Adakah Cinta Sejati

Adakah Cinta Sejati
Kejutan


__ADS_3

Farhan menepikan mobilnya dan masuk ke parkiran bengkel milik Anton.


Farhan dan Sherly turun dari mobil bersamaan.


Farhan melihat sekeliling mencari mobil Anton namun tak menemukan mobil temannya tersebut.


" Makasih ya mas atas tumpangannya ." Sherly berjalan memutar menghampiri Farhan.


" Iya Sher sama sama ." jawab Farhan.


" Kalau begitu saya langsung jalan ya Sher ." pamit Farhan .


" Loh tidak mampir dulu mas Han ? ,katanya ingin bertemu pak Anton ? " tanya Sherly.


" Iya ,tapi sepertinya Anton belum datang jadi saya langsung pulang saja ." Jawab Farhan .


" Ya sudah, sekali lagi terima kasih mas Han ."


Farhan kembali masuk kedalam mobil dan menyalakan mesin .Tak lupa ia melambaikan tangan pertanda pamit pada Sherly.


" Hati hati di jalan mas ." Sherly membalas lambaian tangan farhan.


⚘⚘⚘⚘


Farhan terlihat sibuk membolak balikan kertas yang ada di hadapannya .Ia mengecek laporan penjualan dengan teliti.


drrrt drrtt ( suara ponsel bergetar ).


Farhan menghentikan aktifitasnya sejenak Kemudian mengambil ponsel yang ia letakan diatas meja.


Rupanya Sherly yang menelfon dengan cepat Farhan menggeser ikon gagang telfon yang berwarna hijau itu , lalu menempelkan benda kotak itu di telinganya.


" Hallo Sherly ." sapa Farhan.


" Hallo mas Han , apa mas Han sedang sibuk ? ." tanya Sherly di seberang sana.


" Tidak , ada apa ? ." saut Farhan.

__ADS_1


" Begini mas , sebentar lagi kan jam makan siang. Aku ingin mentraktir mas Han makan siang , sebagai ucapan terima kasihku, bagaimana ? ."


" Sebenarnya tidak usah repot Sher, aku tidak keberatan mengantarkanmu tadi ." jawab Farhan.


" Tapi aku merasa tidak enak dengan mas Han , jadi saya berharap mas Han mau supaya saya lega, tapi kalau memang mas Han tidak bisa tidak apa apa mas , mungkin lain waktu saja ." ucap Sherly kecewa.


" Baiklah kalau begitu , aku akan menjemput mu nanti ." akhirnya Farhan menyetujui ajakan Sherly karna merasa tidak enak.


" Tidak perlu menjemput Sherly mas, biar Sherly saja yang datang ke cafe mas Han ,kebetulan Sherly juga ada keperluan di dekat cafe mas Han ." jelas Sherly.


" Baiklah kalau begitu ." jawab Farhan.


" Terima kasih mas Han , sampai bertemu di cafe ."


Setelah Sherly memutuskan sambungan telfonnya .Farhan pun kembali meletakan ponselnya di atas meja .


⚘⚘⚘⚘


Andin terlihat keluar rumah dan menghampiri taksi yang terparkir di depan halaman rumahnya .Ia terlihat menenteng paper bag di tangan kanannya serta tas berukuran kecil yang menggantung di pundak kirinya.


" Langsung jalan saja pak ." ucap Andin pada sang driver setelah mendudukan tubuhnya di jok belakang yang berwarna coklat itu.


Mobilpun melaju dengan kecepatan sedang menuju Hans Cafe di jalan ampera timur nomor 17.


30 menit kemudian Andin turun dari taksi dan memberikan dua lembar uang kertas berwarna merah kepada sang supir.


" Ambil saja kembaliannya pak ." ucapnya.


" Terima kasih Bu ." ucap sang driver dengan senyum mengembang di bibirnya.


Andin memasuki cafe dan di sambut oleh salah satu pegawainya.


" Selamat siang bu Andin ." sapa Denis ramah.


" Iya siang, bapak di dalam kan ? ." tanya Andin.


" Bapak tadi keluar bersama temannya bu ." jawab Denis.

__ADS_1


" siapa ? " Andin bertanya lagi.


" Saya tidak tahu namanya bu, wanita tadi berambut panjang tingginya semampai. katanya temannya pak Farhan ." jelas Denis.


Teman wanita ?.


Mas Farhan tidak pernah bercerita kalau dia punya teman wanita .


Batin andin.


" Ya sudah terima kasih, kembalilah bekerja ." Andin tersenyum ramah kemudian berjalan menuju ruang kerja Farhan.


Ruangan itu tidak besar hanya berukuran 3 x 3 meter. Diruangan itu terlihat ada satu meja kerja dengan beberapa tumpukan kertas serta satu laptop di atasnya. Dan di seberangnya terlihat sofa empat dudukan serta satu meja kaca didepannya.


Andin meletakan paper bag dan tas kecilnya diatas meja.Ia merogoh ponselnya dari dalam tas dan terlihat mengetik pesan pada Farhan.


" Sayang kamu dimana? aku sedang di cafe tapi kamu tidak ada ." Andin.


pesan itu hanya ceklis satu. Andin meletakan kembali ponselnya lalu duduk di belakang meja kerja sambil membereskan alat tulis serta berkas berkas yang sedikit berantakan.


Lima belas menit kemudian ponsel Andin berdering. Andinpun bergegas menghampiri sofa dan mengambil ponsel yang tergeletak di atasnya.


" Hallo , mas Farhan di mana ? ." tanya Andin seraya menempelkan smartphone tersebut di telinganya.


" Mas sedang makan siang di restaurant xx sayang , kenapa kau tidak memberitahu mas dulu jika ingin datang ke cafe ? ." jawab Farhan di seberang sana.


" Aku ingin memberikan kejutan untuk mas Farhan , jadi aku tidak memberitahu mas Han kalau aku ingin kadang kemari, ternyata malah aku yang terkejut karna mas Han tidak ada di sini ." jelas Andin.


" Ya sudah mas Han langsung pulang sekarang, tunggulah disitu , jangan beranjak kemanapun ." perintah Farhan .


"Baiklah sayang , hati hati di jalan ." Andin mematikan sambungan telfonnya kemudian duduk di sofa menunggu suaminya.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2