku sudah makan di restoran saat pulang kemari " jawab farhan.
" Mandilah dulu dan istirahat kau pasti lelah " perintah andin.
" aku masih banyak pekerjaan, aku harus membongkar..." andin membuka koper yang tadi farhan bawa.
" baiklah baiklah " farhan memotong ucapan andin sebelum andin menyelesaikan ucapannya.Farhanpun berjalan menuju kamar mandi sambil bersiul.
sementara farhan mandi, andin membongkar koper yang berisikan pakaian yang telah di pakai farhan saat di luar kota.Tak terasa air matanya ikut tersapu disana, ia membayangkan kembali kejadian saat di kebun beberapa hari yang lalu. Namun dengan cepat andin mengusap air matanya dan memasukan baju kotor farhan ke dalam mesin cuci.
*****
Selesai makan seperti biasa andin membereskan meja makan dan mencuci piring terlebih dahulu.Barulah setelah semuanya selesai ia masuk kedalam kamar dan membaringkan tubuhnya di atas kasur.
Farhan meletakan ponselnya dan menghampiri andin. ia menindih tubuh andin dan mulai menciumi wajah istrinya itu.
__ADS_1
Andin sedikit menghindar saat farhan mulai menciumi lehernya, seketika farhan menghentikan aksinya.
" apa kau tidak merindukanku " tanya farhan menatap wajah istrinya, kemudian ia kembali mengecup leher istinya dan meninggalkan jejak merah disana.
" bukan seperti itu, hanya saja aku sangat lelah hari ini " saut andin.
" apa yang di kerjakan istriku hari ini hingga membuatnya kelelahan " tanyanya tanpa membutuhkan jawaban.
Farhan mencium kening istrinya kemudian menjatuhkan tubuhnya di samping andin.
" Tidurlah, kita masih punya banyak waktu " farhan menarik tubuh istrinya agar lebih mendekat dan memeluknya dengan erat.
Merekapun akhirnya tertidur meskipun farhan harus menahan hasratnya dan andin juga tak bisa berkutik dalam dekapan farhan.
.
.
.
.
happy reading 😊
jangan lupa like dan vote ya
__ADS_1