
" hei apa yang kalian ributkan sampai berkelahi seperti ini " ucap falen sambil menengahi perkelahian temannya.
" lepaskan aku len , aku ingin menghajar si brengsek itu " farhan meronta di dalam cengkraman tangan falen. seketika cengkraman itu terlepas dan dengan kilat tinjunya melayang mengenai ujung bibir anton.
anton ingin membalasnya namun di hadang oleh dodi.
" cukup bro, berkelahi tidak akan menyelesaikan masalah " ucap dodi.
" sebenarnya ada masalah apa di antara kalian berdua ? " tanya dodi
anton dan farhan hanya diam tak menjawab. setelah di pisahkan oleh kedua temannya akhirnya kini farhan dan anton lebih tenang. namun keduanya masih tak bertegur sapa.
sementara itu andin masih menangis di kamarnya.
sudah berulang kali farhan mengetuk pintu kamarnya namun andin tak bergeming .
farhan merasa frustasi di buatnya, penampilannya sangat lusuh ,matanya terlihat sayu karna tidak tidur semalaman.
" andin buka pintunya " ucap farhan kembali menggedor pintu kamarnya.
" tenanglah han, biarkan dia sendiri dulu, dan kau istirahat dulu kau belum tidur semalaman" bujuk dodi setelah mengetahui apa masalahnya.
" bagaimana aku bisa tenang di , istriku marah karna kebodohanku " ucap farhan sambil menitikan air mata.
" aku sangat menyayanginya, aku tidak mau kehilangan istriku" imbuhnya.
__ADS_1
" ya, memang benar kau sungguh bodoh, jika kau menyayangi istrimu lalu kenapa kau tidak bisa mengontrol nafsumu " batin dodi seraya menepuk punggung sahabatnya agar lebih tenang.
dodi mengajak farhan untuk istirahat di kamarnya karna hari masih pagi dan cuaca sangat dingin namun farhan menolak. farhan lebih memilih duduk di pendopo tak jauh dari kamar andin agar bisa memantau istrinya tersebut.
****
mentari mulai menampakan diri dari ufuk timur , melenyapkan embun embun di atas rerumputan.
farhan masih terduduk di tempatnya, matanya terlihat kosong memandangi pintu kamar andin.
sherly terlihat turun membawa syal di tangannya. ia mendekati farhan dan duduk di sampingnya.
" maafkan aku mas han, seharusnya aku tak menghiraukan ajakanmu semalam " ucap sherly pura pura menyesal.
" pakailah ini mas " sherly akan melingkarkan syal di leher farhan.
namun farhan menepis tangan sherly.
" jangan pernah menyentuhku lagi, pergilah dari pandanganku ! " bentak farhan.
" aku hanya tidak ingin kamu kedinginan mas " sherly kembali ingin memakaikan syal itu lagi.
" apa pendengaranmu sudah tak berfungsi? ku bilang padamu untuk pergi dari pandanganku , atau kau ingin ku panggilkan dodi agar menyeretmu keluar dari sini, hah? " ucap farhan menggelegar di udara.
sherly hanya diam mendapat bentakan dari farhan.
__ADS_1
disaat itu juga pintu kamar andin terbuka. terlihat andin keluar dengan menyeret koper di tangan kirinya. ia mengenakan kaca mata hitam untuk menyembunyikan mata sembabnya.
farhan segera berlari menghampiri andin, meninggalkan sherly yang masih diam tak bergeming.
"sayang kau sudah bangun? kau mau kemana ? sarapanlah dulu, oh? " tanya farhan pada andin yang masih terus berjalan.
" apa kau ingin pulang ? tunggu sebentar aku akan mengambil kunci mobil " farhan berlari menuju kamar .setelah menemukannya ia segera berlari kembali mengejar andin .
farhan membukakan pintu mobil untuk andin. kemudian ia memutari mobil menuju jok di samping andin yang terletak di sebelah kanan. farhan masuk kedalam mobil dan mendudukan tubuhnya di belakang kemudi.
farhan menginjak pedal gas dan mobilpun melaju meninggalkan vila danpulau sunshine ,serta mengakhiri liburannya yang kacau karna insiden semalam.
dalam perjalanan andin hanya terdiam sambil memandang keluar jendela. farhan mencoba mengajaknya bicara menawari andin makan , namun tetap saja andin tak menggubrisnya. bahkan menolehpun tidak ,seakan akan farhan tidak ada. karna tak mendapat respon dari andin, akhirnya farhan memilih membiarkan andin untuk beristirahat.
mereka melanjutkan separuh perjalanan dalam diam.
.
.
.
.
.
__ADS_1