Adakah Cinta Sejati

Adakah Cinta Sejati
Mengapa berhenti


__ADS_3

Matahari terlihat sudah naik keperaduannya .Seketika Andin terbangun karna sinar sang mentari menyilaukan kedua matanya dari balik jendela .


Andin menatap laki laki yang ada di hadapannya .Wajahnya terlihat begitu teduh .Andin menyentuh wajah pria itu dengan jemarinya .Meskipun seorang pria namun kulitnya terasa sangat halus dan juga berseri .Andin menyusuri bagian wajah itu dari ujung hingga kini jemarinya terhenti di sudut bibir laki laki itu .Andin hendak menyentuh bibir yang tidak terlalu tebal itu akan tetapi ia terlihat ragu .Akhirnya ia lebih memilih mengurungkan niatnya karna takut membuat pemiliknya terbangun .


Andin menggeser tubuhnya dan hendak bangun namun tangan laki laki itu menarik tubuhnya hingga ia kembali ke posisi semula .


" Mengapa berhenti ?" tanya Adnan dengan mata tertutup .


" Kau sudah bangun ?"


" Hemm ." saut Adnan .


" Kapan kau bangun ," tanya Andin


" Sejak kau mulai menyentuh wajahku ." saut Adnan .Ia kini mulai melingkarkan tangannya di pinggang Andin .


" Maaf ." ucap Andin .


" Aku harus bangun sekarang ," Andin berusaha menyingkirkan tangan Adnan yang memeluknya .Akan tetapi sang pemilik tangan tersebut justru semakin menarik tubuh Andin dan mendekatkan pada tubuhnya .


" Biarkan seperti ini sebentar saja ," Adnan mendekap Andin dengan kedua tangannya dan membenamkan wajah gadis itu di dada bidangnya .


*****


Setelah membersihkan diri Adnan dan Andin kini beranjak turun dan menghampiri meja makan .Disana sudah terlihat tuan Sanjaya beserta istrinya tengah duduk berdampingan .


Adnan menarik salah satu kursi di tempat tersebut dan mempersilahkan Andin untuk duduk .


" Terima kasih ." ucap Andin


Setelah itu Adnan juga mendudukan tubuhnya di samping Andin .

__ADS_1


Adnan terlihat mengambil banyak sekali makanan kedalam piring.


" Karena istriku sedang hamil jadi kau harus makan banyak ." ucapnya begitu natural hingga semua orang mungkin tidak bisa melihat kebohongan dalam kata katanya .


" Mas itu terlalu banyak ,aku tidak mungkin menghabiskannya ," Andin mencoba menghentikan Adnan yang terus menambah aneka makanan tanpa menghiraukan ucapan Andin.


" Ya ,apa istrimu monster ?" saut Ibu saat melihat Adnan mengambil beberapa tumpuk roti telur dan juga buah buahan .


" Meskipun Andin sedang hamil tapi tidak harus makan sebanyak itu ! Andin makanlah ini ," Ibu Sanjaya menyodorkan semangkuk salad dan juga segelas smoothies pada Andin .


" Buah dan sayur bagus untuk ibu hamil ," imbuhnya .


Andin menerimanya dengan senang hati .


" Terima kasih tante ." ucapnya tersenyum .


Tuan Sanjaya juga terlihat ikut tersenyum atas perhatian yang di berikan Istrinya pada Andin .


" Ayah dan ibu sudah membahasnya semalam dan kami sepakat untuk menikahkan kalian minggu depan ." Ucap tuan Sanjaya membuka pembicaraan .


Andin tersedak mendengar perkataan tuan Sanjaya barusan ia terlihat terbatuk batuk karenanya .


" Hati hati sayang ." Adnan menyerahkan segelas air putih pada Andin .


Andin pun segera meminum air tersebut hingga tersisa separuhnya.


" Kau tidak apa apa ?" tanya Adnan sambil mengusap punggung Andin .


Andin hanya menganganggukan kepalanya .


" Apa Andin keberatan dengan pernikahannya ? " tanya tuan Sanjaya .

__ADS_1


" Tidak Om ,hanya saja bukankah terlalu cepat jika minggu depan ," saut Andin .


" Lebih cepat lebih baik ,sebelum kehamilan mu semakin membesar ." tutur Ibu .


" Tapi Andin belum mempersiapkan apapun ."


" Kau tenang saja biar semuanya Ibu yang mengurus ." saut Ayah


Setelah sarapan Adnan dan Andin pamit untuk kembali ke kota xx .Mereka harus mengurus pekerjaannya untuk satu minggu kedepan agar acara pernikahannya lancar .


Sebelum pergi Andin pamit pada kedua orang tua Adnan ia terlihat mencium punggung tangan kedua orang tersebut .Di ikuti oleh Adnan .


Adnan terlihat memeluk Ibu Sanjaya serta mengecup pipi orang tuanya itu .


" Ibu ,terima kasih ." ucapnya tulus .


Ibu terlihat berkaca kaca .Semenjak sudah dewasa baru kali ini putranya itu memeluknya dan ia merasa di cintai.Biasanya Adnan selalu cuek seperti tuan Sanjaya .Tapi kali ini Adnan bahkan menciumnya hingga ia rasanya ingin menangis .


" Hati hati Nak ." pesan ibu


Ibu dan tuan Sanjaya terlihat melambaikan tangannya saat Adnan mulai melajukan mobilnya ,dan mobil itu pun melesat meninggalkan halaman rumah tersebut .


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2