
Di dalam perjalan andin hanya terdiam sambil menatap keluar jendela.Ponselnya sedari tadi berdering namun ia hanya melihat namanya kemudian mengabaikannya begitu saja dan meletakan ponselnya di dashboard.
" apa kau bertengkar dengan suamimu?" tanya adnan setelah melirik ponsel andin.
" tidak " jawab andin tanpa menoleh.
" lalu mengapa kau menangis , dan mengabaikan panggilan dari suamimu "
" aku tidak menangis , aku hanya sedang malas mengangkat telfon, lagi pula itu bukan urusanmu "
" maaf " ucap adnan, iapun kembali fokus menyetir.
"dasar bodoh, jelas sekali dia habis menangis semua orang yang nelihatpun akan tahu, tapi dia tetap mengelak " batin adnan.
" meskipun dia sedang bersedih tapi tetap saja terlihat cantik, bibir kecilnya yang merah , ahh, ingin sekali aku mengecupnya "
" astaga, apa yang aku fikirkan "
Adnan memukul kepalanya sendiri agar tersadar dari pikiran kotornya.
Andin menoleh melihat kelakuan bos temannya itu, Adnanpun tersenyum saat melihat andin sedang memandangnya.
setelah tiga jam perjalanan tanpa berhenti. Kini mereka telah sampai di rumah andin.Andin mengucapkan terima kasih pada adnan dan langsung masuk kedalam rumah.Adnan hanya diam mematung melihat kepergian andin yang tanpa berbasa basi dulu.
" dia bahkan tak menawariku untuk minum dulu " ucap adnan saat andin menyelonong begitu saja.
" sial kenapa tenggorokanku sangat kering " adnan memegang lehernya sambil berjalan pergi.
*****
__ADS_1
andin mengecek ponselnya ada dua puluh panggilan masuk dari farhan dan juga puluhan pesan masuk di kontaknya.
sayang apa kau sudah tidur?
mengapa kau tak mengangkat panggilanku ?
andin apa kau sakit?
aku sangat menghawatirkanmu
apa kau marah padaku ?
jika kau sudah membacanya, cepat telfon aku
itu sebagian isi pesan dari farhan.
Ponselnya kembali bedering, kali ini andin mengangkatnya.
" aku baik baik saja mas, temanku kemarin menginap di rumah jadi aku keasyikan mengobrol hingga melupakan ponselku " jawab andin.
" lalu kenapa dengan suaramu, apa kau habis menangis? apa temanmu menyakitimu ?"
bukan temanku yang menyakitiku tapi kau mas, kau yang menyakiti hatiku. ingin rasanya andin berteriak seperti itu pada farhan tapi mulutnya terasa kelu.
" aku hanya sedang flu, temanku sangat baik "
" jadi kau sedang sakit ? aku akan pulang sekarang sayang " ucap farhan cemas.
" tidak perlu mas, ini sudah malam kau bisa pulang besok , aku baik baik saja "
__ADS_1
sebenarnya farhan memaksa ingin pulang malam ini juga akan tetapi andin melarangnya.Pada akhirnya farhan tidak jadi pulang setelah andin meyakinkannya bahwa ia baik baik saja.
" aku sangat mencintaimu istriku " ucap farhan sebelum menutup panggilannya.
dulu andin sangat bahagia mendengar kata kata itu.Akan tetapi kini hanya membuat hatinya terasa disayat sayat.
" hemm, aku tutup telfonnya ."
Andin meletakan ponselnya kembali dengan berlinang air mata.
sementara di tempat lain, setelah menutup telfonnya dengan andin farhan kini menghampiri putrinya yang sudah terlelap.Farhan mengecup kedua pipi sera yang tampak gembul dan menggemaskan.
Kemudian ia menuju ranjangnya dan berniat untuk tidur.
Farhan sudah memejamkan matanya.Sherly datang dan merebahkan tubuhnya di samping lelaki yang kini menjadi suami dan juga ayah dari putrinya itu.
" kau sudah tidur ? " tanya sherly pada farhan.
" hemm " jawab farhan singkat.
" sayang sekali, padahal aku kedinginan " ucap sherly sambil memeluk farhan. Akan tetapi sherly tidak membiarkannya begitu saja ia mulai membelai wajah farhan kemudian beralih ke bibir farhan, tak sampai disitu tangannya terus bergerak kebawah menjangkau bagian sensitifnya dan memainkannya di bawah sana.Sebagai laki laki normal tentu saja farhan langsung bereaksi dan kini mereka telah bergumul di balik selimut dengan di iringi oleh desahan masing masing. setelah satu jam bertempur mereka akhirnya terlelap dengan tubuh saling berpelukan.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.