Adakah Cinta Sejati

Adakah Cinta Sejati
Kedatangan Ibu dan Ayah


__ADS_3

Andin terlihat tengah memasak di dapur.


Adnan segera menghampiri istrinya tersebut dan memeluk istrinya dari belakang .


" Apa yang kau buat ?" tanya Adnan seraya memberikan kecupan di pipi kiri Andin .


"Mas Anand ,kenapa selalu mengejutkan ku! bagaimana kalau nanti jantungku terlepas ." ucap Andin sambil membalikan badan menghadap suaminya itu .


" Jika terlepas aku akan memasangnya kembali ." saut Adnan ia merengkuh pinggang Andin dan mengecup bibir istrinya itu dan Andin pun membalasnya .


Seperti adegan dalam drama Adnan mengangkat tubuh mungil istrinya keatas meja dengan bibir mereka masih saling bertaut .


Sesekali mereka mengambil jeda untuk mengatur nafas .Dua sejoli tersebut tak pernah memperdulikan tempat ,dimana saja selalu ingin bermesraan .Bukan hanya di ranjang namun juga di sofa ,kamar mandi atau seperti sekarang ini, di dapur .Akan tetapi hal tersebut tidak mengherankan karena mereka memang masih pengantin baru .Saat saat itu memang sedang panas panasnya memadu kasih .Percumbuan mereka akhirnya berhenti ketika bel di rumahnya berbunyi .


Adnan kembali mengecup bibir Andin sekilas sebelum ia menurunkan kembali tubuh istrinya dari atas meja .


" Siapa yang datang saat malam malam begini ." gerutu Adnan agak kesal .


Andin mengangkat bahu tanda tidak mengerti .


" Lihatlah kedepan siapa yang datang ." perintah Andin kemudian ia kembali melanjutkan masakannya yang hampir matang .


Adnan pun melangkahkan kakinya untuk membuka pintu rumahnya.


" Adnan putraku ." teriak ibu Sanjaya saat anaknya membukakan pintu .Ia segera memeluk putra satu satunya tersebut .


" Ibu ,Ayah ." sapa Adnan tersenyum ia segera menjabat tangan serta mencium punggung telapak tangan kedua orang tuanya tersebut bergantian .


Adnan membawa kedua orang tuanya masuk kedalam rumah dan mempersilahkan kedua orang tuanya tersebut untuk duduk .

__ADS_1


" Sayang kemarilah ada Ibu dan Ayah datang ." teriak Adnan .


" Iya tunggu sebentar ." saut Andin .


Andin segera meletakan masakannya di atas meja kemudian beranjak kedepan untuk menemui mertuanya .


" Ibu ,ayah mengapa tidak mengabari dulu jika ingin datang ,kami tidak mempersiapkan apapun ." ucap Andin seraya menyalami kedua orang tua Adnan bergantian .


"Memangnya apa yang harus di persiapkan Nak ,kami tidak meminta apapun .Iya kan Bu ? " tanya tuan Sanjaya seraya menoleh pada istrinya .


" Iya Andin ibu kesini karna kangen dengan kalian berdua ." saut ibu tersenyum .


" O iya bagaimana kandunganmu ? semuanya baik baik sajakan ? " imbuhnya .


Andin tampak bingung harus menjawab apa karna memang sebenarnya ia tidak hamil .


" Tentu saja bu ," sambar Adnan sambil tertawa .


" Baiklah ,kebetulan Ibu sudah lapar ."


Ibu bersama Andin berjalan terlebih dahulu menuju ruang makan .Sedangkan Adnan menghalangi langkah tuan Sanjaya .


" Apa ayah belum mengatakannya pada ibu ? " tanya Adnan .


" Minggirlah Ayah sudah lapar ! " saut tuan Sanjaya berusaha melewati Adnan.


Adnan kembali menghadangnya ia kembali berbicara setengah berbisik .


" Mengapa ayah belum mengatakannya ,seharusnya ayah mengatakannya setelah kami menikah ." ucap Adnan terlihat kesal .

__ADS_1


" Mengapa harus ayah , kau sendiri yang mengatur rencana mu, jadi kau juga harus menyelesaikannya sendiri .Ayah tidak mau lagi membantumu ." saut tuan Sanjaya .


" Kau tahu ,ibumu akan meledak seperti beruang kutub saat ia tahu telah di bohongi ,jadi ayah tidak mau menjadi korban keganasannya ." bisiknya di telinga Adnan .


Adnan terlihat bergidik ngeri saat membayangkan jika ibunya marah saat tahu telah di bohongi .


" Putraku ,selamat berjuang ," tuan Sanjaya mengangkat tangan kanannya dengan telapak tangan yang mengepal .Ia terlihat menyemangati putranya tersebut .


" Kalian berdua kenapa lama sekali ,cepatlah kemari ." teriak ibu .


" Iya kami datang ." saut tuan Sanjaya .


Tuan Sanjaya segera beranjak menemui istri dan menantunya di meja makan ,meninggalkan Adnan yang tengah menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil berjalan ke kiri dan ke kanan .


Adnan terlihat bingung bagaimana cara menjelaskan semuanya pada Ibunya tanpa membuatnya marah .


" Dimana Adnan, mengapa Papah sendiri ?" tanya Ibu sanjaya saat melihat suaminya itu datang sendiri .


" Sebentar lagi juga datang ." saut tuan Sanjaya .


Benar Saja ,tak lama kemudian Adnan menghampiri mereka dan mendudukan tubuhnya di samping Andin .


Mereka menikmati makan malamnya bersama sama .Tuan Sanjaya dan juga istrinya terlihat makan sangat lahap .Mereka bahkan memuji menantunya itu karna pandai memasak .Andin tersenyum dan sangat berterima kasih atas pujian tersebut .


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2