Adakah Cinta Sejati

Adakah Cinta Sejati
Segera putus dengannya


__ADS_3

Satu minggu kemudian hubungan Andin dan Adnan semakin serius .Bahkan Adnan sudah melamar Andin di depan kakak kedua Andin yaitu Haris .


Tentu saja Haris sangat bahagia .Dengan tangan terbuka Ia dan juga istrinya sangat merestui hubungan keduanya .


Tak hanya itu,Adnan juga sudah mengantongi restu dari kakak sulung Andin yang berada di luar kota .


Meskipun awalnya Samsul sedikit keberatan akan melepas adik perempuannya itu, namun berkat kegigihan Adnan kini ia sudah mengijinkan Andin untuk menjalin hubungan dengan Adnan .Dan ia berharap Adnan bisa menjaga dan membahagiakan Andin .


Bukan tanpa alasan ,Samsul juga sangat berhati hati dalam menilai calon suami untuk adik kesayangannya itu .Menilik Andin pernah di kecewakan oleh Farhan dan ia takut Adnan akan melakukan hal yang sama pada Andin.


Setiap hari kini Adnan mengantar dan menjemput Andin .Seperti hari ini Adnan terlihat baru saja selesai mengantarkan Andin ke tokonya .Dan setelah itu ia melanjutkan perjalanannya menuju kantor dimana tempatnya bekerja .


Andin terlihat sibuk membuat aneka kue .Tangan dan juga bajunya terlihat kotor oleh tepung dan juga bahan lain .


" Bu Andin ada yang mencari ibu di depan ," ucap Rani ,salah satu pegawai Andin yang bertugas sebagai kasir .


" Siapa Ran ? " tanya Andin ,tanganya terlihat masih bergerak memberi toping pada kue buatannya .


" Saya tidak tahu namanya Bu ," jawab Rani .


" Ya sudah ,suruh duduk saja dulu dan buatkan teh untuknya .Setelah ini selesai saya akan menemuinya ." perintah Andin.


Rani pun kembali ke depan ia mempersilahkan sang tamu untuk menunggu sebentar.


Tak lama kemudian Andin pun keluar dengan pakaian yang sudah bersih .Andin sedikit terkejut karena ternyata tamu tersebut adalah Ibunda dari Adnan .


Andin segera menghampiri Ibu Sanjaya dan mencium punggung tangan calon mertuanya itu.


" Maaf tante karena membuat tante menunggu ."


Ibu Sanjaya menganggukan kepalanya.


" Duduklah ."


Andin menuruti permintaan ibu Sanjaya dan duduk di hadapannya .

__ADS_1


" Ada apa tante tumben kesini ? "


" Andin , saya tidak ingin berbasa basi ,saya kesini hanya untuk memperingati mu agar kau menjauhi Adnan ." ucap Ibu Sanjaya tegas.


" Jujur saja Andin kau tidak pantas untuk Adnan ,kau itu tidak selevel dengan kami ." imbuhnya .


"Dan satu lagi ,ku dengar kau seorang janda,tidak heran jika kau terus menggoda Adnan tapi saya mohon berhentilah menggoda Adnan dan cepat putus dengannya ." pinta Ibu Sanjaya .


Mendengar hal tersebut Andin merasa sangat sakit hati .Meskipun memang benar ia bukanlah orang kaya seperti Adnan dan ia juga seorang janda tapi ia masih punya harga diri .Andin terlihat berkaca kaca namun sekuat mungkin ia menahan tangisnya .


" Ibu ,memang betul saya tidak selevel dengan Mas Adnan dan juga saya memang seorang janda .Tapi ibu harus tahu saya tidak pernah menggoda Mas Adnan dan saya mencintai Mas Adnan bukan karena hartanya ." ucap Andin dengan mulut bergetar .Tanpa ia sadari air matanya ikut tersapu disana .


Ibu Sanjaya sedikit merasa tidak enak melihat Andin menitikan air mata tapi itu tidak menggugurkan niatnya .


" Saya tidak ingin mendengar alasan mu ,yang saya minta hanya satu ,segera putus dengan anak ku ."


Ibu Sanjaya mengambil tasnya kemudian bangkit berdiri dan pergi dengan mobilnya .


Andin mengusap Air matanya lalu ia juga pamit pada pegawainya untuk pulang lebih cepat .


******


Seperti biasa setelah pulang kerja Adnan mampir ke toko Rose Cake's .Ia berniat untuk menjemput Andin .


Sudah seperti toko miliknya Adnan terlihat menyelonong masuk ke dalam toko sambil berteriak memanggil Andin .


" Sayang kau sudah siap ? " ucapnya sambil membuka ruangan yang biasa di pakai Andin untuk beristirahat .Namun ruangan itu kosong lalu ia pergi ke dapur .Disana ia tidak menemukannya juga .Hanya ada Sandra di tempat itu .


" San, di mana Andin ? " tanyanya pada wanita yang memiliki tubuh agak berisi itu .


" Ibu Andin sudah pulang pak ," saut Sandra .


Adnan hendak berbalik pergi namun ia berhenti saat Sandra kembali memanggilnya .


" Pak Adnan ,tadi Ibu pak Adnan datang kesini dan berbicara dengan Bu Andin ." ucap Sandra .

__ADS_1


" Apa yang di bicarakan mereka ? " tanya Adnan serius .


" Saya tidak tau persisnya pak, tapi sepertinya Ibu pak Adnan menyuruh Bu Andin agar putus dengan pak Adnan ." jelas Sandra .


Setelah mendengar penjelasan Sandra ,Adnan segera pergi dari tempat itu tanpa mengatakan apapun .


Ia melajukan mobilnya menuju rumah Andin .


Setelah sampai di rumah tersebut ia segera turun dan menekan bel yang ada di dekat pintu .


sekali ,dua kali dan tiga kali Adnan menekan tombol yang berwarna putih itu namun tak ada sautan dari dalam .


Adnan kini beralih menggedor gedor pintu rumah Andin .


" Andin buka pintunya !" ia terus mengetukan tangannya di daun pintu .


" Andin aku tau kau ada di dalam ,cepat buka pintunya atau aku akan mendobraknya ." Teriak Adnan .


Mendengar ancaman Adnan ,Andin segera mengusap air matanya dan beranjak untuk membuka pintu sebelum Adnan benar benar mendobraknya .Bukan karena sayang terhadap pintu tersebut hingga Andin mau membuka pintu akan tetapi ia tidak ingin menganggu para tetangga di sebelahnya .


Andin membuka pintu tersebut dan Adnan langsung menyelonong masuk .Tanpa aba aba Adnan merengkuh wajah Andin dengan kedua tangannya kemudian ******* bibir wanita itu .


Andin sangat terkejut karena Adnan menciumnya tiba tiba ,namun tak lama kemudian ia juga ikut memejamkan matanya .


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2