Adakah Cinta Sejati

Adakah Cinta Sejati
aku belum mengantuk


__ADS_3

Sore harinya setelah mengecek cafe dan semua laporan keuangan , andin memutuskan untuk pulang.


Sebelumnya ,andin pamit kepada para pegawainya dan juga memberikan semangat kepada mereka yang telah bekerja seharian di cafe.


Setelah itu ia pergi mengendarai honda jazznya yang berwarna putih itu.


Jalanan sangat padat di sore hari sehingga membutuhkan lebih banyak waktu untuk sampai di rumah.


Satu jam kemudian andin baru tiba di rumahnya. Setelah memasuki rumah ia langsung merebahkan dirinya di atas tempat tidur. Duduk seharian di depan komputer membuat tubuhnya terasa sangat lelah.


" badanku terasa pegal sekali padahal seharian hanya duduk saja " ucap andin sambil memijat bahunya.


" bagaimana dengan mas farhan ya, setiap hari dia di cafe dan kalau sedang ramai mas farhan juga ikut terjun membantu di bawah " ucapnya kembali pada diri sendiri.


Mas farhan lagi ngapain ya , dia pasti sudah sampaikan ? Batin andin sambil melirik jam di tangannya.


Andin mengambil mini bag yang tadi ia bawa ke cafe. Dengan cepat ia merogoh kedalam tas itu untuk mengambil ponselnya. Setelah menemukannya ,andin segera mencari kontak dengan nama MY LOVELY HUSBAND .setelah menemukannya ia langsung menekan gambar gagang telfon yang berwarna hijau itu.


Tut tut tut


Suara telfon yang terhubung. hingga dering ketiga panggilan tersebut belum juga di angkat.


Apa mas farhan belum sampai? Tapi sudah jam segini masa belum juga sampai .Tanya andin dalam hati


" Ah , mungkin mas farhan sedang istirahat , lebih baik aku kirim pesan saja" pikirnya .

__ADS_1


Setelah mengirim pesan pada farhan andin memutuskan untuk mandi karna hari juga sudah mulai terlihat gelap.


Jam menunjukan pukul 19.30 andin terlihat tengah menggoreng ayam di dapur. Ia juga terlihat sedang membuat mie instan dengan campuran sayur mayur dan juga sosis di dalamnya. Karna tidak ada farhan andin malas masak hari ini, jadi ia hanya membuat mie kesukaannya itu.


Setelah semuanya matang ia membawa makanannya ke ruang keluarga. Ia menyalakan tv agar tidak terasa sunyi. Andin makan dengan lahap, terkadang ia juga tertawa di sela makan karena acara yang ia tonton.


Setelah selesai makan ,andin membawa piringnya kedapur dan mencucinya. Setelah itu ia menuju kamar untuk mengambil ponselnya yang ia letakan di atas tempat tidur.


Andin mengecek pesan yang tadi ia kirimkan pada farhan.


Pesan itu masih belum terbaca oleh suaminya. Andinpun kembali menonton tv. Ia menonton drama korea kesukaannya seorang diri. Hingga tak terasa satu jam berlalu drama itu telah usai. Andin mengganti chanel untuk mencari acara yang menarik, namun andin tak menemukannya.


Karena merasa bosan dan juga kesepian andinpun memutuskan untuk tidur lebih awal.


Setelah mengunci pintu ia menuju kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Tubuh andin berguling ke kanan dan ke kiri seakan mencari posisi yang nyaman. Rumah terasa sangat senyap malam ini, hanya terdengar deruman kendaraan lalu lalang dari kejauhan. Andin memejamkan matanya mencoba untuk tidur . sedikit demi sedikit ia mulai terlelap , akan tetapi ia kembali terjaga saat ponselnya berdering.


Dengan memicingkan sebelah matanya ia mengambil ponselnya . Ia tersenyum saat melihat layar ponselnya. Kedua matanya kini terbuka lebar saat melihat orang yang ia cintai menghubunginya.


" hallo " ucap andin ketika benda pipih itu sudah mendarat di telinga kananya.


" sayang kau dari mana saja? Aku menghawatirkanmu " ucap andin pada farhan di seberang sana.


Sejenak andin diam mendengarkan.

__ADS_1


" apa kau sudah makan ?"


Diam lagi.


" sayang aku sangat merindukanmu, aku sangat kesepian disini, cepat selesaikan pekerjaanmu dan pulanglah kemari " ucap andin dengan raut sedih.


Mereka mengobrol selama satu jam. Andin menceritakan semua apa yang ia lakukan hari ini pada farhan. Hingga tak terasa malam semakin larut.


" tidak , aku belum mengantuk " jawab andin cepat padahal beberapa kali ia terlihat menguap.


Andin kini merebahkan tubuhnya kembali di tempat tidur . Ponselnya ia letakan begitu saja di sampingnya dengan guling sebagai bantalannya. Andin mendengarkan cerita farhan saat di perjalanan . Suara farhan yang lembut bagaikan seorang ibu yang tengah membacakan dongeng untuk putrinya , sehingga lama kelamaan andinpun terlalap tidur.


Di tempat lain farhan tersenyum karna tingkah istrinya yang berkata belum mengantuk akan tetapi sekarang ia tertidur. Terlihat dari tidak adanya jawaban dari sana , hanya terdengar dengkuran halus.


" selamat tidur istriku " ucap farhan tanpa balasan.


" mas tolong ambilkan botol susu sera " ucap wanita tak jauh dari sana.


Farhan buru buru mematikan ponselnya.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2