
Malam harinya andin terlihat mengepak pakaian untuk besok, seperti biasa sebelum tidur andin berbicara dengan farhan melalui telfon. Mereka mengobrol santai tentang apa saja yang mereka lakukan hari ini. Andin juga sempat menanyakan di mana suaminya itu tinggal.
Farhanpun mengatakan jika ia tinggal di hotel permai yang terletak lima ratus meter dari kebunnya.
Mereka mengobrol satu jam lamanya hingga kini andin tertidur dengan sendirinya.
*****
Pagi harinya andin terlihat sudah rapi dengan celana jeans berwarna biru dipadukan dengan kaos putih polos. Rambutnya ia gulung keatas dan penampakan lehernya yang putih bersih.
Sebelum menginjak pedal gas , andin terlebih dulu memakai kacamata hitamnya agar tidak silau karna matahari sangat terik. Tak lupa ia juga mengenakan seat beltnya terlebih dahulu. Sejurus kemudian mobilnya melesat membelah jalanan kota xx yang padat akan lalu lalang kendaran lain.
Setelah empat jam perjalanan , kini andin telah memasuki kota M. Udara kota M terasa sangat segar karna tak banyak kendaraan yang melintasi jalanan tersebut sehingga belum tercemar oleh polusi dan lagi sebagian tanahnya adalah kebun yang membentang luas milik para warga setempat.
Beberapa saat kemudian sampailah di depan hotel permai, andin menepikan mobilnya memasuki halaman parkir hotel tersebut. Kemudian ia memasuki hotel tersebut dan menuju ke meja resepsionis.
" selamat siang ibu, apa yang bisa kami bantu " ucap salah satu resepsionis dengan ramah.
" mbak bisa tolong di cek bapak farhan menginap di kamar berapa? Saya ingin menginap di sebelah suami saya " .
" mohon maaf ibu kami tidak bisa membocorkan informasi pelanggan kami " ucap sang resepsionis yang bernama bella.
" kalau begitu berikan satu kamar untuk saya " jawab andin.
" mau yang single room atau double room bu? " ucap bella.
" single saja " jawab andin singkat.
" baiklah, ini kuncinya bu , kamar nomor 69 letaknya ada di sebelah sana " ucap bella sembari memberikan cardlock berwarna hitam pada andin.
" terima kasih " andinpun pergi menuju kamarnya.
__ADS_1
Sebenarnya andin ingin menyewa kamar di sebelah farhan akan tetapi ia tidak tahu suaminya itu tinggal di kamar nomor berapa. Jika bertanya pada farhan ia takut suaminya itu akan curiga jadi ia memilih kamar di mana saja asalkan masih satu atap dengan suaminya sehingga ia bisa bertemu dengannya nanti.
Sesampainya di kamar no 69 andin memasukan cardlocknya pada slot yang tersedia di pintu kamar tersebut dan setelah pintu itu terbuka, andin masuk ke dalam dan langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Karena tubuhnya merasa lelah setelah mengemudi selama 4 jam akhirnya andin tertidur .
andin terbangun karna perutnya terasa keroncongan , ia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. waktu menunjukan pukul 13.15 andinpun bangun dan keluar untuk makan siang di tempat yang telah di sediakan oleh pihak hotel.
makan siang telah berlalu , kini andin terlihat memainkan ponselnya.
" hallo " ucap andin setelah ia meletakan benda pipih itu di telingannya.
" sayang apa yang sedang kau lakukan, apa kau sudah makan? " tanya andin pada seseorang yang ia hubungi.
" kau makan dimana , di dekat kebun atau di hotel? " tanya andin lagi sambil melihat sekelilingnya.
" oh begitu, jadi kau hingga sore nanti akan di kebun? "
" aku baru saja selesai makan "
andin memutuskan panggilan telfonnya.
kini andin tengah bersiap untuk pergi ke kebun. ia memakai sunblock terlebih dahulu keseluruh tubuhnya yang tidak tertutupi kain terutama di wajahnya. setelah selesai iapun langsung pergi menggunakan mobilnya menuju tempat dimana suaminya berada.
tak menunggu waktu lama kini andin sudah sampai di kebun karna jaraknya memang tidak terlalu jauh dari hotel.
andin memarkirkan mobilnya di bahu jalan kemudian ia berjalan menghampiri gubuk kecil tempat para petani sedang beristirahat .
di sana terlihat pak makmur tengah makan dengan lahap.
" pak makmur apa kabar? " sapa andin
pak makmur tiba tiba saja tersedak saat melihat andin, ia terbatuk batuk karenanya.
__ADS_1
" maaf pak, andin membuat pak makmur kaget ya ?" ucapnya andin sambil menyodorkan air minum pada pak makmur.
setelah minum pak makmur menyapa andin dengan sedikit terbata.
" N-neng andin kenapa datang kesini?, maksud bapak neng andin kapan datang kesini ? " tanya pak makmur.
" saya baru saja datang pak, o ya dimana mas farhan pak? " tanya andin.
" nak farhan, nak farhan disana " ucap pak makmur sambil menunjukan dengan jari telunjuknya.
" baiklah, terima kasih pak " andin berjalan melewati jalan setapak dari kejauhan ia bisa melihat seorang laki laki tengah berdiri sambil menggendong seorang anak kecil.
andin tersenyum karna suaminya itu bisa akrab dan mau menggendong anak orang lain.
sementara di gubuk kecil tadi wajah pak makmur sedikit pucat.
" bagaimana ini, nak farhan sedang bersama istri dan anaknya "
.
.
.
.
.
.
happy reading jangan lupa like dan komennya guys.
__ADS_1