Adakah Cinta Sejati

Adakah Cinta Sejati
Wanita Penggoda


__ADS_3

Andin berjalan dengan begitu riang, matanya menatap lekat pada punggung lelaki yang sudah sangat ia rindukan. Rasanya ia ingin sekali berlari untuk menemui farhan dan memeluknya . Tiba tiba saja langkahnya terhenti tatkala seorang wanita muncul dari sisi kanan farhan.


Wanita itu melambaikan tangan dan berteriak memanggil nama sera .Seketika farhan menoleh dan bayi kecil itu terlihat kegirangan menyambutnya.


Andin sangat terkejut melihat pemandangan yang tak jauh dari pandangan matanya. Wanita penggoda itu kembali hadir di kehidupan rumah tangganya. Dan bayi kecil itu , apakah itu anak mereka.


Andin terus berfikir mengingat kejadian tahun lalu, dan benar jika di hitung sudah dua belas bulan berlalu .


Air mata andin mengalir begitu saja . Ia mengasihani dirinya sendiri karna selama ini telah di bohongi oleh suaminya namun ia masih tetap mempercayainya. Andin mengusap air matanya , kini ia memutar balik tubuhnya dan berjalan menjauhi farhan.


Andin menghampiri pak makmur yang terlihat gelisah di depan gubug. andinpun menghampirinya.


" neng andin " ucap pak makmur


" pak saya pamit, tolong jangan beritahu suami saya jika saya datang kemari "


" tapi neng " ucap pak makmur sedikit khawatir.


" saya mohon sama bapak, kami akan baik baik saja, jadi bapak tidak usah khawatir " ucap andin dengan senyum terpaksa.


Andin segera kembali kemobilnya dan pergi meninggalkan kebun dan kembali ke hotel secepat mungkin . Di dalam mobil ia tak bisa lagi menahan tangisnya. Air matanya begitu deras mengalir di kedua pipinya.


sesampainya di hotel andin menyeka airmatanya dan memakai kaca mata hitam untuk menutupi matanya yang sembab.


Ketika sudah sampai di kamar andin kembali menangis tersedu sedu. Andin menangis sangat lama ia bahkan melupakan makan malamnya dan mengabaikan pesan dan panggilan dari farhan. Hingga hampir subuh andin baru berhenti menangis dan tertidur


*****


keesokan paginya andin terlihat berkemas. Andin memasukan semua barangnya kedalam koper dengan sembarang.Setelah semuanya selesai ia buru buru keluar berniat untuk segera chek out. Namun tanpa di segaja ia menabrak seseorang di hadapannya. Orang itu menoleh , andin buru buru minta maaf atas kesalahannya tanpa memandang orang tersebut.

__ADS_1


" Bukankah kau teman sekertarisku ? " tanya lelaki yang andin tabrak.


andin mengangkat kepalanya yang tertunduk.


" pak adnan ? maaf saya tadi terburu buru " ucap andin dengan suara parau.


" Ada apa dengan wajahmu? kenapa pucat sekali , apa kau sakit ? " tanya adnan cemas.


" Aku tidak apa apa pak, maaf aku harus pergi " ucap andin melewati adnan. Namun tiba tiba saja kepalanya terasa sangat pusing ,pandangan matanya menjadi gelap dan ia jatuh tak sadarkan diri.


Andan berlari saat melihat andin yang limbung , ia segera menangkap tubuh andin sebelum terjatuh kelantai.


" Dia temanku, aku akan membawanya ke kamarku , tolong bawakan saja barangnya " ucap adnan pada security .


Adnan membopong tubuh andin dan meletakannya di kamarnya. Adnan menunggui andin yang tak kunjung sadarkan diri. Adnan memandangi wajah andin, Ia bisa menebak bahwa wanita itu habis nenangis karna terlihat dari matannya yang sembab.


Andin terbangun dan memegangi kepalanya yang sedikit pusing.


" Istirahatlah dulu kau sedang demam " ucap adnan saat andin berusaha untuk duduk.


" Aku tidak apa apa , sebaiknya aku segera pulang " andin mencoba berdiri dan melangkahkan kakinya namun tangannya di tarik oleh adnan.


" Makanlah dulu sebelum kau pergi " perintah adnan pada andin.


" terima kasih pak , tapi aku sedang tidak berselera " andin melepaskan tangan adnan yang memagang tangannya.


" apa kau bersama supir " tanya adnan saat andin di ambang pintu.


" tidak aku membawa mobilku sendiri, terima kasih karna sudah menolongku pak andan, aku berhutang budi kepadamu " ucap andin dengan sedikit tersenyum kemudian ia melangkahkan kakinya keluar .

__ADS_1


Adnan memasukan laptopnya kedalam tas kemudian ia menelfon seseorang dan segera pergi keluar.


Andin terlihat baru saja chek out, ia berjalan menuju parkiran . Adnan segera menyusulnya dari belakang dan ia segera menggandeng tangan andin.


" Aku akan mengantarkanmu pulang " ucap adnan.


andin sedikit terseret mengikuti langkah kaki andan yang panjang .


Andin melepaskan tangannya dari genggaman adnan.


" tidak bisakah kau menurut saja, aku tidak bisa membiarkanmu mengemudi sendiri


dengan keadaan seperti ini " bentak adnan.


" kau mau membawaku kemana, mobilku di sebelah sana " ucap andin sambil menunjukan jarinya kearah berlawanan.


" kenapa kau tidak bilang dari tadi " adnan kembali menggandeng tangan andin menuju mobil milik andin. Dan mereka pulang bersama .Adnan duduk di belakang kemudi sementara andin duduk di sebelahnya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa like dan vote ya


__ADS_2