Adakah Cinta Sejati

Adakah Cinta Sejati
Nol persen


__ADS_3

Farhan keluar dari rumah sakit dengan wajah yang sarat akan amarah .Tangannya terlihat meremas kertas yang ada di genggamannya .Dengan langkah panjang ia segera menghampiri mobilnya dan meninggalkan rumah sakit tersebut .


Farhan terus menambah kecepatan kendaraannya ketika ia kembali mengingat percakapannya dengan dokter spesialis reproduksi .


Flashback on


Satu minggu yang lalu Farhan pergi ke rumah sakit untuk melakukan serangkaian pemeriksaan di laboratorium .Ia berencana untuk menambah momongan bersama sherly .Menurutnya dengan menambah anak mungkin akan membuatnya bisa melupakan Andin dan bisa fokus dengan keluarganya saat ini.


Setelah satu minggu menunggu ,hari ini ia datang kembali ke rumah sakit untuk mengetahui hasilnya.


Farhan duduk di hadapan sang Dokter dengan santai .


" Bagaimana hasilnya Dok? " tanya Farhan antusias .


Dokter menghela nafas ." Jadi begini pak Farhan,dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan kemarin ,Pak Farhan memiliki masalah dengan organ reproduksi bapak .Sehingga menyebabkan Pak Farhan sulit untuk memiliki anak ." jelas sang dokter .


Farhan masih terlihat tenang dan mengangguk mengerti .


"Jadi apa yang harus saya lakukan Dok? Apakah harus operasi ?" tanya Farhan .


" Mohon maaf pak Farhan tapi penyakit bapak ini bawaan dari genetika bapak ,jadi tidak bisa di obati .Dengan kata lain bapak tidak bisa memiliki keturunan sama sekali ," saut sang Dokter .


Pikiran Farhan kini menerawang ke putrinya saat ini yaitu Sera .


" Apa penyebabnya Dok,dan kapan penyakit ini mulai terjadi ? " tanya Farhan dengan sedikit penekanan .


"Karna ini bawaan genetik jadi ini terjadi sejak Pak Farhan lahir ."


"Apa ada kemungkinan saya bisa memiliki anak Dok? "


" Kemungkinannya nol persen pak Farhan ."


Rahang Farhan terlihat mengeras ia segera pamit pergi pada sang Dokter .

__ADS_1


Flashback off


Farhan menghentikan mobilnya tepat di depan rumah .Sherly terlihat sedang bermain bersama Sera di sebuah taman di halaman rumahnya.


" Mas Han sudah pulang ? " tanya Sherly tersenyum saat Farhan turun dari mobilnya .


Farhan tidak menjawab ia hanya terus berjalan menghampiri Sherly .


" Tumben sekali jam segini sudah pulang ," Sherly sedikit heran karena biasanya Farhan pulang saat matahari sudah terbenam .


" Siapa ayah dari anak itu ? "Farhan menudingkan jarinya pada Sera yang tengah bermain dengan boneka .


Sherly tampak heran dengan pertanyaan Farhan .


" Apa maksudmu Mas ,tentu saja kau adalah ayahnya ." jawab Sherly dengan senyum di paksakan .


" Berhentilah membohongiku ." teriak Farhan . Ia melempar kertas yang di pegangnya ke wajah Sherly .


Sherly berlutut dan memegangi kaki Farhan.


" Maafkan aku mas ,aku sangat mencintaimu jadi aku terpaksa melakukan semua ini agar bisa bersamamu ."


Farhan semakin murka ,ia tidak percaya dengan apa yang telah terjadi .Selama ini ia mempercayai kata kata Sherly begitu saja tanpa mengecek terlebih dahulu .


Dan satu lagi ,ia telah melepaskan wanita yang sangat ia cintai demi seorang anak yang bukan darah dagingnya .


" Lepaskan aku ." ucap Farhan sambil menarik kakinya .


Sherly semakin erat memeluk kaki Farhan dan menangis .


" Tolong maafkan aku sekali ini saja Mas,aku berjanji tidak akan melakukan kesalahan apapun lagi ." janji Sherly .


" Ku bilang lepaskan aku ,mulai hari ini kau bukan lagi istriku ,aku menceraikan mu ." Farhan menarik kasar kakinya hingga Sherly sedikit terpental.

__ADS_1


Farhan melangkahkan kakinya menuju mobilnya dan pergi meninggalkan rumah tersebut .Mengabaikan teriakan Sherly yang memanggilnya dengan tangis histeris .


Meninggalkan Sera yang terlihat ikut menangis memanggil ayahnya .


" pa pa pa pa ," ucap Sera dengan mulut kecilnya .


Farhan terus melajukan kendaraannya .Tujuannya saat ini adalah toko Rose Cake's .Ia mengendarai mobilnya dengan wajah kalut .


Mengapa aku bodoh sekali .Aku melepaskan Andin hanya demi seorang anak yang bahkan bukan anak ku.


Farhan menghentikan mobilnya di halaman toko Andin .Ia segera masuk ke toko tersebut dan mencari keberadaan Andin .


" Mas Han ," ucap Andin tersenyum .


Farhan terus berjalan menghampiri Andin kemudian memeluk erat wanita tersebut .


Andin terlihat kebingungan melihat Farhan yang memeluknya tiba tiba dengan di iringi tangis .


"Maafkan aku ," ucap Farhan .


Sementara sepasang mata terlihat mengawasi mereka tak jauh dari tempat itu .


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2