Adakah Cinta Sejati

Adakah Cinta Sejati
Memadu kasih


__ADS_3

Anton masuk kedalam kamarnya, meninggalkan Sherly yang masih berdiri di depan pintu kamarnya .ia masuk ke kamar mandi lalu menanggalkan semua pakaiannya dan berdiri di bawah guyuran air dari shower yang berada di atas kepalanya. Ia menatap cermin yang ada di hadapannya. Pikirannya kembali menerawang pada perkataan Sherly barusan .


Anton terlihat bimbang akan pilihannya .Ia sangat menginginkan Andin meskipun harus merebut wanita itu dari temannya sendiri. Namun ia juga takut jika perbuatannya itu, akan menyakiti wanita yang ia cintai.


Setelah lima belas menit ia berada di bawah guyuran air, Anton menyudahi ritual mandinya .Ia menyambar handuk yang terlipat di sebuah kotak yang menggantung di tembok .Ia melilitkan handuk tersebut di pinggangnya kemudian melangkahkan kakinya keluar keluar .


Anton duduk di tepi ranjang .Ia membuka kopernya lalu mengeluarkan isi di dalamnya .


Beberapa baju terlihat terkumpul disana .Anton memilih salah satu dari tumpukan baju tersebut kemudian memakainya .


Sebuah sweater tebal berwarna coklat melekat sempurna di tubuhnya serta kaki jenjangnya di balut celana jeans panjang berwarna hitam .


Setelah berpakaian Anton mengambil ponselnya yang ia letakan di atas tempat tidur.


Jemarinya mulai menari menyentuh papan keyword disana.


" mari kita lakukan secepatnya , besok aku akan mengurus farhan sisanya ku serahkan padamu " tulisnya.


Ia mengirimkan pesan tersebut pada seseorang yang ada di kontaknya kemudian meletakan kembali ponselnya dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur yang berukuran king size itu.


⚘⚘⚘⚘


Andin keluar dari kamarnya ,kemudian membantu Bu Amin yang tengah menyiapkan makan malam.


" Tidak usah repot repot Neng Andin, biar ibu saja yang siapkan ." ucap Bu Amin.


" Tidak apa apa Bu, sama sekali tidak merepotkan, saya sudah biasa melakukan seperti ini ." jawab Andin sambil merapihkan meja makan.

__ADS_1


" Oh iya Bu ,apa ada ayam yang belum di masak ? " tanya Andin .


" Ada Neng , Neng Andin mau masak ayam ?" saut Bu Amin.


" Iya Bu ,saya ingin membuatkan sup ayam untuk mas Farhan ." jelas Farhan.


" Kebetulan masih ada ayam kampung di kulkas ,jadi lebih enak Neng , sebentar ibu ambilkan yah ." kata Bu Amin seraya berjalan untuk mengambil daging ayam.


Andin mengangguk mengiyakan .


Tak berselang lama Bu Amin kembali dengan membawa kotak makanan berisi ayam .


" Ini neng ayamnya ." Bu Amin menyodorkan 1 ekor ayam kampung yang telah di potong kecil kecil dan di cuci bersih.


" Terima kasih Bu ." ucap Andin tersenyum.


" Nah sudah jadi ." ucap andin .


" Cobain deh Bu masakan Andin ." Andin menuangkan sedikit sup kedalam mangkok kecil kemudian menyodorkannya pada Bu Amin.


Bu Amin menyendok sup tersebut ,kemudian memasukan ke dalam mulutnya.


" Wahh enak sekali Neng supnya ." puji Bu Amin.


" Neng Andin itu sudah cantik ,baik ,dan juga pandai memasak pula, Nak Farhan sangat beruntung sekali memiliki istri seperti Neng Andin ." imbuhnya.


" Terima kasih Bu pujiannya, tapi sayang bu ,itu semua belum cukup untuk mas Fahan ,karna Andin belum bisa memberikan keturunan untuknya ." Andin kini terlihat sedih memikirkan dirinya yang belum memiliki anak, meskipun sudah lima tahun menikah.

__ADS_1


" Yang sabar Neng andin, Neng Andin kan masih muda , ibu yakin suatu saat nanti Neng Andin pasti akan di beri momongan sama tuhan ,yang penting jangan lupa berdoa dan terus berusaha ." ucap Bu Amin menyemangati.


" Terima kasih Bu ." Andin tersenyum memandang Bu Amin.


Anton terlihat menuruni tangga .Andin pun menyapa Anton dan mengajaknya makan malam.


" Mas Anton, makan malam sudah siap ajaklah yang lainnya untuk makan bersama ." seru Andin .


" Baiklah Ndin ." saut Anton sambil tersenyum.


Setelah semuanya berkumpul mereka pun mulai makan bersama.


Seusai makan malam ,mereka memutuskan kembali ke kamar masing masing untuk beristirahat lebih cepat karna besok mereka akan mengunjungi air terjun yang terletak tak jauh dari vila tersebut.


Malam semakin larut Anton dan teman temannya mungkin sudah terlelap di balik selimutnya masing masing .Namun tidak bagi Farhan dan Andin ,meskipun di luar udara sangat dingin tapi kamar mereka terasa panas bagi keduanya. Terlihat dari keringat yang menetes di kening Farhan.


Meskipun pagi tadi ia menyetir sendiri selama empat jam namun tak membuatnya lelah. Ia masih sangat bertenaga saat bergulat dengan istrinya .Sudah berbagai posisi mereka lakukan .Untung saja kamar di sebelah mereka kosong jadi tak ada yang mendengar suara desahan dan juga lenguhan yang bersaut sautan.


Setelah dua jam memadu kasih mereka pun akhirnya terlelap di balik selimut tanpa mengenakan sehelai benang pun.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2