
Andin mengetuk rumah ibunya dengan wajah sumringah .Meskipun hatinya sedang kacau akan tetapi ia tidak ingin siapapun mengetahuinya terutama ibunya.
"assalamualaikum " andin mengetuk pintu rumah yang berwarna putih itu.
Tak berselang lama terdengar sautan dari dalam rumah dan pintupun terbuka.
" Waalikumsalam , andin kau datang? ayo masuk " ajak kak ratna, istri dari mas haris.
" dimana farhan ? " tanya ratna saat tak melihat suami dari adik iparnya itu.
" mas han masih di kantor kak, dia baru saja pulang dari luar kota mungkin nanti malam baru bisa kemari .Jawab andin
" oh ya ,di mana ibu dan juga mas haris kak ? " imbuhnya.
" ibu ada di kamarnya, dan mas haris tentu saja masih di kantornya ndin ." jelas ratna.
" kalau begitu andin kekamar ibu dulu ya kak ." ucap andin sambil berjalan menghampiri kamar ibunya.
" kau mau minum apa ndin?, biar kakak buatkan " tanya ratna .
" tidak perlu repot kak, jika haus aku akan mengambilnya sendiri " teriak andin saat di depan kamar rima.
" ibu ,aku sangat merindukan ibu " andin langsung memeluk ibunya yang tengah setengah duduk sambil bersandar di ujung tempat tidur ,kemudian ia mencium punggung tangan orang yang telah melahirkannya itu.
"ibu juga sangat merindukanmu nak " ucap rima dengan suara lemah.
" sebaiknya kita ke rumah sakit saja ya bu,biar ibu cepat sembuh " bujuk andin.
"nak, ibu sudah tua ,mungkin sudah tidak lama lagi ibu juga harus pergi "ucap ibu rima.
" ibu, apa yang ibu katakan, ibu bahkan belum melihat anakku , pokoknya ibu harus sembuh supaya ibu bisa menggendong anakku ketika aku sudah punya anak nanti " ucap andin menyemangati.
" iya nak ibu pasti akan melihat cucu dari anak dan menantu kesayangan ibu " ucap ibu rima seraya mengelus punggung tangan andin.
" oh iya, dimana suamimu? apa dia tidak merindukan ibu? "
" mas han masih di kantornya bu, setelah selesai dengan pekerjaannya dia akan menyusul kemari" jelas andin.
" andin bolehkah ibu bertanya padamu? " tanya ibu rima dengan tatapan serius
" tentu saja bu, apa yang ingin ibu tanyakan pada andin "
" apa kau baik baik saja dengan suamimu? apa suamimu baik kepadamu?"
Deg
Sejenak jantung andin berhenti berdetak. Andin menarik nafasnya dalam , mencoba untuk menenangkan otaknya agar semua organ tubuhnya kembali berfungsi dengan baik.
" tentu saja kami baik baik saja bu, seperti yang sering ibu lihat, mas farhan sangat menyayangi andin " andin mengucapkannya dengan tersenyum meskipun dipaksakan.
__ADS_1
" syukurlah jika kau dan nak farhan baik baik saja, Ibu lega mendengarnya "
" tapi, mengapa ibu bertanya seperti itu? tanya andin penasaran.
apa batin seorang ibu bisa tau jika anaknya tersakiti? ucap andin dalam hati.
" tidak apa nak, hanya saja ibu sempat bermimpi kau menangis tersedu sedu karna kehilangan sebelah sandalmu ,"
"mungkin itu karna sebelumnya ibu melihat sandal adrian(anak dari kakak pertama andin) yang tertinggal di sini, jadi sampai terbawa mimpi." ucap ibu rima tersenyum.Andin menelan salivanya dengan susah payah.
" andin kedapur dulu ya bu, ibu istirahat saja " andin mengambil bantalan yang menyangga punggung ibunya dan membaringkannya dengan hati hati "
Setelah selesai andin pergi ke dapur lalu mengobrol dengan kakak iparnya dan juga bermain dengan keponakannya yang masih berusia tiga tahun.
*****
Diruang makan semuanya sudah berkumpul, ibu, andin ,mas haris, kak ratna dan juga kedua putra putrinya.
Kak ratna mengambilkan makan untuk suami dan kedua anaknya serta untuk dirinya sendiri. Sementara andin memilih untuk menyuapi ibunya terlebih dahulu, menggantikan posisi kak ratna yang biasa melakukannya.
Saat mereka baru mulai makan terdengar suara ketukan pintu.
andin hendak beranjak berdiri untuk membukakan pintu akan tetapi kak ratna menyuruhnya untuk tetap duduk dan menyuru pembantunya untuk membukakan pintu.
Bu asihpun menuruti permintan majikannya dan berjalan tergopoh gopoh menuju pintu depan.
" Nak farhan sudah pulang " ucap ibu sumringah melihat menantu kesayangannya.
" iya bu " farhan mendekati ibu rima kemudian mencium punggung tangan mertuanya itu.
Setelah itu beralih membelai kepala andin dan mengecup pipi kanan istrinya itu.
Ibu rima tersenyum melihat pemandangan itu. Dan demi apapun semua orang juga akan merasa iri jika melihat adegan tersebut .Sementara haris berdehem meskipun tenggorokannya tidak gatal.
" ups, maaf " ucap farhan sambil terkekeh.
" Kau pasti belum makan kan han? makanlah " ucap haris.
Farhanpun menarik kursi di samping andin dan mendudukan tubuhnya disana.
" Nak suamimu ingin makan, abilkan dulu makanannya " perintah ibu rima.
" tidak apa apa bu, mas han bisa mengambil makanannya sendiri " andin hendak menyuapi ibunya kembali namun ka ratna mencegahnya.
" Biar kakak yang melanjutkan, kau layani suamimu dan kau juga harus makan." ratna mengambil alih piring yang di pegang andin dan melanjutkan menyuapi mertuanya.
Andinpun menuruti perintah ibu dan kakak iparnya .Ia mengambilkan nasi dan lauk pauknya untuk farhan dan juga dirinya sendiri.
" emm, makanannya enak sekali , siapa yang memasak ini ? " tanya farhan saat mengunyah makanannya.
__ADS_1
" istrimu yang memasak semuanya " jawab kak ratna.
" sudah kuduga , hanya masakan istriku yang sangat lezat " puji farhan pada andin.
Farhan kembali mengecup pipi andin.
" Ini hadiah dariku karna kau sudah memasakan makanan enak untukku " ucapnya tanpa malu.
" mas " andin yang merasa malu karna banyak orang yang melihatnya.
" tante juga memasakannya untuk kami, apa aku juga boleh mencium tante andin om? " tanya rendy anak sulung dari ratna dan haris yang berusia lima tahun.
" Tidak boleh, hanya om yang boleh mencium tante andin ." ucap farhan menyeringai.
" Dasar om farhan pelit, rendy tidak mau lagi bermain dengan om " rendi melipat kedua tangannya di atas perut dan memalingkan wajahnya sambil mengerucutkan bibirnya.
Semua tertawa melihat tingkah rendy tersebut.
" ya sudah, om bermain dengan tante andin saja " farhan menjulurkan lidahnya meledek rendy.
" memangnya om dan tante andin mau bermain apa? tante andinkan perempuan jadi tidak suka bermain robot robotan ." tanya rendy.
" om dan tante akan bermain kuda kudaan bersama " jawab farhan sambil memandang andin.
" pasti om yang jadi kudanya ya " tebak rendy.
" salah , tante andin yang jadi kudanya " ucap farhan tanpa rasa malu.
haris hanya menggelengkan kepalanya melihat perkataan adik iparnya yang sangat blak blakan.
sementara andin tertunduk malu mendengar apa yang di ucapkan suaminya itu.
" kasian dong om tante andin " Tanya rendi polos.
"Tidak, tante andin justru sangat menyukainya, iya kan sayang " ucap farhan tersenyum nakal pada andin.
" mas hentikan ." andin mencubit pinggang farhan hingga membuat suaminya itu mengaduh.
Ibu tersenyum melihat kedua putra putrinya terlihat bahagia bersama pasangannya masing masing.
.
.
.
.
.
__ADS_1